Bandung | elitkita.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempersiapkan berbagai langkah strategis menjelang kembali beroperasinya Bandara Internasional Husein Sastranegara. Persiapan tersebut tidak hanya menyasar aspek infrastruktur, tetapi juga penguatan identitas Kota Bandung sebagai kota tujuan pendidikan, wisata, dan ekonomi kreatif.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa reaktivasi Bandara Husein diharapkan menjadi pintu masuk baru yang mampu meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat daya saing Kota Bandung di tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, keberadaan kembali layanan penerbangan di Bandara Husein diyakini akan memberikan dampak positif bagi berbagai sektor, termasuk pendidikan tinggi, pariwisata, perdagangan, hingga investasi.
Meski proses operasional masih menunggu kepastian jadwal penerbangan dari masing-masing maskapai serta penyelesaian administrasi dari otoritas penerbangan, Pemkot Bandung memastikan kesiapan daerah terus dimatangkan agar seluruh layanan dapat berjalan optimal saat bandara kembali beroperasi.
Sejumlah pembenahan infrastruktur pendukung telah dilakukan, di antaranya peningkatan akses jalan menuju kawasan bandara serta penataan sistem parkir melalui kerja sama dengan pengelola yang berpengalaman. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi penumpang maupun pengguna jasa bandara.
Selain infrastruktur, Pemkot Bandung juga tengah menyusun konsep penataan kawasan bandara agar mencerminkan karakter khas Kota Bandung. Konsep tersebut diarahkan untuk menghadirkan kesan pertama yang kuat bagi setiap penumpang yang tiba, melalui sentuhan visual dan identitas kota yang lebih representatif.
Di sisi lain, pemerintah juga mengkaji penyediaan layanan shuttle yang akan menghubungkan bandara dengan sejumlah titik strategis di Kota Bandung. Skema tersebut masih dalam tahap pembahasan, termasuk kemungkinan melibatkan mitra swasta dalam pengelolaannya agar pelayanan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Pemkot menilai layanan transportasi terintegrasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran mobilitas penumpang sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.
Tidak hanya berfokus pada pelayanan, perhatian juga diberikan terhadap aspek keselamatan penerbangan. Pemkot bersama pihak terkait terus melakukan penataan lingkungan di sekitar kawasan bandara, termasuk penanganan persoalan sampah serta pengawasan terhadap aktivitas pembakaran terbuka yang berpotensi mengganggu operasional penerbangan.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Pemkot Bandung berharap reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara dapat menjadi momentum kebangkitan konektivitas udara Kota Bandung sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan investasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. (B)


