Bandung | elitkita.com – Nilai solidaritas dan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan kembali menjadi sorotan dalam International Student Gathering 2026 bertema From Bandung to Gaza: The Unfinished Promise of Solidarity yang berlangsung di De Majestic, Kota Bandung, Minggu (12/7/2026).
Dalam forum tersebut, alumni Telkom University asal Gambia, Haddy Joof, mengajak generasi muda untuk tidak berhenti pada rasa empati, tetapi mampu menerjemahkannya menjadi tindakan nyata yang memberi manfaat bagi sesama.
"Puluhan tahun lalu para pemimpin dunia datang ke Bandung dengan tekad membangun solidaritas. Kini, meski teknologi semakin memudahkan komunikasi, tantangan kemanusiaan dan perpecahan masih terus terjadi. Artinya, semangat Bandung masih harus terus diperjuangkan," ungkapnya.
Melalui tema From Bandung to Gaza, Haddy menegaskan bahwa isu kemanusiaan merupakan tanggung jawab bersama tanpa memandang latar belakang negara, suku, maupun agama. Menurutnya, kepedulian harus diwujudkan melalui langkah-langkah konkret, seperti meningkatkan literasi, menyebarkan informasi yang benar, menjadi relawan, hingga membangun kolaborasi dalam berbagai kegiatan sosial.
Ia menekankan bahwa setiap orang memiliki peran sesuai kapasitasnya. Tidak semua orang dapat turun langsung ke lokasi konflik, namun setiap individu tetap bisa memberikan kontribusi melalui edukasi, tulisan, maupun menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan.
"Setiap tindakan kecil memiliki arti. Ketika kita memilih untuk peduli, belajar, dan menyuarakan kebenaran, itu sudah menjadi bagian dari upaya menjaga nilai kemanusiaan," ujarnya.
Haddy juga mengingatkan bahwa krisis kemanusiaan tidak boleh dipandang sekadar sebagai deretan angka atau data statistik. Di balik setiap peristiwa terdapat manusia yang kehilangan keluarga, tempat tinggal, rasa aman, hingga harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Karena itu, ia berharap generasi muda dapat menjadi motor penggerak solidaritas global dengan menanamkan nilai empati, kepedulian, dan kolaborasi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, semangat yang lahir dari Bandung harus terus hidup sebagai inspirasi untuk menghadirkan perdamaian dan kemanusiaan bagi dunia.(B)



