Jakarta,-
Pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan produktif menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Perhimpunan Insinyur dan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) mendorong gerakan penanaman satu juta tanaman pekarangan agar masyarakat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Melalui Gerakan Nasional Penanaman 1.000.000 Tanaman Pekarangan, PISPI mengajak masyarakat memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk menanam berbagai komoditas pangan. Selain memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, gerakan ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan pangan dan gizi di tingkat rumah tangga.
Gerakan bertema “Ketahanan Pangan Berawal dari Rumah” tersebut berlangsung pada Rabu (4/11/2026) di Waduk Dukuh, Jalan Gudang Air, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Ketua Umum PISPI, Prof. Dr. Achmad Tjachja Nugraha, M.P., menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan pelaku pertanian, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
“Ketahanan pangan harus menjadi gerakan bersama yang dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Pekarangan rumah memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber pangan dan gizi. Melalui gerakan penanaman satu juta tanaman pekarangan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar semakin aktif berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ujar Prof. Achmad Tj
Kolaborasi Lintas Sektor Dukung Ketahanan Pangan
Gerakan tersebut mendapat dukungan dari berbagai unsur TNI, pemerintah daerah, lembaga negara, serta instansi terkait. Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Aster KSAL Laksamana Muda TNI Bram Rusman Namin, CHRMP., M.Tr.Opsla.; Aster KSAU Marsekal Muda TNI Bambang Gunarto, S.T., M.M., M.Sc.; Aster Kasdam Jaya Kolonel Inf. Horas Sitinjak, S.IP.; serta Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur Eka Darmawan, S.E., M.Si.
Turut hadir DANPUSTERAL Kolonel Laut (P) Dr. Rully Riono, M.Tr.Opsla.; Kadiswatpersal Laksma TNI May Franky Pasuna Sihombing, CHRMP.; Wakajati DKI Jakarta Dr. Neva Sari Susanti, S.H., M.Hum.; serta Kapolsek Kramat Jati AKP P. H. Siahaan, S.H., M.H.
Hadir pula Direktur Pengadaan Perum BULOG Prihasto Setyanto; Plt. Deputi II Kantor Staf Presiden Prof. Popy Rufaidah; Kaprodi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; Sekretaris Kecamatan Kramat Jati H. Husain; serta Lurah Dukuh Riswanto.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan, mulai dari pemerintah, institusi pertahanan dan keamanan, hingga masyarakat.
Pekarangan Produktif, Kekuatan Pangan dari Keluarga
Pemanfaatan pekarangan memiliki potensi besar untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Berbagai tanaman pangan dan hortikultura dapat dibudidayakan sesuai kondisi lahan, sehingga rumah tangga memiliki sumber pangan yang lebih dekat, produktif, dan berkelanjutan.
Selain menghasilkan bahan pangan untuk konsumsi sendiri, kegiatan ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan bergizi, pemanfaatan lahan, dan lingkungan yang produktif.
PISPI berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan penanaman atau penghijauan semata, tetapi berkembang menjadi kebiasaan masyarakat dalam mengelola pekarangan secara berkelanjutan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, PISPI juga menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) untuk memperkuat arah organisasi serta peran insinyur dan sarjana pertanian dalam mendukung pembangunan sektor pertanian Indonesia.
Prof. Achmad Tj berharap gerakan penanaman satu juta tanaman pekarangan dapat menjadi langkah nyata dalam membangun budaya ketahanan pangan yang dimulai dari rumah.
“Kami berharap gerakan ini tidak berhenti pada penanaman semata, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan secara produktif. Ketahanan pangan membutuhkan partisipasi semua pihak. Jika setiap keluarga mengambil peran dari rumah masing-masing, maka kontribusi kecil tersebut dapat menjadi kekuatan besar bagi ketahanan pangan Indonesia,” pungkas Prof. Achmad Tj.
Melalui gerakan ini, PISPI menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional dapat diperkuat melalui sinergi antara produksi pertanian skala besar, pemanfaatan pekarangan rumah, dan partisipasi masyarakat secara luas. (ek)
