Opini Publik,-
Asep Mulyadi selaku Ketua DPRD Kota Bandung, memang harus memiliki ketegasan dan sikap yang jelas dalam proses seleksi Dirut PDAM. Sebagai pimpinan DPRD, dia memiliki peran penting dalam memastikan proses seleksi berjalan transparan dan adil.
Asep Mulyadi telah menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di Kota Bandung, dia menekankan pentingnya sinergi antara DPRD dan pemerintah Kota Bandung untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Tentunya dalam hal ini, bukan hanya Pemerintah Kota saja, baik aset - aset kota Bandung, seperti BUMD lainnya wajib diawasi, sebagai anggota DPRD terutama Ketua yang mempunyai hak untuk bertindak tak kala ada permasalahan yang harus diselesaikan secara musyawarah dan mufakat.
Dalam konteks ini Asep Mulyadi, harus memastikan bahwa proses seleksi Dirut PDAM tidak hanya berfokus pada aspek Administratif, " tetapi juga mempertimbangkan kemampuan dan integritas calon. Dia juga harus memastikan, bahwa proses seleksi berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dan tidak intervensi dari pihak manapun.
Komitmen Asep Mulyadi untuk transparansi dan akuntabilitas harus dibuktikan dengan aksi " nyata", bukan hanya sekedar kata - kata. DPRD Kota Bandung memastikan, proses seleksi Dirut PDAM berjalan transparan adil dan akuntabel.
Asep Mulyadi harus memastikan semua tahapan seleksi dilakukan secara terbuka dan hasilnya dapat dipertanggung jawabkan, jika ada indikasi kecurangan atau penyimpangan tentunya DPRD harus berani mengambil tindakan tegas.
Harapan saya, sebagai Ketua DPRD Kota Bandung bisa membuktikan komitmennya !, agar PDAM dalam seleksi calon Dirut baru, menghasilkan figur pimpinan yang di akui semua pihak dan mampu menyelesaikan semua masalah - masalah yang ada di PDAM Kota Bandung.
Dari hasil kajian selama ini dan hasil pengamatan serta analisis, pansel harus membuat aturan khusus untuk calon Dirut baru. Membuat komitmen tertulis " dari calon Dirut PDAM untuk meningkatkan kinerja perusahaan dalam waktu tertentu, adalah langkah yang transparan dan akuntabel. Jika dalam waktu satu tahun" tidak ada perubahan atau peningkatan, maka dia harus siap mundur.
Ini akan membuat calon Dirut PDAM, lebih serius dan fokus pada visi dan misi mereka serta memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa mereka yang terpilih benar - benar berkomitmen untuk meningkatkan kinerja PDAM Tirtawening Kota Bandung. Semoga Ketua DPRD Asep Mulyadi, dapat mengimplementasikan ide ini !
Hal ini bukan hanya Asep Mulyadi, tapi semua otoritas kebijakan di Kota Bandung harus ikut serta dalam memastikan dalam proses seleksi Dirut PDAM.
Pemerintah Kota Bandung dan DPRD serta semua pihak terkait harus bersinergi " untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi PDAM untuk berkembang dan meningkatkan kinerjanya.
Dengan demikian, kita bisa berharap bahwa PDAM Kota Bandung akan menjadi lebih profesional, transparan dan akuntabel serta dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Tentunya jika Dirut baru terpilih, beberapa hal yang harus dipersiapkan antara lain :
1. Visi dan misi :
Dirut baru harus memiliki visi dan misi yang jelas dan terukur, untuk meningkatkan kinerja PDAM dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
2. Strategi dan Program :
Dirut baru harus memiliki strategi dan program yang kongkret untuk meningkatkan kinerja PDAM, seperti meningkatkan kualitas air, mengurangi kebocoran dan meningkatkan cakupan layanan.
3.Time Kerja :
Dirut baru, harus memiliki tim kerja yang solid dan profesional untuk membantu menjalankan program - programnya.
4. Kerjasama dengan Stakeholder :
Dirut baru, harus memiliki kemampuan untuk menjalin kerjasama dengan stakeholder, seperti pemerintah, masyarakat juga investor untuk meningkatkan kinerja PDAM.
5. Manajemen Risiko :
Dirut baru, harus memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko yang mungkin dihadapi oleh PDAM.
6. Transparansi dan Akuntabilitas :
Dirut baru, harus memiliki komitmen untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan PDAM.
Semoga Dirut PDAM Kota Bandung, bisa mempersiapkan hal - hal tersebut dan membawa PDAM menjadi lebih baik.
Kebutuhan air bersih di Kota Bandung, sangat mendesak dengan jumlah penduduk hampir 2,5 juta jiwa, kebutuhan air bersih mencapai 1,5 meter kubik per kapita per hari, tapi kapasitas air yang tersedia hanya mampu memenuhi 69,3% dari kebutuhan masyarakatnya, yaitu sekitar 0,6 meter kubik per kapita per hari.
Tantangan yang dihadapi :
- Ketersediaan air : 80% kebutuhan air di kota Bandung, berasal dari air tanah yang dapat menyebabkan kemerosotan kualitas, kuantitas dan lingkungan air tanah.
- Pertumbuhan penduduk : Jumlah penduduk kota Bandung, diprediksi akan mencapai 4,1 juta jiwa pada tahun 2031, melebihi daya dukung Kota Bandung.
- Kemarau panjang : Kota Bandung, diprediksi akan mengalami krisis air bersih jika tidak mampu mengelola sumber daya airnya .
Target Dirut baru PDAM
- Meningkatkan, kapasitas air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
- Mengoptimalkan, pengelolaan air tanah dan sumber daya air lainnya.
- Meningkatkan, kualitas air bersih dan sanitasi.
- Mengimplementasikan, strategi pengelolaan air yang lebih baik dan berkelanjutan.
Semoga saja Dirut baru, ke depan mampu mencapai target - target tersebut dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat kota Bandung!.
Tentunya yang harus dipersiapkan Dirut baru, pilihan semua, harus mampuh membuat strategi yang akan saya lakukan untuk mencapai target yang telah dikomitmenkan adalah :
1. Meningkatkan Efisiensi dan Kapasitas Produksi : Melakukan revitalisasi infrastruktur PDAM, meningkatkan kapasitas produksi air dan mengurangi kebocoran air.
2. Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan : Mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air, seperti air tanah, sungai dan waduk untuk meningkatkan ketersediaan air.
3. Peningkatan Kualitas Air : Meningkatkan kualitas air dengan melakukan pengolahan air yang lebih baik, pengawasan kualitas air dan peningkatan standar kualitas air.
4. Peningkatan Cakupan Layanan : Meningkatkan cakupan layanan air bersih ke daerah - daerah yang belum terjangkau, terutama di daerah pedesaan.
5. Kerjasama dengan Stakeholder : Meningkatkan kerjasama dengan pemerintah, masyarakat dan investor untuk meningkatkan kinerja PDAM dan mencapai target.
6. Pengembangan Teknologi : Mengimplementasikan teknologi yang lebih baik untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, seperti sistem informasi manajemen, pengawasan kualitas air dan lain - lain.
7. Peningkatan kapasitas SDM : Meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan, pengembangan dan peningkatan kompetensi.
Dengan strategi - strategi tersebut, saya yakin bahwa target yang telah dikomitmenkan dapat tercapai dan PDAM dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Berikut beberapa ide gagasan yang lebih spesifik :
1. Implementasi Sistem Pengolahan Air Pintar ( Smart Water Management) Menggunakan teknologi loT data analytics untuk memantau dan mengelola sistem air secara real-time, mengurangi kebocoran dan meningkatkan efisiensi.
2. Pengembangan Sumber Air Alternatif : Mengembangkan sumber air hujan, air limbah dan air laut untuk meningkatkan ketersediaan air.
3. Peningkatan Kualitas Air dengan Teknologi Membran : Menggunakan teknologi membran untuk meningkatkan kualitas air, mengurangi kontaminan dan meningkatkan efisiensi pengelolaan air.
4. Kerjasama dengan Komunitas : Meningkatkan kerjasama dengan komunitas lokal untuk meningkatkan kesadaran, akan pentingnya pengolahan air yang baikdan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan air.
5. Pengembangan Sistem Pembayaran yang Lebih Mudah :
Mengimplementasikan sistem pembayaran yang lebih mudah dan fleksibel, seperti pembayaran onlinedan mobile payment, untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan pelanggan
6. Peningkatan Kapasitas SDM dengan Pelatihan Online :
Meningkatkan kapasitas SDM PDAM dengan pelatihan online serta pengembangan kompetensi, untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan.
Catatan penting lainnya !, semoga saja dalam pemilihan seleksi calon Dirut baru dapat membuka kejujuran para stakeholder Kota Bandung, agar cita - cita harapan publik dan pemerintah terwujud. Dan, berguna sebanyak - banyaknya bagi umat manusia !.
Lakukan yang terbaik, belajar dari kesalahan yang sudah - sudah agar PDAM Tirtawening Kota Bandung, menjadi pilot projek Kota Kabupaten lainnya.
Editor Toni Mardiana.
Oleh : R Wempy Syamkarya SH,. MH. (PENGAMAT KEBIJAKAN PUBLIK DAN POLITIK).
