Dr. H. Sugandi Miharja
Inspirasi
Pemuda terdidik memiliki posisi strategi dalam menghadapi tantangan ekonomi modern, khususnya dalam pengembangan komunitas Ekonomi, Finansial, Investasi. Berbekal pengetahuan, keterampilan digital, kreativitas dan kemampuan berpikir kritis, pemuda diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan yang mendorong kemandirian ekonomi, meningkatkan literasi keuangan serta mengembangkan investasi yang produktif dan berkelanjutan.
Tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan ekonomi, keterbatasan lapangan kerja, kesenjangan akses permodalan, perilaku konsumtif, rendahnya literasi finansial serta maraknya penipuan berkedok investasi. Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan juga menghadirkan peluang, sekaligus risiko yang menuntut kemampuan adaptasi dan pengambilan keputusan berbasis data.
Dalam bidang sektor riil, pemuda terdidik dapat mengembangkan kewirausahaan, inovasi produk, UMKM berbasis teknologi serta kolaborasi lintas profesi. Mereka perlu membangun budaya produktif, memperluas jaringan pemasaran dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi serta daya saing usaha.
Dalam bidang finansial, pemuda perlu menguasai pengelolaan pendapatan, penyusunan anggaran, pembentukan dana darurat, pengendalian utang dan perencanaan keuangan jangka panjang. Kecakapan tersebut, menjadi landasan untuk membangun ketahanan finansial sekaligus menghindari keputusan ekonomi yang impulsif.
Dalam bidang investasi, pemuda harus memahami hubungan risiko antara, potensi keuntungan, likuiditas dan jangka waktu investasi. Keputusan investasi hendaknya didasarkan pada analisis yang rasional, pemeriksaan legalitas dan pemahaman terhadap karakteristik instrumen, bukan sekadar mengikuti tren media sosial atau janji keuntungan tinggi.
Bagi pemuda dalam organisasi kemasyarakatan Islam, tantangan tersebut dapat dijawab melalui integrasi kompetensi profesional dengan nilai amanah, kejujuran, keadilan dan tanggung jawab sosial. Kolaborasi dengan sejarawan, pengusaha, lembaga keuangan dan komunitas UMKM dapat memperluas akses pengetahuan serta peluang usaha.
Dengan demikian, pemuda terdidik bukan sekedar pencari pekerjaan atau individu investor, melainkan calon pemimpin ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat kemandirian masyarakat dan membangun kesejahteraan bersama secara beretika dan berkelanjutan.
TM.
