
Dr. H. Sugandi Miharja Ph.D
Inspirasi
Buku karya Daniel J. Fox, Ph.D., New York, 2021, menawarkan perspektif mendalam tentang tiga gangguan kepribadian yang kompleks : Antisosial, narsistik dan borderline. Melalui pendekatan konseptual yang terintegrasi, buku ini mengajak pembaca memahami bagaimana pola kepribadian terbentuk, dipertahankan, diekspresikan dan ditangani melalui intervensi psikologis.
Salah satu gagasan penting buku ini adalah bahwa gangguan kepribadian tidak cukup dipahami hanya dari perilaku yang tampak di permukaan. Di balik tindakan seseorang terdapat struktur kepribadian, pola pikir, respons emosional, pengalaman hidup serta interaksi sosial yang saling memengaruhi. Karena itu, memahami seseorang membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh daripada sekadar memberikan label berdasarkan perilaku tertentu.
Gangguan kepribadian antisosial atau Antisocial Personality Disorder (ASPD), berkaitan dengan pola pengabaian terhadap hak orang lain dan norma sosial. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, pembahasannya relevan untuk memahami perilaku manipulatif, pelanggaran aturan dan kesulitan membangun tanggung jawab interpersonal. Namun, tindakan melanggar aturan tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seseorang mengalami gangguan ini.
Sementara itu, gangguan kepribadian narsistik atau Narcissistic Personality Disorder (NPD) berkaitan dengan pola kebutuhan akan pengakuan, perasaan diri yang istimewa, dan kesulitan tertentu dalam memahami kebutuhan emosional orang lain. Dalam masyarakat yang semakin menonjolkan pencapaian, popularitas dan citra diri, pembahasan narsisme menjadi penting. Meski demikian, rasa percaya diri, ambisi atau keinginan mendapatkan penghargaan tidak otomatis merupakan gangguan kepribadian narsistik.
Adapun Borderline Personality Disorder (BPD) berkaitan dengan kesulitan mengatur emosi, ketidakstabilan hubungan interpersonal dan persoalan citra diri. Pengalaman emosi yang intens dapat memengaruhi cara seseorang menghadapi konflik, penolakan, maupun ketidakpastian hubungan. Pemahaman yang tepat diperlukan agar respons terhadap individu yang mengalaminya tidak terjebak dalam stigma atau penilaian moral.
Keunggulan konseptual buku ini terletak pada upayanya menghubungkan faktor biologis, psikologis dan sosial dengan model pemrosesan kognitif-afektif. Pendekatan tersebut membantu menjelaskan bagaimana situasi tertentu dapat memicu pikiran, emosi, dan perilaku yang berbeda pada setiap individu. Buku ini juga membahas ekspresi kepribadian dalam perilaku daring serta pendekatan penanganan yang efektif.
Dalam perspektif bimbingan dan konseling, pemikiran Fox mengingatkan bahwa pendampingan harus dilakukan secara profesional, empatik dan berdasarkan asesmen yang memadai. Konselor perlu memahami pola perilaku tanpa terburu-buru mendiagnosis, membangun hubungan pertolongan yang aman serta merujuk individu kepada ahlinya apabila diperlukan.
Pada akhirnya, buku ini memberikan pesan penting : Memahami gangguan kepribadian bukan sekadar mengenali perilaku yang bermasalah, melainkan menelusuri pola yang membentuknya dan menemukan pendekatan penanganan yang tepat. Pengetahuan tersebut relevan bagi praktisi kesehatan mental, akademisi, konselor, pendidik maupun masyarakat luas untuk membangun relasi yang lebih sehat dan mengurangi stigma terhadap individu yang menghadapi persoalan kepribadian.
Buku ini mengajak kita melihat manusia secara lebih utuh : Bukan hanya melalui perilakunya hari ini, tetapi juga melalui pola psikologis yang memengaruhi cara ia berpikir, merasakan dan menjalin hubungan dengan orang lain.
TM.