Bandung – Kondisi kawasan Cicadas kembali disorot publik. Tumpukan sampah menggunung dan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang semrawut membuat Pemerintah Kota Bandung turun tangan.
Wakil Wali Kota Bandung, Dr. H. Erwin, S.E., M.Pd, bersama Kasatpol PP Kota Bandung yang baru dilantik, Drs. H. Bambang Sukardi, M.S, serta Camat Cibeunying Kidul, Aris Rusdianto, meninjau langsung lokasi pada Selasa (16/09/2025).
“Pemkot Bandung telah menyiapkan insinerator dan akan merenovasi lahan untuk optimalisasi pengelolaan sampah,” kata Wakil Wali Kota H. Erwin.
Erwin menambahkan, laporan tentang tumpukan sampah di Jalan Ahmad Yani (Cicadas) sudah ia terima sejak sehari sebelumnya.
“Kemarin saya menerima banyak laporan tentang sampah yang menumpuk di Jalan Ahmad Yani. Saya langsung meninjau ke lokasi, dan setelah berdiskusi dengan Pak Camat dan Bu Lurah, diketahui bahwa kebiasaan ini berawal sejak masa Covid-19, ketika masih ada TPS Mobile. Kini layanan itu sudah dihentikan, tetapi sebagian warga masih terbiasa membuang sampah di pinggir jalan, bahkan ada yang sampai satu karung,” ungkapnya.
Ia pun mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan.
“Dalam hadis Nabi disebutkan, kebersihan adalah sebagian dari iman. Maka saya mengimbau kepada seluruh warga Bandung, khususnya di Cicadas, untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan. Jika masih ada yang melanggar, akan kami tindak tegas sesuai Perda, diproses secara hukum sampai disidangkan. Mari jaga lingkungan kita bersama, demi Bandung yang bersih, sehat, dan beriman,” tegasnya.
Kasatpol PP Kota Bandung H. Bambang Sukardi memastikan penataan kawasan Cicadas akan dilakukan dengan rencana yang matang.
“Kami akan memulai dengan pendekatan persuasif kepada para pedagang juga, lalu melanjutkan penertiban sesuai aturan agar kawasan Cicadas dapat kembali tertata secara berkelanjutan,” ujarnya.
Meski begitu, warga menilai persoalan sampah dan PKL sudah terlalu lama dibiarkan. Camat Cibeunying Kidul, Aris Rusdianto, yang sudah menjabat sejak 2018, dinilai lamban dalam penanganan masalah sehingga kawasan tetap semrawut.
Keluhan warga terhadap camat bukan hal baru. Dalam pemberitaan Times Jurnalis Indonesia (22 Maret 2022), sejumlah warga menilai camat tidak harmonis dengan masyarakat dan jarang melibatkan mereka dalam pembangunan wilayah.
Salah satu warga Cicadas kembali mengungkapkan kekecewaannya.
“Dari dulu warga merasa kurang harmonis dengan camat. Tidak pernah ada ramah tamah, jarang ada komunikasi dengan masyarakat. Bagaimana masalah bisa selesai kalau camat saja jauh dari warganya?” ujarnya.
Pengamat publik dan politik R Wempy Syamkarya, SH.MM, menilai permasalahan ini tidak bisa dianggap sepele.
“Sejak menjabat Camat Cibeunying Kidul pada 2018, keluhan publik bukan hanya soal sampah dan PKL, tetapi juga lemahnya inovasi pelayanan publik, minimnya pelibatan warga dalam perencanaan pembangunan, hingga kurangnya koordinasi dengan RT/RW. Kondisi ini membuat wilayah stagnan dan kepercayaan masyarakat merosot. Jika gaya kepemimpinan seperti ini terus dipertahankan, saya menilai Camat saat ini sudah tidak layak memimpin. Pemerintah Kota Bandung? demi menyelamatkan citra pemerintahan dan kepentingan warga.”
Perang terhadap sampah harus dilakukan secara totalitas. Persoalan ini sudah menjadi momok yang menakutkan, dan pemberitaan mengenai tumpukan sampah pun bukan yang pertama kali. Hal ini diharapkan dapat semakin mengingatkan para inohong Kota Bandung agar segera mengambil tindakan yang bijak dan nyata.
Wakil Wali Kota Bandung, Kang Erwin, mendapat apresiasi setinggi-tingginya karena gercep dalam menghadapi situasi darurat sampah saat ini. Ke depan, masyarakat berharap program yang sempat tertunda pada era kepemimpinan Dada Rosada—yakni pembangunan PLTSa—dapat segera diwujudkan agar masalah sampah bisa diatasi secara permanen.
Dorongan juga diberikan kepada DPRD Kota Bandung agar segera berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait demi mempercepat solusi atas permasalahan lingkungan dan penataan PKL.
Masyarakat kini menunggu langkah tegas Pemerintah Kota Bandung untuk memastikan Cibeunying Kidul kembali tertata, bersih, dan nyaman bagi semua warganya.(Red)
