
elitkita.com // Upaya penguatan layanan air bersih di Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Cimeta terus menunjukkan progres positif. Proyek strategis berkapasitas 50 liter per detik (lpd) tersebut kini telah memasuki tahapan penting di tingkat kementerian setelah usulan bantuan pendanaannya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) resmi diterima.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi terbaru, pemberkasan usulan SPAM Cimeta saat ini tengah berada dalam proses pemenuhan readiness criteria (RC), yakni sejumlah persyaratan teknis dan administratif yang wajib dipenuhi sebelum proyek dapat direalisasikan melalui skema pendanaan APBN.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Wibawa Mukti Dedy Hermansyah, S.H menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak agar seluruh tahapan dapat segera dituntaskan.
“Berkas sudah kami sampaikan ke kementerian, saat ini sedang dalam tahap pemenuhan RC. Kami optimistis proses ini bisa segera tuntas,” ujarnya.
Dedy menambahkan, koordinasi lanjutan antara Balai PU, Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat, dan Perumda TWM dijadwalkan kembali berlangsung pada 4 Mei 2026 untuk menyempurnakan data teknis dan kelengkapan dokumen sesuai ketentuan kementerian.
“Pertemuan berikutnya akan fokus pada penyempurnaan data teknis dan kelengkapan dokumen agar sesuai dengan ketentuan,” tambahnya.
Nilai investasi pembangunan SPAM Cimeta diperkirakan mencapai Rp20 miliar hingga Rp25 miliar. Anggaran tersebut diajukan melalui bantuan APBN mengingat skala proyek yang cukup besar dan mencakup pembangunan infrastruktur utama sistem penyediaan air minum.
Beberapa komponen utama yang akan dibangun di antaranya meliputi bangunan intake untuk pengambilan air baku dari Sungai Cimeta, Instalasi Pengolahan Air (IPA) guna memastikan kualitas air layak konsumsi, jaringan pipa transmisi berdiameter besar menuju wilayah pelayanan di Padalarang, hingga pembangunan reservoir sebagai pusat penampungan dan stabilisasi distribusi air.
Investasi tersebut dinilai strategis bagi KBB karena akan memperkuat kemandirian layanan air minum Perumda Tirta Wibawa Mukti. Jika proyek rampung, perusahaan daerah itu diperkirakan mampu melayani tambahan sekitar 4.000 hingga 5.000 Sambungan Rumah (SR) baru secara mandiri tanpa harus membeli air curah atau bergantung pada infrastruktur milik Kabupaten Bandung.
Selain meningkatkan cakupan pelayanan, keberadaan SPAM Cimeta juga diharapkan menjadi solusi jangka panjang terhadap kebutuhan air bersih masyarakat yang terus meningkat seiring pertumbuhan kawasan permukiman dan aktivitas ekonomi di wilayah Bandung Barat. (a'hendra)