Viral di kota Medan, telah terjadi peristiwa tragis pembunuhan, di mana korbannya adalah ibu kandung dan pelakunya adalah anak kandungnya sendiri. Mirisnya, pelaku masih di bawah umur.
Polrestabes kota Medan mengungkap kronologi pembunuhan tersebut, di mana korban mendapat 26 tusukan. Motif si anak melakukan pembunuhan tersebut adalah karena kesal game online dan serial anime kesukaannya yang ada di handphone-nya dihapus. Pelaku melakukan penusukan terhadap ibunya karena terinspirasi oleh serial anime yang ditontonnya, di mana ada adegan pembunuhan dengan cara ditusuk menggunakan pisau.
Di Batam, seorang siswa SMP melakukan penyerangan ancaman bom melalui aplikasi WhatsApp sekolah karena terinspirasi oleh game online. Setelah dilakukan penelusuran, Dirreskrimsus Polda Kepri, Kombes Silvester Simamora, mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan dan memastikan pelaku tidak memiliki keterkaitan dengan jaringan tertentu. Kombes Silvester Simamora menambahkan bahwa anak tersebut hanya iseng dan ikut-ikutan saja. Namun, tetap saja itu menimbulkan kericuhan dan kekhawatiran orang yang menerima ancaman.
Berbagai kasus kekerasan akibat terinspirasi oleh game online (bullying, bunuh diri, teror bom di sekolah, dan pembunuhan) menunjukkan dampak negatif yang signifikan. Game online mengandung kekerasan yang bebas dan mudah diakses oleh anak-anak, sehingga berpengaruh pada emosi dan kesehatan mental mereka.
Pengaruh buruk game online terhadap anak-anak hingga saat ini sungguh meresahkan, mengingat anak-anak adalah aset generasi penerus peradaban masa depan yang gemilang. Generasi saat ini tumbuh beriringan dengan pesatnya digitalisasi, yang sedikit banyak berpengaruh pada pembentukan karakter, emosi, dan kesehatan mental.
Platform digital tidak netral; banyak nilai dan ajaran yang merusak dikemas dalam bentuk game yang menarik. Ini dimanfaatkan oleh kapitalisme global untuk meraup keuntungan tanpa peduli akan kerusakan generasi dan kehidupan manusia.
Sistem kehidupan kapitalisme sekuler menampilkan wajah kehidupan tanpa berasaskan agama. Hal ini menjadikan generasi di ruang digital mudah dijadikan subjek dengan konten ikut-ikutan, saling meniru gaya hidup hedonis dan liberal, serta menjajakan gaya hidup permisif dan kapitalistik.
Selain sebagai subjek, generasi muda juga menjadi objek pengarusan informasi, pemahaman, dan pemikiran ideologi kapitalisme sekuler, di mana nilai salah dan benar diputuskan menurut mayoritas media sosial. Inilah yang memberikan dampak buruk bagi generasi muda yang rentan terpapar pengaruh buruk digitalisasi.
Kaum Muslim patut mewaspadai berbagai dampak buruk dari kecanduan game online. Karena bukan hanya penyakit fisik dan mental yang akan muncul pada anak, tetapi juga perilaku buruk yang memicu tindakan kekerasan, perundungan, pelecehan, hingga pembunuhan.
Dalam sistem Islam, negara diwajibkan untuk menjaga dan melindungi generasi dari segala bentuk kerusakan. Sudah saatnya umat sadar akan bahaya digitalisasi. Selamatkan generasi Muslim dari dampak buruk dan bahaya game online.
Generasi Muslim harus berkepribadian Islam dan menjadikan akidah sebagai dasar dari pola pikir dan pola sikapnya. Mereka akan tumbuh dan berkembang menjadi generasi taat, cerdas, dan produktif untuk kemaslahatan umat. Game online hanyalah permainan yang tidak mempengaruhi pola sikap dan pola pikirnya, dan tidak menjadikan generasi lalai akan tujuan hidupnya.
Di sini, dibutuhkan peran negara sebagai kontrol digitalisasi, di mana peran negara adalah menyaring dan meminimalisir game atau aplikasi yang tidak sesuai untuk umat dan generasi. Negara menerapkan sistem pendidikan Islam dan sistem perekonomian Islam, semuanya yang sesuai syariat; negara hanya akan berfokus pada kemaslahatan umat.
Sungguh, umat Islam sangat merindukan negara dengan sistem Islam yang menjaga umat dari berbagai kerusakan dan kemudharatan. Karena generasi penerus peradaban yang cemerlang hanya akan lahir dari akidah yang benar, sesuai Alquran dan Sunnah, serta sistem yang cemerlang, yaitu sistem Islam kaffah.
Wallahualam bi shawab
Penulis : Yuli Yana Nurhasanah
