Bandung — Komunitas VIPER Indonesia (Never Die) memperingati Milangkala atau Hari Jadi ke-34 melalui kegiatan bertajuk Jejak Sejarah VIPER Indonesia, Minggu (1/2/2026) di Bojongsoang Balong Abah Oom. Acara berlangsung khidmat dan penuh nuansa persaudaraan, dihadiri pembina, penasehat, sesepuh, senior, anggota lintas generasi, serta komunitas sahabat.
Dalam sambutannya, Ketua Umum VIPER Indonesia, Rendra Ariyana, A.Md, mengajak seluruh anggota mensyukuri perjalanan panjang organisasi yang telah berdiri sejak 1992.
“VIPER lahir dari pertemanan sederhana di kawasan Cicadas. Dari tongkrongan kecil para perintis—Kodir, Budi, Benk, Endi, Slank, dan Usenk—lahirlah komunitas yang hingga kini tetap berpegang pada filosofi Integrity, Power, Endurance, Respect, dengan motto Never Die,” ujar Rendra. Senin 02/02/2026
Seiring waktu, kata Rendra, keluarga besar VIPER terus berkembang dengan hadirnya tokoh-tokoh seperti Bang Angga, Pongo, Kemal, Acreug, Yadi Komeng, Hendra Rabet, Roni Ronay, Unyil, Agan, hingga Asep Pochong, serta banyak sosok lainnya dari wilayah Bandung Tengah dan Bandung Timur yang turut mewarnai dan menguatkan perjalanan organisasi.
Pada kesempatan tersebut, Rendra juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghormatan kepada jajaran Pembina A. Sony Teguh Prasatya, para Penasehat Ayah Dedi, Wa Aji, Wa Didaw, Sesepuh Kang Daud, Abah Yadi serta para senior VIPER yang konsisten mendampingi organisasi hingga usia 34 tahun.
Tak lupa, keluarga besar VIPER mengirimkan doa dan Al-Fatihah untuk para senior yang telah wafat, di antaranya Alm. Asep Morphin, Alm. Bongki, Alm. Usup Ene, Alm. Dalbho, Alm. Iwan Dole, Alm. Bob, Alm. Uyan, serta Alm. Deden Paraden dari komunitas CU-X.
Dan kutipan sambutan Dewan Penasehat, VIPER Indonesia, Wa Dadi, menyampaikan.
Dukungan penuh serta rasa bangga atas dedikasi dan perjuangan seluruh anggota VIPER yang telah menjaga loyalitas dan persaudaraan selama 34 tahun perjalanan organisasi. Menurutnya, konsistensi tersebut telah melahirkan regenerasi yang produktif dan siap melanjutkan perjuangan para senior pendahulu. Ujar Wadi
Rendra juga mengapresiasi kehadiran dan dukungan komunitas sahabat, seperti NATO, IKB Brigez, XTC Indonesia, Moonraker, GBR, Pos-1, BBC, Kebat, FKPPI, Viking Cicadas, Keluarga Besar Cicadas, Tuar Bersatu, Sauyunan, SBNI, YGANN, serta pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
“Bismillah, semoga persaudaraan keluarga besar VIPER semakin solid, kompak, dan bermanfaat bagi semua,” tegasnya.
Sementara itu, Dewan Pembina VIPER Indonesia, Sony Teguh Prasatya, dalam pesannya menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan komunikasi internal.
“Terus jaga kebersamaan, perkuat komunikasi, dan rutinkan Silaturahim. Dari ide dan gagasan yang terus hidup, VIPER akan melangkah lebih baik ke depan,” ujarnya.
Memasuki usia 34 tahun, VIPER Indonesia dinilai telah melalui perjalanan panjang yang penuh dinamika. Namun, berbagai tantangan tersebut justru menjadi proses pendewasaan organisasi.
“Kita masih ada di sini, masih berdiri, dan masih bersama. Ini bukti bahwa persaudaraan VIPER tetap terjaga,” tutup Rendra.
Dengan semangat persaudaraan dan loyalitas yang terus terjaga, VIPER Indonesia menatap masa depan dengan optimisme, menjadikan Milangkala ke-34 sebagai momentum memperkuat soliditas dan kebermanfaatan bagi anggota maupun lingkungan sekitar. (B)


