Oleh : A. Rusdiana
Refleksi ketegasan kuliah SIM-P ke-8: Menguji kedewasaan akademik, komitmen kontrak kuliah OBE, dan integrasi portofolio UTS yang anti-plagiarisme
Fenomena perubahan jadwal kuliah sering kali memicu respon instan yang mengabaikan esensi komitmen akademik. Di era Outcome-Based Education (OBE), kedewasaan siswa diuji melalui konsistensi terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dan kontrak perkuliahan yang telah disepakati bersama. Masalah muncul ketika pragmatisme waktu mengalahkan tanggung jawab profesional, seperti menimbulkan spekulasi pembatalan kelas demi kepentingan pribadi. Asumsinya, ketegasan dosen sering kali disalahartikan sebagai beban, padahal merupakan instrumen pembentuk mentalitas adaptif di dunia kerja.
Esai ini bertujuan mengomunikasikan urgensi pemenuhan informasi dan refleksi substantif terhadap materi Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIM-P). Tujuan penulisan ini, adalah untuk mengontekstualisasikan esensi materi pertemuan delapan SIM-P sekaligus menarasikan pengantar ke dalam empat pilar pembelajaran utama yang mencakup kedisiplinan, sistem informasi praktis, kesiapan UTS, dan pembentukan karakter pembelajar : Setidaknya terdapat empat pembelajaran untuk di maknai bersma :
Pertama : Reorientasi Kedisiplinan dan Makna Kontrak Kuliah; Perubahan jadwal kuliah pengganti ke jam 20.00 WIB bukan sekedar keputusan sepihak, melainkan bentuk toleransi strategi guna memberikan kesempatan bagi mahasiswa menyelesaikan tugas Part-7 sebelum agenda luar kota ke Cirebon. Fenomena adanya “sinyal miring” yang mengharapkan kelas ditiadakan mencerminkan kurangnya kedewasaan dan tanggung jawab akademik. Kontrak kuliah adalah hukum tertinggi dalam proses pembelajaran yang bersifat mengikat dan wajib dihormati.
Ketegasan dalam menegakkan aturan ini esensial untuk membentuk karakter siswa yang peka, konsisten dan siap menghadapi ekosistem OBE yang menuntut akuntabilitas tinggi.
Kedua : Kontekstualisasi Teori SIM-P Melalui Sistem Pengiriman WhatsApp; Pembelajaran SIM-P tidak boleh mandek pada tumpukan teori usang, melainkan harus dikontekstualisasikan secara nyata. Pada pertemuan ini, materi Part-7 SIM-P dibahas melalui lensa praktis dengan menganalisis sistem pengiriman informasi data melalui platform WhatsApp.
Mahasiswa ditantang untuk merumuskan teori baru berdasarkan persepsi dan analisis mandiri, yang membedakannya dengan pendekatan normatif pada penelitian mini. Melalui metode ini, sistem informasi diwujudkan sebagai alat dinamis untuk efisiensi komunikasi alur kerja dan distribusi data di era digital.
Ketiga : Portofolio Tugas Bagian 1-7 sebagai Syarat Utama UTS; Gerbang evaluasi tengah semester menuntut kesiapan yang matang melalui perencanaan portofolio yang komprehensif. Mahasiswa diinstruksikan untuk segera memperbaiki dan menyempurnakan seluruh rangkaian tugas dari Part 1 hingga Part 7.
Komponen evaluasi ini meliputi ringkasan CK-Natizah, pembuatan poster edukatif serta penulisan esai argumentatif yang layak dipublikasikan ke media massa. Setiap produk akademik ini harus merefleksikan keasliannya tinggi dengan tingkat kemiripan maksimal 25 persen. Hal ini menegaskan bahwa portofolio bukan sekedar formalitas, melainkan bukti otentik capaian pembelajaran siswa.
Keempat : Mengubah Paradigma Evaluasi dari Pujian Menuju Mentalitas Profesional; Gaya mengajar yang tegas dan “pedas” bukanlah ruang untuk mencari popularitas atau pujian dari siswa. Pendekatan ini merupakan simulasi dunia nyata profesional yang tidak mengenal kompromi terhadap pelanggaran administratif maupun substansial.
Era pembelajaran OBE mengondisikan siswa agar keluar dari zona nyaman menuju ekosistem instruksional yang menantang. Mahasiswa dituntut untuk tidak antikritik, melainkan mampu menyerap substansi ketegasan tersebut sebagai energi korektif untuk terus meningkatkan kualitas diri dan kepatuhan terhadap regulasi perkuliahan.
Natizah dari dinamika perkuliahan ini adalah bahwa keberhasilan implementasi kurikulum OBE sangat bergantung pada sinergi antara aturan yang tegas dan kedewasaan respon siswa. Tugas portofolio Part 1-7 yang berkualitas tinggi serta pemahaman kontekstual terhadap SIM-P berbasis WhatsApp, merupakan parameter kesiapan mahasiswa menghadapi UTS.
Ketegasan dosen harus dipandang sebagai katalisator positif untuk mengikis mentalitas tidak bertanggung jawab. Kesimpulannya, komitmen terhadap kontrak kuliah dan kepekaan terhadap informasi adalah modal utama untuk mencetak lulusan yang berintegritas, disiplin dan siap bersaing secara profesional. “Wallahu Alam”.
Penulis:
A. Rusdiana, Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Saat ini Ketua Tim PKM. Penguatan Kelompok Bimbingaan Haji Umrah Masjid Agung Untuk Kemandirian Jamaah Haji Penulis Buku Manajemen Alhklak; Sistem Informasi Manajemen, dan Pemegang Matakuliah Kebijakan; SIM-Pendidikan; Peraih Nominasi Penulis Opini terproduktitf di Koran Harian Umum Kabar Priangan (15/5/2025). Pangkat Penjelajah Penulis di Kompasiana sejak 22 Januari 2025. Dewan Pembina PERMAPEDIS Jawa Barat; Dewan Pakar Perkumpulan Wagi Galuh Puseur. DK-Media Elit Kita; Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al-Mishbah Cipadung Bandung dan Yayasan Pengembangan Swadaya Mayarakat Tresna Bhakti Cinyasag Panawangan Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat.
