BANDUNG – Silaturahmi para musisi dan penggemar musik rock kembali digelar dalam tajuk SilatuRockMi III, sebuah agenda kebersamaan yang lahir dari kerinduan akan nilai persahabatan dan semangat “maen bareng” dalam satu suasana penuh makna.
Kegiatan ini berlangsung di Pawon Pitoe Cafe, Jl. Lengkong Besar No. 6, Kota Bandung, pada 15 Februari 2026, dan menjadi momentum silaturahmi yang ke-III bagi komunitas rock Bandung dan sekitarnya.
Ketua Panitia SilatuRockMi III, H. Al Ramdhoni, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan ruang temu lintas generasi dalam satu frekuensi yang sama.
“Silaturahmi para musisi rock yang ke-III ini kami gelar kembali untuk memenuhi kerinduan kami pada nilai persahabatan dan kebersamaan. Intinya, ini adalah silaturahmi penggemar dan musisi rock dengan media SilatuRockMi,” ujarnya.
Menurutnya, antusiasme musisi rock di Kota Bandung sangat tinggi. Banyak yang ingin bergabung dan tampil dalam satu panggung kebersamaan. Namun karena keterbatasan teknis dan kapasitas acara, belum semua dapat terakomodasi.
“Banyak sekali musisi rock yang ingin maen bareng. Namun karena keterbatasan yang ada pada kami, belum semuanya bisa kami penuhi. Mudah-mudahan ke depan, dalam momen SilatuRockMi berikutnya, kami bisa menghadirkan lebih banyak sahabat musisi dalam satu agenda penuh makna ini,” jelasnya.
Meski masih tergolong agenda sederhana, SilatuRockMi III dinilai memiliki nilai yang besar. Kesamaan paham, hobi, semangat, serta kedekatan hati menjadi fondasi utama kegiatan ini.
“SilatuRockMi mungkin sederhana, tetapi sarat value. Ada kesamaan semangat, kesatuan, dan keinginan untuk terus bersilaturahmi,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menyebut bahwa SilatuRockMi membawa misi membangkitkan kembali gairah musik rock seperti pada era 80/90-an.
“Walaupun tidak mudah, kami ingin membangkitkan lagi semangat musik rock seperti di zamannya dulu, era 80-90-an. Setidaknya ini menjadi wadah positif untuk berkumpul, berkarya, dan menjaga eksistensi,” tuturnya.
Adapun band-band yang meramaikan SilatuRockMi III antara lain: Ixan Rantas, Time Bomb, Blackjuice, Babone Rudal, Fellowships, Gie Band, The Venus, De Bagoes, Black Jade, Deadrock, dan Melandia. Deretan band tersebut menghadirkan warna musik rock yang beragam, memperkuat karakter panggung komunitas yang solid dan penuh energi.
Selain itu, acara ini juga dimeriahkan oleh sejumlah musisi dan performer seperti Temi Redpeanut, Ivom Mulansari, Gan Rose, Micky Cola, Aya Doenk, Sjarif Wiradinata, Andika, Abuto Tazmania, Azis Fender, Sep Alamsyah, Pei Bazz, dan Opick Mplo, serta dipandu oleh Hassan Gembala selaku host. Kehadiran mereka menambah semarak suasana kebersamaan dalam satu frekuensi: rock dan persaudaraan.
Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, SilatuRockMi diharapkan menjadi wadah positif bagi musisi dan penggemar rock di Bandung.
“Maen gak maen, kita kumpul. Panjang umur SilatuRockMi,” pungkas H. Al Ramdhoni penuh optimisme.
Pandangan Penasihat SilatuRockMi, tipiz tipiz Wawan Orait menegaskan, bahwa kegiatan ini harus tetap menjaga ruh kebersamaan.
Menurutnya, SilatuRockMi bukan sekadar tipiz-tipiz panggung musik, tetapi ruang silaturahmi yang dibangun atas dasar persaudaraan.
“Musik rock itu identik dengan karakter—jujur, berani, dan solid. Nilai itu yang harus terus dijaga. Jangan hanya keras di panggung, tapi juga kuat dalam persahabatan. SilatuRockMi harus tetap menjadi wadah yang merangkul, bukan memisahkan,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan SilatuRockMi konsisten menjadi rumah bersama bagi musisi dan penggemar rock, bukan sekadar acara seremonial, melainkan gerakan kebersamaan yang panjang umur.
“Intinya sederhana: kita jaga silaturahmi, kita jaga karakter, dan kita jaga rock tetap hidup dengan cara yang positif,” tutupnya.

Siapa yang tak kenal sosok Tokoh Pemuda Kota Bandung, Sony Teguh Prasatya. Figur yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kepemudaan dan sosial ini turut memberikan dukungan terhadap gelaran SilatuRockMi III.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan gerakan kultural yang mampu membangkitkan identitas positif generasi muda melalui musik rock.
“Musik rock sejak dulu punya karakter kuat—berani, jujur, dan penuh solidaritas. Nilai-nilai itu yang justru dibutuhkan generasi muda hari ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika dikelola dengan baik, SilatuRockMi dapat menjadi ruang untuk membangun konsistensi, loyalitas, dan keberanian generasi muda dalam berkarya serta menjaga persaudaraan.
Di tengah tantangan moral, derasnya arus digitalisasi, serta minimnya ruang ekspresi, menurutnya event seperti ini memiliki urgensi besar.
“Anak muda butuh wadah yang nyata, bukan hanya ruang virtual. Dukungan konkret sangat diperlukan agar SilatuRockMi tidak hanya menjadi agenda sesaat, tetapi tumbuh menjadi gerakan berkelanjutan yang berdampak sosial,” tegasnya.
Menurut Sony, selama kegiatan ini membawa energi positif dan memperkuat solidaritas, maka layak untuk didukung bersama. Kalau bang mau, saya bisa tambahkan closing dukungan untuk Wali Kota Bandung Kang Farhan biar makin kuat secara positioning publiknya. (B)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)