Oleh: Reni Sumarni
Pemberitaan kabar dari luar negeri tentang gebrakan presiden Amerika Serikat (AS), Donal Trump yang mendirikan sebuah badan Internasional untuk penanganan Gaza yang disebut dengan Board Of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian, yang diluncurkan pada tanggal 22 Januari 2026. Adapun negara yang bergabung dalam lembaga ini seperti, Arab Saudi, Qatar, Maroko, Turki, Israel termasuk Indonesia, dan juga ada beberapa negara lainnya.
Lembaga ini dibentuk untuk menghentikan kekerasan di Gaza dan membangun infrastruktur yang ada disana, akan tetapi faktanya tidak demikian karena pada akhirnya Gaza tetap diserang oleh zionis. Akan tetapi bersamaan dengan dibentuknya BoP, Amerika menghujani Iran dengan meluncurkan rudal, hingga akhirnya pecahlah perang antara keduanya.
Gelombang protes atas keberadaan BoP tidak hanya muncul di berbagai negara. Pun dalam negeri, respon besar masyarakat terhadap hal ini, muncul dari kalangan Mahasiswa yang kecewa kepada Presiden Prabowo yang malah bergabung dengan BoP. Hingga Para Mahasiswa pun melayangkan surat ke Kantor Kementerian Sekretariat Negara pada 4 Maret 2026, agar Indonesia segera keluar dari Board Of Peace ( BoP). Akan tetapi Prabowo menyatakan tidak mau gegabah dan memutuskan untuk keluar dari BoP ini, hingga akhirnya pembahasan tentang bergabungnya Indonesia di Bop ini ditunda.
Sebenarnya bukti ketidakberhasilan BoP sudah jelas, akan tetapi Amerika seakan tidak mau ambil pusing dan tetap membentuk lembaga ini, meskipun Palestina tetap diserang oleh Israel, yang intinya lembaga ini tidak bisa mewujudkan perdamaian antara Israel dan Palestina. Lalu untuk apa gunanya badan ini ada ?. Begitu juga dengan negara-negara yang bergabung dalam BoP ini tidak tau arahnya kemana, mereka hanya mengikuti arahan Amerika saja, karena mereka sadar tidak memiliki kekuatan seperti Amerika mereka hanya ikut-ikutan saja termasuk Indonesia.
Dan tujuan proyek BoP di bentuk, tidak lain dan tidak bukan hanya untuk menguasai Palestina, melucuti tentara Hamas dan mengusir penduduknya dari tanah Palestina, dengan dalih perdamaian, tapi pada nyatanya Amerika ingin Palestina menjadi negara jajahan Israel dan tentunya Amerika sendiri adalah sekutu dari Israel. Sungguh rencana dan strategi orang kafir benar-benar sangat licik bahkan Amerika tidak segan-segan meminta iuran pada anggota yang bergabung dengan BoP untuk mendanai lembaga ini, karena pada dasarnya Amerika sendiri sedang dilanda krisis ekonomi, akan tetapi mereka tidak ingin terlihat lemah dihadapan negara lain dan bersikap seolah-olah Amerika masih kuat.
Kenapa Indonesia tetap bertahan di BoP, karena intinya negara kita masih di dominasi oleh Amerika Serikat, dan jelas sudah bahwa Indonesia terjajah secara politik, hingga akhirnya indonesia hanya bisa mengikuti rencana Amerika.
Islam memandang bahwa haram hukumnya negara muslim bekerjasama dengan negara kafir dalam hal apapun, bahkan perjanjian dagang pun tidak boleh apalagi sampai orang kafir mendominasi orang muslim, sementara dalam perjanjian BoP ini yang mendominasi adalah Amerika, dimana negara-negara muslim yang bergabung di lembaga ini diminta iuran sebagai anggota BoP.
Bahkan Indonesia dikabarkan akan mengirimkan tentaranya ke Palestina untuk melucuti tentara Hamas, tentunya ini membuat geram rakyat Indonesia sendiri, dimana seharusnya kita mengirim tentara kesana untuk membantu mengusir penjajah, tapi ini kebalikannya malah membantu penjajah zionis menyerang tentara Palestina, sungguh sebuah pengkhianatan yang sangat besar bagi kaum muslim.
Bahkan saat Rasulullah saw memimpin perang, para musuh Islam sampai ketakutan hanya mendengar suara kaki kuda nya saja, akan tetapi saat ini kaum muslim tidak memiliki kekuatan seperti pada masa negara Islam tegak, padahal mayoritas penduduk beragama Islam. Seperti bunyi hadits di bawah ini." Bahkan pada hari itu jumlah kalian banyak, tetapi kalian seperti buih di lautan dan Allah akan menghilangkan rasa gentar dari dada musuh terhadap kalian dan Allah akan menimpakan kelemahan dalam hati kalian dan menampakkan wahn".( H.R. Abu Dawud ).
Para pemimpin yang memiliki penyakit cinta dunia dan takut mati (wahn), membuat mereka lupa akan kewajibannya dan rela menjadi antek barat.
Solusi untuk Palestina bukan BoP akan tetapi dengan Jihad dan tegaknya Daulah Islam agar negara mengirimkan pasukan tentara ke Palestina dan mengusir para penjajah dari tanah kaum muslim. Akan tetapi saat ini kita tidak bisa melakukan Jihad, karena negara Islam belum ada, disinilah kewajiban kaum muslim menerapkan syariat Islam dengan dakwah ke tengah-tengah umat, memahamkan umat akan wajibnya mendirikan negara Islam dan Jihad. Dan Islam melarang berhubungan baik dengan orang kafir, bahkan untuk menjadikan orang kafir sebagai teman dekat pun itu tidak dibolehkan. Wallahu a'lam bishshawab.
