elitkita.com // Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., menekankan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan tanda kepangkatan, melainkan amanah besar yang harus diiringi dengan peningkatan kualitas diri, kedewasaan bersikap, serta tanggung jawab moral dalam setiap pelaksanaan tugas.
Penekanan tersebut disampaikan Kapolda Jabar saat memimpin Upacara Kenaikan Pangkat Polri dan PNS Polri Periode 1 Januari 2026 yang digelar di lingkungan Polda Jawa Barat, Jumat (2/1/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh personel Polri, ASN, serta keluarga yang turut memberikan dukungan moral.
Dalam amanatnya, Kapolda Jabar menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang memperoleh kenaikan pangkat. Menurutnya, capaian tersebut merupakan bentuk kepercayaan pimpinan atas dedikasi, loyalitas, serta kinerja personel dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Pada periode ini, tercatat sebanyak 588 personel Polda Jawa Barat menerima kenaikan pangkat, yang terdiri dari 60 Perwira Menengah, 87 Perwira Pertama, 388 Bintara, 36 Tamtama, serta 17 Pegawai Negeri Sipil. Jumlah tersebut mencerminkan besarnya potensi sekaligus tanggung jawab yang melekat pada setiap personel yang naik pangkat.
Kapolda Jabar menegaskan bahwa pangkat yang lebih tinggi harus tercermin dalam pola pikir, pola sikap, dan pola tindak, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa tantangan tugas Polri ke depan akan semakin kompleks seiring dengan dinamika pembangunan nasional dan kebijakan strategis pemerintah.
“Kenaikan pangkat bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga amanah yang harus dijawab dengan profesionalisme, integritas, serta kemampuan mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung jawab, terutama dalam melayani masyarakat,” tegasnya
Lebih lanjut, Kapolda Jabar menekankan pentingnya peran Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat sebagai prasyarat utama keberhasilan pembangunan. Oleh karena itu, seluruh personel dituntut untuk hadir secara profesional dalam menjalankan fungsi pemeliharaan kamtibmas, penegakan hukum yang berkeadilan, serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada Masyarakat.
Menutup amanatnya, Kapolda Jabar mengingatkan seluruh personel agar senantiasa menjaga integritas, disiplin, dan etika profesi, serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat mencederai kehormatan diri, keluarga, dan institusi Polri. “Layani masyarakat dengan hati yang tulus, sikap humanis, empati, dan profesional. Maknai setiap penugasan sebagai kehormatan dan jadikan prestasi sebagai tradisi dalam setiap pelaksanaan tugas,” tutup Kapolda Jabar. https://tribratanews.jabar.polri.go.id/kapolda-jabar-kenaikan-pangkat-harus-tercermin-dalam-kedewasaan-sikap-dan-pelayanan-yang-lebih-humanis/
Kepemimpinan Pelayanan yang Lebih Humanis
Secara umum Kepemimpinan pelayanan yang humanis adalah model kepemimpinan yang menempatkan kesejahteraan manusia dan martabat individu sebagai inti dari setiap keputusan dan tindakan. Pada tahun 2026, pendekatan ini menjadi tren utama dalam organisasi modern untuk membangun kepercayaan publik dan loyalitas tim di tengah disrupsi teknologi.
Adapun pilar utama kepemimpinan pelayanan yang humanis:
Karakteristik Utama (Servant Leadership)
Kepemimpinan ini berakar pada konsep servant leadership, di mana seorang pemimpin adalah pelayan terlebih dahulu sebelum menjadi pemimpin. Ciri-cirinya meliputi: Empati dan Mendengarkan: Berusaha memahami aspirasi serta kekhawatiran tim dan masyarakat secara mendalam, termasuk hal-hal yang tidak terucapkan. Secara konsep sedang dilaksanakan dengan adanya manajemen Talenta dalam jenjang organisasi.
Transformasi Paradigma: Dari Pengamanan ke Pelayanan
Polri melakukan perubahan doktrin di mana setiap tindakan kepolisian, termasuk pengamanan unjuk rasa dan penegakan hukum, harus mengutamakan sisi kemanusiaan tanpa mengabaikan ketegasan hukum. Pemimpin di setiap tingkatan diinstruksikan untuk lebih maksimal turun langsung ke basis masyarakat guna mendengar aspirasi secara mendalam.
Prioritas pada Kelompok Rentan dan Masyarakat Kecil
Kepemimpinan Polri kedepan memberikan perhatian khusus pada:Kehadiran Langsung. Kapolri menginstruksikan jajaran untuk menjadi yang terdepan dalam menolong masyarakat kecil dan kelompok rentan.
Patroli Dialogis: Penggunaan komunikasi terbuka untuk mengidentifikasi potensi gangguan keamanan melalui interaksi santun dengan warga. Pelayanan Tanpa Pamrih (Serve Selflessly) berupa Menerapkan konsep servant leadership (kepemimpinan pelayan) yang mendukung anggota dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat. (berbagai sumber ; ed.A'hendra)
