Penanganan longsornya TPT tersebut bermula dari adanya laporan masyarakat yang disampaikan tokoh warga, Aceng Tato (Kebat Sigap), kepada pihak kelurahan menemui lurah pak E. Sirojudin S.A.P, Setelah dilakukan komunikasi dan koordinasi dengan UPT DAS Kota Bandung, petugas langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.
Menurut keterangan pihak UPT DAS, longsor pada TPT diketahui setelah adanya laporan pengaduan dari masyarakat. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi tersebut diduga disebabkan banyaknya bangunan di atas maupun di sekitar TPT sehingga mengurangi daya tahan konstruksi.
Pihak UPT DAS juga menjelaskan bahwa pemeriksaan lapangan dilakukan secara berkala setiap ada kegiatan pemeliharaan, termasuk identifikasi kerusakan yang memerlukan perbaikan maupun penyuntikan TPT.
Terkait laporan sebelumnya, UPT DAS membenarkan bahwa telah ada aduan dari masyarakat mengenai kondisi TPT tersebut.
Kondisi saat ini dikategorikan darurat karena lokasi longsor berada dekat pemukiman warga dan akses jalan aktif. Sebagai langkah penanganan awal, petugas melakukan sterilisasi material di area DAS guna mengurangi potensi penyumbatan apabila terjadi peningkatan debit air.
Untuk penanganan lanjutan, pihak UPT DAS menyampaikan rencana perbaikan akan dilakukan melalui pemasangan kembali TPT di lokasi yang mengalami longsor agar tidak terjadi longsor susulan yang dapat membahayakan warga sekitar. (B)
humas: UPT DAS Syarif Abdulah.


