CIANJUR
Kafilah Kabupaten Ciamis, meraih juara umum pada perhelatan akbar Pekan Olahraga dan Seni Antar-Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Jawa Barat yang dilaksanakan pada 23–25 Oktober 2026 di Kabupaten Cianjur.
Pengumuman kejuaraan tersebut disampaikan oleh Dr. H. Cece Hidayat M.Si., selaku Koordinator Dewan Hakim, pada acara penutupan PORSADIN, Sabtu malam (24/10/2026).
Menurut Cece, perhelatan akbar para santri diniyah ini, bertujuan menjaring santri berprestasi yang akan menjadi duta Jawa Barat untuk mengikuti PORSADIN VII Tingkat Nasional pada 13–15 November 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Sementara itu, Ketua FKDT Jawa Barat KH. Atep Abd. Kohar, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas partisipasi serta dukungan kepada Ketua FKDT Kabupaten Kota se-Jawa Barat yang telah berkontribusi besa ratas kesukseskan Porsadin ke-8 Jawa Barat.
“yang paling membahagiakan, adalah bantuan dan dukungan Bupati Cianjur dalam menyediakan berbagai fasilitas untuk pelaksanaan PORSADIN. Bupati Cianjur, merupakan penyelamat PORSADIN Jawa Barat. Ketika Kabupaten Bekasi, membatalkan diri sebagai tuan rumah PORSADIN VIII, sementara waktu pelaksanaan semakin mendesak karena berdekatan dengan PORSADIN Nasional, "alhamdulillah Bupati Cianjur merespons dan menyatakan siap menjadi tuan rumah PORSADIN VIII Tingkat Jawa Barat,”
Lebih lanjut Atep menyampaikan bahwa semangat para kafilah dari berbagai kabupaten dan kota yang hadir serta kemeriahan saat pembukaan, menjadi bukti bahwa PORSADIN VIII Jawa Barat tetap dapat terlaksana dengan baik meskipun bayangkan pada keterbatasan anggaran.
“Keseriusan dan semangat para peserta PORSADIN, yang mayoritas merupakan anak – anak dan didampingi oleh orang tua mereka, membuktikan bahwa keberadaan pendidikan diniyah sangat dirasakan manfaatnya oleh para orang tua. Pendidikan ini telah melahirkan anak – anak dengan akhlak dan karakter yang menakjubkan orang tua,” ujar Atep.
Menurutnya, pendidikan Diniyah Takmiliyah terbukti berperan penting dalam membentengi generasi muda dari dampak negatif pergaulan serta distorsi akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk pengaruh media sosial.
Atep menjelaskan, bahwa penyelenggaraan PORSADIN VIII Tingkat Jawa Barat memiliki beberapa tujuan.
Pertama, menjadi wadah bagi para santri untuk menyampaikan dan menunjukkan kemampuan nonakademik, khususnya di bidang olahraga, seni Islami dan keterampilan keagamaan. Kedua, menanamkan nilai - nilai karakter unggul sejak dini, seperti kejujuran, sportivitas, tanggung jawab, kerja keras, dan kebersamaan, sekaligus menumbuhkan generasi Qurani.
Ketiga, menjadi sarana untuk menjaring santri – santri terbaik dan potensial agar dapat bersaing pada jenjang perlombaan yang lebih tinggi, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional. Keempat, menjadi sarana evaluasi pendidikan untuk menilai efektivitas dan keberhasilan sistem pelatihan akademik maupun nonakademik yang diterapkan di setiap madrasah.
Persiapan Akhlak dan Moral Generasi Bangsa
Sementara itu, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa keberadaan pendidikan Diniyah Takmiliyah harus semakin mendapat perhatian dan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat.
“Hal ini tentunya demi masa depan generasi penerus bangsa yang lebih matang secara moral dan spiritual,” katanya.
Menurut Bupati Cianjur, pendidikan keagamaan memegang peranan strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam keimanan, santun dalam perilaku serta luhur dalam akhlak.
Dalam rangkaian acara tersebut, Bupati Cianjur juga menerima piagam penghargaan khusus dari DPW FKDT Jawa Barat sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan fasilitas yang telah diberikan.
Dukungan pemerintah daerah tersebut mencakup penyelenggaraan pendidikan Diniyah Takmiliyah Wustha serta upaya peningkatan kesejahteraan guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula melalui pemberian insentif atau Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPD).
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, saat membuka acara, mengingatkan bahwa PORSADIN bukan sekedar ajang untuk meraih kemenangan, melainkan juga sarana pembentukan karakter, penguatan ukhuwah dan pemeliharaan akhlak mulia.
“Kami tegaskan bahwa santri sejati bukan hanya berjuang untuk meraih prestasi, tetapi juga menjunjung tinggi adab dan sportivitas dalam setiap kompetisi,” tegasnya.
Ajang bergengsi tingkat provinsi ini mempertemukan para santri diniyah pilihan dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat untuk berkompetisi, mengembangkan potensi diri serta mempererat tali silaturahmi dalam semangat kebersamaan. (Redaksi)
Editor TM.





