Opini Publik,-
Penghapusan tenaga honorer di DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Bandung, disebabkan oleh kebijakan nasional yang tidak memperbolehkan perpanjangan kontrak kerja honorer jika mereka tidak memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( PPPK ). Alasan kuatnya, adalah untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme pegawai pemerintah serta mengurangi beban Keuangan negara.
Dalam kasus DLH Kota Bandung, sekitar 81 tenaga honorer dirumahkan karena tidak memenuhi syarat seleksi PPPK tahap 1 dan 2. Hal ini, menyebabkan kekurangan tenaga kerja sehingga harus menyesuaikan jadwal pengangkutan sampah dan mengoptimalkan kinerja petugas yang masih aktif.
Dari hasil pengamatan dan analisis, sebenarnya menyangkut teknis saja, bahkan paradoks DLH memerlukan jumlah pekerja yang cukup banyak dalam kondisi sampah saat ini, sudah tidak terkendali. Akan tetapi teknisinya bisa diatur, solusi yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja, seperti :
- Mengoptimalkan Teknologi : Menggunakan teknologi modern, seperti aplikasi pengolahan sampah, sistem monitoring dan lain - lain untuk mengurangi kebutuhan tenaga kerja.
- Mengubah Pola Kerja : Mengubah pola kerja dari manual ke digital, sehingga pekerja bisa fokus pada tugas - tugas yang lebih penting.
- Meningkatkan Kualitas Pekerja : Meningkatkan kualitas pekerja melalui pelatihan dan pendidikan, sehingga mereka bisa bekerja lebih efektif.
- Menggunakan Tenaga Kontrak : Menggunakan tenaga kontrak untuk mengisi kekurangan pekerja, sehingga tidak perlu menambah pekerja tetap.
- Kerja Sama dengan Masyarakat : Mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah, sehingga beban kerja DLH bisa berkurang.
Selain itu DLH juga perlu meningkatkan partisipasi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sampah, tentunya masyarakat bisa memahami dan mendukung upaya DLH.
Saya berpendapat, bahwa Walikota Bandung harus jeli dalam memilih kepala dinas, hindari penitipan - penitipan yang berkepentingan politik maupun personal yang mengakibatkan ketidak berdayaan memimpin dinas tersebut. DLH saat ini, memang perlu ditangani dengan serius.Pimpinan yang jujur dan mau belajar sangat diperlukan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas DLH.
Dengan adanya pimpinan yang jujur, utama penting DLH bisa :
- Meningkatkan kepercayaan masyarakat.
- Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.
- Mengoptimalkan penggunaan anggaran.
- Meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Perlu ada perubahan mindset dan budaya kerja di DL H, lebih terbuka dan akuntabel DLH.
Dengan adanya pimpinan yang jujur yakin DLH bisa :
- Meningkatkan kepercayaan masyarakat.
- Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.
- Mengoptimalkan penggunaan anggaran.
- Meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Perlu adanya perubahan mindset dan budaya kerja, di DLH untuk lebih terbuka dan akuntabel.
Evaluasi kinerja Kadis DLH perlu dilakukan secepatnya untuk memastikan, bahwa kepentingan publik lebih diutamakan dari pada kepentingan pribadi.
Bandung, memang perlu pemimpin yang berintegritas dan berorientasi dan berorientasi pada pelayanan publik.
Semoga saja ada perubahan positif di DLH dan pemerintah Kota Bandung, bisa lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Perubahan memang tidak mudah, kita bisa mendorong perusahaan itu terjadi.
Beberapa ide gagasan brilian untuk perubahan DLH :
- DLH jadi " DLH 4.0" : Mengintegrasikan teknologi 4.0, seperti loT dan AI serta big data untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sampah.
- Sampahku, Tanggung Jawab ku" :
Mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah dengan memberikan insentif dan penghargaan bagi mereka yang berhasil mengurangi sampah.
- DLH Goes Digital":
Mengdigitalkan semu proses pengolahan sampah, mulai dari pelaporan sampah hingga pembayaran retribusi untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
- Komunitas DLH" :
Membentuk komunitas yang terdiri dari warga, pelaku usaha dan pemerintah untuk berkolaborasi dalam pengelolaan sampah serta meningkatkan kesadaran lingkungan.
- DLH sebagai Edukator":
Mengubah peran DLH dari " pengawas", menjadi " edukator" yang memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat tentang pengolahan sampah yang baik.
Secara teknis, beberapa hal yang bisa dilakukan :
- Implementasi Sistem Manajemen Sampah Terintegrasi :
Mengintegrasikan sistem pengolahan sampah dari hulu ke hilir, mulai dari pengumpulan, pengangkutan, pengolahan hingga pembuangan akhir.
- Pengembangan Infrastruktur :
Meningkatkan infrastruktur pengolahan sampah, seperti pembangunan TPS dan TPA serta fasilitas pengolahan sampah lainnya.
- Peningkatan kapasitas SDM DLH :
Melalui pelatihan dan pendidikan, agar mampu untuk meningkatkan kemampuan dalam pengolahan sampah.
- Penggunaan Teknologi :
Menggunakan teknologi seperti sensor, drone dan aplikasi mobile untuk meningkatkan efisiensi juga efektivitas pengelolaan sampah.
- Monitoring dan Evaluasi :
Melakukan monitoring dan evaluasi, secara terus menerus untuk meningkatkan kualitas pengolahan sampah.
Kolaborasi program sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah dengan kolaborasi DLH bisa :
- Mengoptimalkan sumber daya :
Menggabungkan, sumber daya dari berbagai pihak untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sampah.
- Meningkatkan kesadaran masyarakat :
Mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah, melalui program - program edukasi dan kampanye.
- Mengembangkan solusi inovatif :
Mengajak, berbagi pihak untuk berkolaborasi dalam mengembangkan solusi inovatif untuk pengelolaan sampah.
- Kolaborasi bisa dilakukan dengan Pemerintah :
Kolaborasi dengan pemerintah pusat, provinsi dan Kabupaten/kota untuk meningkatkan pengelolaan sampah.
- Masyarakat :
Kolaborasi dengan masyarakat untuk meningkatkan, kesadaran dan partisipasi dalam pengelolaan sampah.
- Swasta :
Kolaborasi dengan perusahaan swasta untuk meningkatkan pengelolaan sampah dan mengembangkan solusi inovatif.
- Akademisi :
Kolaborasi dengan akademisi, untuk meningkatkan penelitian dan pengembangan dalam pengelolaan sampah.
Contoh kolaborasi program yang bisa dilakukan, adalah :
Program Sampahku, Tanggung Kawanku :
Kolaborasi antara DLH, masyarakat dan swasta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah.
- Program Edukasi Lingkungan :
Kolaborasi antara DLH akademisi dan masyarakat, dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah dan lingkungan.
- Catatan penting :
Semoga apa yang sudah saya paparkan ini, menjadi motivasi positif bagi DLH dan dinas terkait lainnya. Jadikan bahan sumber untuk didiskusikan semua pihak terkait, agar DLH betul - betul profesional dan harapan saya "DLH, meninggalkan kebiasaan - kebiasaan yang merugikan uang negara dan masyarakat.
Semoga ini dapat bermanfaat sebanyak banyaknya bagi umat manusia dimasa datang!..
Editor TN.
Oleh : R. Wempy SH,. MH. (PENGAMAT KEBIJAKAN PUBLIK DAN POLITIK).
