Bandung Barat – Yayasan Bentang Alam Indonesia (YBAI) hadir dalam rangkaian Hari Lahir (Harlah) PKB bukan sekadar sebagai tamu undangan. Kehadiran YBAI menjadi simbol ajakan kepada masyarakat agar semakin peduli terhadap kondisi lingkungan yang saat ini dinilai semakin memprihatinkan.Minggu 26 Juli 2026.
Ketua YBAI, Ahmad Sastra, dalam kesempatan tersebut menjelaskan latar belakang berdirinya yayasan ini. Menurutnya, YBAI lahir dari keprihatinan para akademisi, pemuda, aktivis lingkungan, dan rekan-rekan dari sektor usaha terhadap kondisi lingkungan, khususnya di Bandung Barat dan Jawa Barat.
"Kami melihat secara objektif bahwa kondisi lingkungan di Bandung Barat saat ini sangat kritis. Ada dua isu besar yang sampai saat ini belum teratasi, yaitu pembuangan limbah kotoran sapi dan persoalan sampah yang menjadi isu sangat kompleks di Jawa Barat," ujar Ahmad Sastra.
"Untuk langkah ke depan, kita butuh kolaborasi lintas sektor. Kami juga butuh dukungan dari Komisi III DPRD KBB agar bisa mendorong pemerintah maupun sektor swasta untuk sama-sama mendukung upaya pelestarian lingkungan di Bandung Barat," tambahnya.
Kolaborasi dengan KPSBU Kelola Kotoran Sapi Jadi Bernilai Ekonomi
Terkait isu limbah peternakan, YBAI juga telah menindaklanjuti kesepakatan dengan Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) mengenai pengelolaan kotoran sapi.
Ahmad Sastra menjelaskan, YBAI mengajak KPSBU untuk studi banding ke peternakan cacing. Konsepnya, kotoran sapi atau kohe diolah melalui budidaya cacing dan biogas. Hasilnya, kohe menjadi pupuk organik dan cacingnya bisa dijual lagi ke farmasi, pemancing, hingga ke bandar. Dengan begitu tidak ada limbah dari peternakan yang terbuang percuma.
"Alhamdulillah, tanggapan dari KPSBU positif dan saat ini tinggal menunggu realisasi. Karena kami sebagai pendamping masyarakat juga membutuhkan fasilitas untuk mendukung program ini," jelas Ahmad Sastra.
YBAI berharap melalui kolaborasi ini, persoalan lingkungan di Bandung Barat bisa ditangani bersama, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat, dunia usaha, dan legislatif.
(Yusup)
.jpeg)

