JAKARTA – Sebanyak 120 pecatur dari sejumlah negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, Australia, dan Thailand, berkumpul di Ballroom Rumah Batavi Hotel, Jakarta, untuk mengikuti Speed Management FIDE Rated Prof. Dr. Achmad Tjachja Nugraha Cup, sebuah FIDE Rated Standard Chess Tournament dengan format waktu 30 menit + 30 detik increment (30m + 30s).
Turnamen bergengsi yang telah memperoleh pengakuan resmi dari FIDE (Fédération Internationale des Échecs) ini tidak hanya menjadi ajang persaingan di atas papan catur, tetapi juga menjadi wadah pembinaan prestasi, pengembangan karakter, serta mempererat persahabatan antarpecatur dari berbagai daerah dan negara.
Prof. Dr. Achmad Tjachja Nugraha mengatakan, generasi muda membutuhkan ruang positif untuk tumbuh, belajar, berkompetisi, sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki.
"Anak muda membutuhkan wadah untuk tumbuh, belajar, berkompetisi, dan mengembangkan potensi," ujar Prof. Achmad Tjachja Nugraha.
Menurutnya, penyelenggaraan Prof. Dr. Achmad Tjachja Nugraha Cup memberikan kesempatan bagi para pecatur, khususnya generasi muda, untuk menguji kemampuan dalam suasana yang sehat, sportif, dan berstandar internasional.
"Catur bukan sekadar permainan yang mempertemukan dua orang di atas papan. Catur mengajarkan kita untuk berpikir sebelum mengambil keputusan, menyusun strategi, serta bertanggung jawab atas setiap langkah yang diambil," katanya.
Ia menambahkan, setiap langkah dalam permainan catur menuntut konsentrasi, ketenangan, kesabaran, kemampuan menganalisis berbagai kemungkinan, serta keberanian mengambil keputusan. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam membangun kepemimpinan.
Prof. Achmad juga menilai kehadiran 120 peserta dari berbagai negara menjadi bagian penting dalam membangun persahabatan internasional melalui olahraga.
"Pertemuan para pecatur dari berbagai daerah dan negara menjadi kesempatan untuk saling belajar, membangun pengalaman, dan memperluas hubungan," tuturnya.
Keberagaman peserta menunjukkan bahwa catur merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan masyarakat lintas budaya, bahasa, dan negara. Di tengah kompetisi yang ketat, para peserta tetap memiliki ruang untuk menjalin komunikasi, bertukar pengalaman, dan memperkuat jejaring internasional.
Bagi generasi muda, pengalaman mengikuti turnamen berstandar FIDE menjadi modal berharga untuk membangun mental juara, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengasah kemampuan berpikir kritis dan strategis.
Selain mengejar prestasi, olahraga catur juga mengajarkan disiplin, sportivitas, penghormatan kepada lawan, kemampuan menerima hasil dengan lapang dada, serta tanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil.
Karena itu, Speed Management FIDE Rated Prof. Dr. Achmad Tjachja Nugraha Cup tidak hanya dipandang sebagai sebuah kompetisi catur internasional, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan karakter, kepemimpinan, dan prestasi.
Melalui turnamen yang diikuti 120 pecatur dari lima negara ini, diharapkan lahir semakin banyak pecatur Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus menjadi generasi yang cerdas, berintegritas, dan berkarakter.
