Jakarta - Kementerian Dalam Negeri menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 pada hari ini, yang mendapat apresiasi dari kalangan akademisi.
Forum tersebut dinilai penting untuk memperkuat koordinasi kebijakan pembangunan nasional dan daerah dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Achmad Tjachja Nugraha, mengatakan Rakornas menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam implementasi program prioritas presiden.
“Rakornas ini penting sebagai titik temu kebijakan. Ia menunjukkan komitmen pemerintah pusat untuk melibatkan daerah secara aktif dalam agenda pembangunan nasional,” kata Prof. Achmad, Senin 2 Januari 2026
Menurut dia, tema Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden mencerminkan kesadaran pemerintah bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada pusat. Daerah, kata dia, memegang peran kunci dalam menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam layanan publik.
Prof. Achmad menilai pelaksanaan Rakornas pada awal tahun anggaran juga tepat secara strategis. Dengan begitu, hasil koordinasi dapat langsung dijadikan rujukan bagi pemerintah daerah dalam penyusunan dan penyesuaian program kerja sepanjang 2026.
“Kalau sinkronisasi dilakukan sejak awal, potensi tumpang tindih program bisa ditekan. Ini sinyal positif bagi tata kelola pemerintahan yang lebih efisien,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan langsung Presiden Republik Indonesia dalam agenda pembukaan Rakornas.
Kehadiran Presiden dinilai memberikan pesan kuat mengenai pentingnya konsistensi kebijakan dari pusat hingga daerah.
“Pesan politik dan kebijakan dari Presiden penting agar semua level pemerintahan bergerak dalam satu arah yang sama,” kata Achmad.
Meski demikian, Prof. Achmad berharap Rakornas tidak berhenti pada kesepahaman normatif, tetapi dilanjutkan dengan mekanisme tindak lanjut yang jelas.
Namun secara keseluruhan, ia menilai Rakornas 2026 sebagai langkah positif untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah.

