Bandung | elitkita.com – Pemerintah Kota Bandung terus mengajak masyarakat untuk melengkapi imunisasi sesuai jadwal sebagai upaya melindungi kesehatan individu sekaligus memperkuat kekebalan masyarakat terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah. Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mewujudkan Bandung Sehat Berdaya menuju Bandung Utama. Kamis (23/7/2026).
Ajakan itu mengemuka dalam Sonata Talkshow bertajuk "Vaksin Melindungi, Imunisasi Menyelamatkan: Bersama Wujudkan Bandung Sehat", yang menghadirkan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Dr. dr. Agung Firmansyah Sumantri, Sp.PD., KHOM., MMRS., FINASIM, bersama Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Dadan Mulyana Kosasih, Sp.DLP., PhD.
Katanya, manfaat vaksin baru dapat dirasakan apabila diberikan melalui proses imunisasi yang tepat. Selain melindungi individu, imunisasi juga berperan penting dalam membangun herd immunity sehingga risiko penyebaran penyakit di lingkungan masyarakat dapat ditekan.
Ia mengungkapkan, program imunisasi saat ini menerapkan pendekatan sepanjang siklus kehidupan, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa hingga lanjut usia, dengan jenis vaksin yang disesuaikan kebutuhan masing-masing kelompok usia.
Agung juga mengingatkan para orang tua agar memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal yang telah ditetapkan serta menyimpan kartu imunisasi sebagai dokumen penting untuk memantau riwayat pemberian vaksin.
Menurutnya, upaya pencegahan melalui imunisasi jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan ketika penyakit telah terjadi. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat bersama-sama mendukung program imunisasi demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
Sementara itu, Dadan Mulyana Kosasih mengungkapkan, cakupan imunisasi di Kota Bandung masih perlu terus ditingkatkan agar target yang ditetapkan pemerintah dapat tercapai secara optimal.
Ia menjelaskan, pencapaian target imunisasi sangat penting untuk membentuk kekebalan kelompok. Apabila cakupan belum memenuhi sasaran, maka perlindungan masyarakat terhadap penyakit tertentu juga belum maksimal.
Menurut Dadan, masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program imunisasi, di antaranya penyebaran informasi yang tidak benar mengenai vaksin, keraguan sebagian masyarakat, perbedaan data sasaran dengan kondisi di lapangan, hingga mobilitas penduduk yang menyebabkan riwayat imunisasi tidak seluruhnya tercatat.
Selain itu, ungkapnya, masih ada pelayanan imunisasi yang dilakukan oleh rumah sakit maupun dokter spesialis anak yang belum seluruhnya dilaporkan ke Sistem ASIK (Aplikasi Sehat Indonesiaku), sehingga data administrasi belum menggambarkan pelayanan yang sebenarnya.
Karena itu, Dinas Kesehatan Kota Bandung terus mendorong seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk melaporkan setiap layanan imunisasi ke dalam sistem tersebut agar data yang tersedia semakin akurat dan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan kesehatan.
Di sisi lain, pemerintah juga terus memperluas akses layanan melalui Posyandu. Dari ribuan Posyandu yang tersebar di Kota Bandung, sebagian besar telah aktif memberikan pelayanan imunisasi kepada masyarakat.
Dadan mengatakan, selain memperkuat layanan, pihaknya juga terus menggencarkan edukasi melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media digital, media sosial, kader kesehatan, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama. Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus menangkal hoaks terkait imunisasi.
Ia menegaskan, imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan yang terbukti efektif dan efisien dalam mencegah penyakit. Menurutnya, biaya yang dikeluarkan untuk imunisasi jauh lebih kecil dibandingkan biaya pengobatan penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi.
(B)

.jpeg)

.jpeg)