MADIUN - Rencana kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Rabu (14/01/2026), dianulir otoritas keamanan setempat. Hal itu sebagai antisipasi keamanan, dimana disekitar Bandara setempat berlangsung kemelut senjata api antara separatis OPM dengan pasukan TNI.
Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambon, yang dikonfirmasi koresponden melalui aplikasi pesan singkat, Rabu (14/01/2026), membenarkan serangan OPM di area Bandara Yahukimo, hingga mengakibatkan kegagalan kunjungan Wapres Gibran ke wilayah itu.
"Ya. Memang Gibran gagal mendarat. Itu karena konflik senjata sejak kemarin hingga saat ini, antara TPNPB-OPM dengan TNI,"kata Sambom.
Sementara Dasatgas Media Koops Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, dalam penjelasan terpisah membantah adanya insiden itu. Namun dia tidak menjawab, apakah Wapres Gibran akhirnya memilih bertolak ke Jakarta.
"Selamat sore. Maaf infonya (kejadian tersebut) hoaks," ungkap Wirya singkat.
Dalam siaran pers OPM, Sebby Sambom sebagai juru bicaranya mengatakan, pertikaian senjata prajurit TNI dengan OPM berlangsung sejak Selasa kemarin hingga Rabu ini. Sambom menggambarkan, penyerangan di wilayah Yahukimo oleh milisi Kodap XVI/ Yahukimo pimpinan Mayor (OPM) Kopitua Heluka itu dalam kondisi siaga satu, dengan sasaran utama Wapres Gibran.
Seluruh sipil bersenjata binaan OPM itu, menurut Sambom, memusatkan konsentrasinya disatu titik Objek Vital Nasional Bandara Dekai. Pasalnya disitu menjadi lalu lintas udara, keluar masuknya Wapres Gibran dan rombongan yang menjadi incaran OPM.
"Seluruh pasukan kami dalam posisi siaga satu di pusat Kota Dekai (Bandara Dekai). Dan akan tembak mati Gibran jika berani turun disini. Keberuntungan jika Gibran tidak turun di Yahukimo, ketimbang mati dengan kepala bocor ditembus peluru," Sambom beretorika.
Sambom juga menyoroti warga asli Papua yang bergabung di kabinet, maupun pejabat di bawah Presiden Prabowo Subianto sebagai musuhnya. Dia menilai, orang-orang tersebut sebagai pecundang yang mengkhianati perjuangan OPM dalam memperjuangkan kemerdekaan Papua. (fin)
