Pengelolaan layanan air minum daerah dinilai memerlukan perubahan cara berpikir organisasi, bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Hal itu disampaikan mantan Direktur Perumdam Tirta Siak, Agung Anugrah, yang menilai pembenahan perusahaan air minum harus dimulai dari penguatan manajemen dan sistem kerja.
Agung yang lahir di Cimahi, Jawa Barat, mengaku pengalaman bekerja dan memimpin perusahaan di luar daerah memberinya banyak pelajaran tentang kompleksitas pengelolaan layanan publik, khususnya sektor air minum.
“Membenahi PDAM bukan sekadar memperbaiki jaringan pipa. Perubahan yang paling mendasar justru dimulai dari cara berpikir organisasi dalam membaca data dan mengambil keputusan,” kata Agung.
Ia menjelaskan, perusahaan air minum daerah berada pada posisi yang tidak mudah karena harus menyeimbangkan antara kewajiban pelayanan publik dan tuntutan keberlanjutan keuangan perusahaan.
Menurut Agung, banyak keputusan operasional sering diambil di tengah keterbatasan data, tekanan pelayanan masyarakat, serta kebutuhan investasi yang besar untuk memperluas jaringan layanan.
Karena itu, penguatan sistem manajemen menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan. Beberapa aspek yang perlu dibenahi antara lain pengendalian kehilangan air atau non-revenue water (NRW), peningkatan kualitas data operasional, serta pembangunan sistem kerja yang lebih profesional.
“Jika data tidak akurat, keputusan yang diambil juga berisiko keliru. Karena itu penguatan sistem informasi dan manajemen operasional menjadi fondasi penting dalam transformasi perusahaan air minum,” ujarnya.
Berbekal pengalaman memimpin perusahaan daerah dan sebelumnya berkarier di sektor penerbangan, Agung menilai tantangan pengelolaan layanan publik di berbagai daerah memiliki pola yang relatif serupa.
Ia mengatakan pengalaman bekerja di luar Jawa Barat justru menjadi bekal penting untuk memahami dinamika pengelolaan layanan publik di daerah.
“Saya lahir di Jawa Barat, tetapi banyak pengalaman profesional saya justru ditempa di luar daerah. Dari situ saya belajar banyak tentang bagaimana mengelola organisasi, menghadapi keterbatasan, dan mencari solusi yang realistis,” kata Agung.
Ia pun menyatakan siap berbagi pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama berkarier di berbagai daerah apabila dibutuhkan untuk mendorong peningkatan layanan publik di tanah kelahirannya.
“Jika pengalaman yang saya dapatkan selama bekerja di luar daerah bisa memberi manfaat bagi kemajuan Jawa Barat, tentu saya siap berbagi dan berkontribusi,” ujar Agung.

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)