Bandung – Gedung Jappatek, Jalan Banten 11 Bandung, mendadak wangi manis sejak 8 Agustus 2025. Sebanyak 20 ibu-ibu antusias mengikuti Pelatihan Pastry yang digagas Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung, H. Iman Lestariyono, S.Si, S.H.
Pelatihan ini merupakan hasil reses Kang Iman dan bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung dalam Program Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Tahun 2025.
“Skill pastry itu modal. Yuk belajar bareng dan bangun usaha mandiri dari karya manismu,” ujar H. Iman Lestariyono saat membuka pelatihan, disambut tepuk tangan peserta.
Tak hanya hadir membuka acara, H. Iman juga memberi support dan edukasi kepada para peserta. Ia mendorong ibu-ibu untuk berani memulai usaha dari rumah dan memanfaatkan ilmu yang didapat agar bisa menambah penghasilan keluarga.
“Saya ingin ibu-ibu tidak hanya bisa bikin kue, tapi bisa jualan, bisa mandiri, dan bahkan membuka lapangan kerja kecil di lingkungannya,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung tertib berkat dukungan Nur Ramdhani S., yang berperan sebagai koordinator lapangan. Ia memastikan jadwal berjalan sesuai rencana, perlengkapan tersedia, dan peserta nyaman selama mengikuti pelatihan.
Fasilitas yang diberikan pun terbilang mewah: pelatihan gratis, uang transportasi, snack dan makan berat setiap hari, sertifikat, serta perlengkapan berupa oven, mixer, kompor, dan piring yang dibagikan di akhir pelatihan agar peserta bisa langsung memulai usaha dari rumah.
Suasana pelatihan terasa hidup. Para peserta serius memperhatikan instruktur, sebagian mencatat resep, sebagian lagi langsung praktek menghias kue.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat, jadi tahu cara bikin kue yang enak dan layak jual. Bisa jadi bekal buka usaha di rumah,” ujar Nia Kartika, salah satu peserta dengan semangat.
Instruktur pelatihan juga merasa senang dengan antusiasme peserta. “Ibu-ibu di sini cepat tanggap dan kreatif. Dalam beberapa hari saja, hasil karya mereka sudah terlihat seperti buatan profesional,” ucap Chef Ita sambil tersenyum.
Di akhir acara, dilakukan sesi foto bersama sekaligus penyerahan peralatan usaha. Momen ini menjadi simbol bahwa pelatihan bukan hanya menambah ilmu, tapi benar-benar mendorong lahirnya wirausaha baru dari rumah.
H. Iman berharap program seperti ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya.
“Semoga dari pelatihan ini lahir banyak usaha baru, sehingga ekonomi keluarga terangkat, dan Bandung semakin kreatif,” pungkasnya.
(B.irawan)








