Bandung | elitkita.com – Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat transformasi digital dengan menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai fokus utama dalam pengembangan layanan publik. Melalui program Badami (Bandung Diskusi dan Monitoring Inovasi), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan kritik, saran, hingga ide inovatif sebagai bahan evaluasi peningkatan kualitas layanan digital.
Program yang dikembangkan Diskominfo tersebut menjadi sarana kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, kalangan akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan agar pengembangan layanan digital tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat.
Ketua Tim Evaluasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfo Kota Bandung, Ganjar Setya Pribadi, mengatakan Badami hadir sebagai wadah yang memungkinkan masyarakat terlibat langsung dalam proses penyempurnaan layanan publik berbasis digital.
> "Badami menjadi ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan, kritik, maupun saran terhadap berbagai layanan digital Pemerintah Kota Bandung. Seluruh aspirasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," katanya dalam siaran langsung Radio Sonata berkolaborasi dengan PR FM, Kamis (16/7/2026).
Menurut Ganjar, pendekatan yang dilakukan tidak lagi sebatas menggelar forum diskusi, tetapi juga melibatkan berbagai unsur masyarakat melalui kerja sama dengan perguruan tinggi serta pelaksanaan survei di sejumlah layanan publik.
Selain kegiatan sosialisasi dan diskusi di lingkungan kampus, Diskominfo juga memanfaatkan media digital seperti podcast, talkshow, dan survei daring agar partisipasi masyarakat semakin luas.
Ia menjelaskan, pada 2026 Diskominfo mulai menerapkan sistem penilaian sederhana atau single question rating pada sejumlah layanan digital milik Pemerintah Kota Bandung. Melalui mekanisme tersebut, masyarakat cukup memberikan penilaian singkat sekaligus menyampaikan kendala yang masih ditemukan saat menggunakan layanan.
Ganjar menuturkan, informasi yang diperoleh dari masyarakat menjadi dasar dalam menentukan aspek layanan yang perlu dibenahi sehingga pengembangan teknologi benar-benar berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Berbagai layanan publik seperti administrasi kependudukan, perizinan, hingga pelayanan ketenagakerjaan secara bertahap akan menerapkan sistem tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan.
Menurutnya, transformasi digital saat ini tidak lagi diukur dari banyaknya aplikasi yang dimiliki pemerintah, melainkan sejauh mana layanan tersebut mudah digunakan, transparan, dan mampu mempermudah masyarakat.
> "Yang menjadi prioritas adalah bagaimana pelayanan publik hadir sesuai kebutuhan masyarakat. Teknologi hanyalah alat, sedangkan tujuan utamanya adalah memberikan pelayanan yang semakin mudah, cepat, dan efektif," ungkapnya.
Ganjar juga mengungkapkan, sejumlah masukan masyarakat yang dihimpun melalui proses evaluasi telah mendorong penyempurnaan layanan administrasi kependudukan. Salah satunya melalui integrasi layanan dengan fasilitas kesehatan sehingga proses penerbitan dokumen kependudukan setelah persalinan menjadi lebih praktis.
Dalam pelaksanaannya, Badami turut melibatkan mahasiswa melalui program magang. Mereka diterjunkan untuk melakukan survei lapangan dan menggali pengalaman masyarakat saat menggunakan berbagai layanan publik.
Salah seorang mahasiswa magang dari Telkom University, Myiesha Gilda A, mengatakan hasil survei terhadap pengguna layanan wisata Bandros menunjukkan mayoritas masyarakat memberikan respons positif, terutama terkait kemudahan pembayaran digital menggunakan QRIS dan keberadaan pemandu wisata yang membantu memberikan informasi selama perjalanan.
Melalui program Badami, Pemerintah Kota Bandung berharap budaya partisipasi masyarakat dalam memberikan masukan terhadap layanan publik terus berkembang. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan inovasi layanan digital yang semakin efektif, inklusif, dan tepat sasaran bagi seluruh warga Kota Bandung.(B)
