KABUPATEN BANDUNG BARAT,-
Sebuah fakta mencolok diungkapkan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Kabupaten Bandung Barat M. Raup. Di wilayah berpenduduk hampir 2 juta jiwa dengan anggaran APBD mencapai Rp3,14 triliun, jumlah wartawan yang benar - benar aktif, tersertifikasi dan konsisten mengawal kepentingan rakyat hanya berkisar 32 hingga 40 orang — bukan ratusan Senin, 21/9/2026.
Sebagian Besar "Muncul Saat Undangan, Hilang Setelahnya"
Dari sekitar 120 media yang mengaku beroperasi di KBB :
- Yang terverifikasi keberadaannya ; puluhan.
- Yang memiliki Sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ; 38 orang.
- Yang rutin turun ke lapangan setiap hari ; 32–40 orang.
"Selebihnya ? Muncul saat ada undangan, lalu hilang." Ucap M. Raup Ketua Pokja Wartawan KBB. Keterangan data yang di peroleh ?
Beban Pengawasan Sangat Tidak Seimbang. Artinya, satu wartawan berintegritas harus mengawal ;
- Hampir 60.000 jiwa penduduk.
- Pengelolaan anggaran lebih dari Rp100 miliar per orang.
Kesenjangan ini membuka celah besar, dimana kebijakan dan penggunaan anggaran dapat berjalan tanpa pengawasan yang memadai.
Tetap Bersatu Meski Sedikit
"Inilah alasan mengapa banyak kebijakan dan anggaran Pemkab. KBB berjalan tanpa pengawasan yang memadai," tegas Raup.
"Meski kami sedikit, kami bertekad tetap bersatu dan bersuara lantang. Kebenaran dan pengawasan demi kepentingan rakyat KBB tidak boleh berhenti hanya karena jumlah kami terbatas."
Wartawan : YUSUF
Editor TM.
