
Kepastian tersebut disampaikan Farhan usai melakukan peninjauan langsung pelaksanaan MPLS di sejumlah sekolah, di antaranya SMP Negeri 3, SMP Negeri 10, SD Negeri 047, dan SMP Negeri 43 Kota Bandung.
![]() |
Menurut Farhan, seluruh anak usia sekolah yang telah mengikuti proses penerimaan peserta didik kini telah mendapatkan akses pendidikan. Ia menyebut tidak ada lagi siswa yang belum memperoleh kursi sekolah pada awal tahun ajaran baru ini.
Pada tahun ajaran 2026/2027, sekitar 22 ribu siswa diterima di jenjang SD Negeri dan sekitar 19 ribu siswa masuk ke SMP Negeri. Sementara itu, kurang lebih 10 ribu siswa lainnya melanjutkan pendidikan di sekolah swasta, sehingga total peserta didik baru di Kota Bandung mencapai sekitar 51 hingga 52 ribu anak.
Pemkot Bandung, kata Farhan, tetap memberikan perhatian kepada siswa yang bersekolah di lembaga pendidikan swasta melalui berbagai skema bantuan pendidikan agar seluruh anak memiliki kesempatan belajar yang sama.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa kawasan yang belum memiliki akses pendidikan yang memadai. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota Bandung akan memprioritaskan pembangunan sekolah baru di wilayah yang memang membutuhkan, sehingga layanan pendidikan dapat menjangkau seluruh masyarakat secara lebih merata.
Selain memperluas akses sekolah formal, Pemkot Bandung juga menyiapkan jalur pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) bagi anak-anak yang belum pernah mengenyam pendidikan. Langkah ini dinilai menjadi solusi agar mereka tetap memperoleh hak belajar sesuai kondisi masing-masing.
Farhan berharap kegiatan MPLS dapat menjadi momen positif bagi para peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, para guru, serta budaya belajar yang akan mereka jalani selama menempuh pendidikan.
"Semoga seluruh siswa dapat mengikuti MPLS dengan semangat dan menjadikannya sebagai awal yang baik untuk meraih prestasi di sekolah," harapnya. (B)



