KABUPATEN BANDUNG BARAT – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Wibawa Mukti (TWM) Kabupaten Bandung Barat menunjukkan tren kinerja yang terus membaik sepanjang tahun buku 2025. Selain berhasil membukukan laba sebesar Rp356 juta, perusahaan daerah tersebut juga memperoleh predikat "Sehat" berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung Barat, Erik Harisma, mewakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asda II) Ahmad Fauzan Azima, menjelaskan bahwa hasil penilaian BPKP menempatkan Perumdam TWM dalam kategori sehat karena dinilai mampu menjaga kinerja keuangan maupun operasional secara baik.
Menurutnya, hasil evaluasi yang dipaparkan BPKP pada April 2026 tersebut mengacu pada standar dan indikator penilaian yang ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum serta Kementerian Dalam Negeri.
“Perumdam TWM telah masuk kategori sehat berdasarkan hasil evaluasi BPKP. Penilaian tersebut dilakukan menggunakan parameter yang telah ditetapkan pemerintah pusat,” ujar Erik, Rabu (3/6/2026).
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat juga telah menetapkan mekanisme pembagian keuntungan perusahaan. Sebanyak 50 persen laba bersih akan disetorkan ke kas daerah sebagai dividen dan menjadi bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), sesuai kebijakan Bupati Bandung Barat selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).
Sementara itu, Direktur Perumdam TWM Dedy Hermansyah menyampaikan bahwa laba perusahaan pada tahun buku 2025 mencapai Rp356 juta berdasarkan hasil audit independen yang dilakukan Kantor Akuntan Publik.
Pencapaian tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, perusahaan mencatatkan keuntungan sebesar Rp149 juta setelah sebelumnya sempat mengalami kondisi keuangan yang kurang stabil pada masa awal operasional.
“Untuk tahun 2026 kami menargetkan laba sebesar Rp411 juta. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari peningkatan tata kelola perusahaan, efisiensi operasional hingga penguatan kualitas pelayanan kepada pelanggan,” kata Dedy.
Tidak hanya fokus pada aspek bisnis, Perumdam TWM juga aktif menjalankan fungsi sosial melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, pada awal tahun 2026.
Dalam pelaksanaannya, perusahaan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, pemerintah desa, TNI, Polri, dan sejumlah pihak terkait guna memastikan distribusi bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Dedy menegaskan, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan utama yang harus segera dipenuhi ketika terjadi bencana, sehingga perusahaan bergerak cepat membantu warga terdampak.
Selain menyalurkan air bersih, Perumdam TWM juga mendukung penyediaan fasilitas MCK darurat bagi para pengungsi selama masa penanganan bencana berlangsung.
Di bidang pelayanan pelanggan, perusahaan turut memperluas jaringan distribusi air bersih ke kawasan Perumahan Pondok Padalarang Indah (PPI), Kecamatan Padalarang. Kawasan tersebut selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan pasokan air bersih akibat minimnya sumber air tanah yang memadai.

Melalui program pengembangan jaringan pelayanan yang dijalankan pada 2025, distribusi air bersih mulai dapat dinikmati warga secara bertahap, diawali dari wilayah Blok G RW 28 Desa Padalarang.
Kehadiran layanan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena mampu menjawab kebutuhan air bersih yang selama ini menjadi persoalan utama di kawasan tersebut.
Dengan pencapaian laba yang terus meningkat, status sehat yang diperoleh dari hasil evaluasi BPKP, serta komitmen memperluas pelayanan kepada masyarakat, Perumdam Tirta Wibawa Mukti dinilai semakin memperkuat posisinya sebagai BUMD yang berperan penting dalam pelayanan publik sekaligus mendukung peningkatan PAD Kabupaten Bandung Barat.(Red)
