Pentingkah Anti Korupsi bagi Manajerial Mahasiswa dan Alumnus Manajemen Pendidikan Islam ?
Lepas Purna Dosen prodi MPI Dr.H.Tatang Ibrahim, MPd dan Drs.H.Kasmin MMPd)
BANDUNG,-
Momen sejarah Kamis 24 September 2026. Dekanat Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, menggelar seminar KIP ;
Penyelenggara Prodi MPI, Di hadiri langsung Ketua Komisi Informasi Jawa Barat H. Husni Farhani Mubarok SH.MSi, sebagai narasumber ( S1 Alumni Hukum dan Syariah, dulu IAIN SGD Bandung) agar memperkuat pemahaman tata kelola pendidikan bermutu, transparan, bersih.
Urgensi KIP dalam Tata Kelola Pendidikan" di lanjutkan dengan diskusi " agar Sinergi KIP UU 14/2008 & Akuntabilitas Manajemen Pendidikan
Acara dihadiri dan dipimpin oleh jajaran pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan ;
- Fakry Hamdani, M.Hum., M.Res., Ph.D. — Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
- Dr Irawan, SPd.M Hum Wadek 1
- Dr. Hary Priatna Sanusi, S.Pd.I., M.Ag. — Ka Prodi Manajemen Pendidikan Islam
- di Moderatori Dr. Syamiyah, S.Pd.I., M.Ag. Sekretaris Jurusan Manajemen Pendidikan Islam.
. Para Teman Sejawat Dosen dan Para Mahasiswa MPI
Pemaparan. Pemateri menegaskan bahwa Regulasi bukan sekadar kewajiban administrasi, melainkan alat pengawasan instrumen akuntabilitas lembaga pendidikan dan Keterbukaan informasi tidak hanya kewajiban badan publik, tetapi sarana pencegahan korupsi, penyalahgunaan wewenang serta peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang pendidikan."
Momen ini juga bertepatan dengan peringatan Internasional Right To Know Day (Hari Hak Untuk Tahu Sedunia).
Sengketa Informasi Banyak Menyasar Lembaga Pendidikan ?
Pemateri mengingatkan bahwa lembaga pendidikan Riskan sengketa permohonan informasi publik. "Alasan penolakan beragam ; tidak tahu, tidak biasa, tidak sempat, tidak mau, tidak bersih. Padahal, berdasarkan data KPK, sektor pendidikan masuk lima besar penyumbang korupsi di Indonesia. Maka dari itu, seluruh elemen pendidikan harus melek informasi."
Mahasiswa Diharapkan Menjadi Agen Perubahan
Dapat memahami bahwa keterbukaan informasi publik merupakan salah satu pilar penting mewujudkan tata kelola lembaga pendidikan yang transparan, partisipatif dan bertanggung jawab."
Penyelenggara ketua Prodi MPI Dr.H.Hary, SPdI.MAg. Bahwa seminar Informasi Publik ini Dirangkaikan lepas purna 2 sahabat dosen MPI, bentuk Apresiasi atas jasa- jasanya 2 Purna Dosen dan penting Seminar KIP bagi Mahasiswa;
Mewakili Purna Bhakti Dr. H.Tatang Ibrahim, MPd, mengapresiasi para Pimpinan Dekanat dan para Teman Dosen MPI dan Seluruh Mahasiswa MPI, Saking betahnya Tidak Terasa tugas Negara selama 7 Tahun di UIN, sejak 2018 sudah Purna Bhakti tahun 2025 , bersamaan dengan beberapa Fakultas di lepas pak Rektor beserta jajaran pimpinan rektorat sekarang oleh Pimpinan Dekanat dan Prodi MPI, di lanjutkan permintaan maaf.
Mewakili Teman Dosen MPI disampaikan Dr.H.Irawan, SPd.M.Hum dan memaknai puisi perjalanan hidup dalam pelaksanaan tugas bagai Ranting bunga Pohon, dimasanya berjatuhan dan semua akan berhenti berakhir secara alami dan saling memaafkan.
Tinjauan Akademesi Pentingkah Anti korupsi bagi Manajerial Mahasiswa dan Alumni MPI ?
Dengan Upaya adanya Gerakan anti-korupsi dalam Manajemen Pendidikan Islam (MPI) mencakup: peran mahasiswa dan alumni bagian ekosistem pendidikan terintegrasi;
Secara konseptual perspektif Manajemen pendidikan Islam, pendidikan antikorupsi hendaknya dipahami sebagai tahdhib bagian proses pembentukan akhlak budi pekerti, tidak sebatas transfer pengetahuan sebatas tidak hanya “tahu” korupsi, tetapi diharapkan mentauladani internalisasi nilai dengan prakteknya sebagai peran manajerial di lembaga pendidikan;
Pada Intinya Nilai Islami layak menjiwai melekat Komitmen kejujuran, kemandirian, keadilan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan keberanian (syaja’ah) menegakan tugas dengan baik dan Benar;
Memiliki Peran
Mahasiswa MPI sebagai subjek dan objek pendidikan antikorupsi:
Sebagai subjek: mereka dilibatkan merancang, mengkritisi, dan menguji model manajemen pendidikan yang transparan, partisipatif, dan akuntabel semisal penyusunan RPS, APBS, atau proyek kelas dstnya..
Sebagai objek: dibekali pengetahuan, sikap, dan keterampilan antikorupsi melalui model Pendidikan Antikorupsi, etika manajemen, kepemimpinan kenabian, dan praktik pengelolaan lembaga;
dan keterlibatan konkret mengembangkan kurikulum antikorupsi,
kajian kritis etika manajerial, tata kelola keuangan madrasah/sekolah, dan kasus korupsi di sektor pendidikan;
Begitupun Peran strategik para alumni MPI
sebagai manajerial Tendik Guru atau Kependidikan pengelola, kepala madrasah, pengawas, di lembaga pendidikan Islam
Menjadi teladan (uswah) dalam perilaku manajerial yang jujur, adil, dan akuntabel;
Tidak mudah tetapi harus di mulai pembiasaan Menerapkan prinsip transparansi, partisipasi, akuntabilitas pada pengelolaan anggaran, pengadaan, dan pelaporan lembaga;
Simpulan :
1.Membangun sistem internal mencegah korupsi, standar Tusi ( tugas pungsi) evaluasi kinerja berbasis dokumen dan observasi, pelaporan rutin dan terbuka;
2.Dalam literatur, alumni dan praktisi MPI menjadi agen perubahan internalisasi nilai antikorupsi mem budaya organisasi madrasah/sekolah;
3.Implikasi bagi program studi MPI agar “anti-korupsi manajerial mahasiswa dan alumni MPI”
Mengintegrasikan pendidikan antikorupsi ke dalam kurikulum ter integrasi lintas mata kuliah;
4.Membangun ekosistem kampus antikorupsi, melalui: keteladanan dan Mekanisme pengaduan dan pengawasan;
5.Mengembangkan jejaring alumni berkomitmen terbentuk forum alumni, pelatihan berkelanjutan, dan pendampingan implementasi tata kelola, jangan bosan- bosan menyuarakan ungkap Dr.Kyai Aep.
Penulis : Dr. KH. Aep Tata Suryana SH,. MM, MBA. (Akademisi Praktisi)
Editor Toni Mardiana, S. IKom.

