Oleh Dr. H. Hery Saparudin M.Pd.I.
28–31 Oktober 2026 | Lamerica Villas, Cilengkrang
Narasumber dan Fasilitator
Prof. Dr. Moch Fakhruroji M.Ag.
Dr. Khoirudin M.Si.
Dr. H. Enjang Muhaemin M.Ag.
Dokumentasi kebersamaan dalam kegiatan Academic Writing Course Scripta Indonesia
Scripta Indonesia menyelenggarakan Private Academic Writing Course, sebagai ruang belajar untuk memperkuat penulisan artikel bagi jurnal internasional bereputasi. Melalui pendampingan privat, peserta menelaah gagasan, mendiskusikan persoalan naskah dan menyusun langkah - langkah perbaikan yang sesuai dengan kebutuhan penulisan.
Kegiatan pada 28–31 Oktober 2026 ini menampilkan ketajaman berpikir, keterampilan menulis, dan integritas akademik. Naskah yang matang tumbuh melalui pembacaan yang tekun, dialog yang terbuka serta kesediaan merevisi secara berkelanjutan.
Pendampingan Privat untuk Penguatan Naskah
Publikasi memerlukan naskah internasional yang memiliki permasalahan penelitian yang jelas, landasan literatur yang memadai, metode yang dapat dipertanggungjawabkan serta kontribusi yang dapat dipahami pembaca. Kemampuan berbahasa akademik perlu berjalan bersama ketajaman dan kejujuran analisis dalam menyampaikan temuan.
Pendampingan bersama ketiga pembimbing menjadi ruang dialog untuk menguji gagasan dan memperjelas arah revisi. Peserta dapat membawa persoalan naskah, menerima masukan, lalu mengerjakan perbaikan secara mandiri. Umpan balik akan lebih bermakna ketika diikuti pembacaan ulang sumber dan pengaturan argumentasi.
Arah Pengembangan Artikel Ilmiah
Pengembangan artikel dapat difokuskan pada lima aspek yang saling berkaitan berikut.
Masalah penelitian dan urgensi. Pendahuluan perlu menjelaskan permasalahan yang diteliti, alasan permasalahan tersebut penting dan tujuan penelitian. Pembaca perlu memahami hubungan antara konteks masalah dengan pertanyaan yang ingin dijawab.
Sastra dan kebaruan. Penulis perlu membandingkan penelitian terdahulu secara kritis, menemukan bagian yang belum jelas dan menunjukkan posisi artikelnya. Kebaruan dapat berupa penjelasan teoritis, pendekatan analisis atau temuan yang didukung bukti.
Metode dan kekuatan bukti. Pilihan metode harus sesuai dengan pertanyaan penelitian. Sumber data, cara memperoleh data, proses analisis serta batasan penelitian perlu disampaikan secara transparan agar pembaca dapat menilai kekuatan kesimpulan.
Pembahasan dan kontribusi. Pembahasan perlu menafsirkan kesimpulan, menghubungkannya dengan teori serta menjelaskan kesesuaian atau perbedaannya dengan penelitian terdahulu. Kontribusi ilmiah harus terlihat dari analisis yang dikembangkan.
Persiapan penyerahan artikel. Naskah perlu diselaraskan dengan ruang lingkup dan pedoman jurnal tujuan. Struktur artikel, abstrak, kata kunci, daftar pustaka serta kelengkapan pengajuan sebaiknya diperiksa sebelum dikirim.
Materi Pelatihan
Intensifikasi program berisi 25 jam pelajaran (JP), meliputi penulisan strategi artikel ilmiah (16 JP); editing dan proofreading dengan QuillBot serta Grammarly (2 JP); pengelolaan referensi dengan Mendeley/Zotero (2 JP); regulasi dan pemanfaatan AI (2 JP); Open Journal System (OJS) dan alur publikasi (2 JP); serta korespondensi dengan editor/reviewer (1 JP).
Kajian Materi Sesuai Bidang Narasumber
Uraian berikut mengembangkan materi pelatihan berdasarkan bidang yang tercantum pada informasi narasumber yang dilampirkan. Pembagian ini merupakan pemetaan fokus pendampingan, bukan catatan pembagian sesi yang telah dijalankan. Narasumber ketiga, memiliki beberapa pengalaman sebagai penulis dan penelah jurnal internasional bereputasi.
Strategi Penulisan dan Ketajaman Argumentasi Ilmiah
Prof. Dr. Moch Fakhruroji M.Ag.
Pada informasi yang disampaikan, Prof. Dr. Moch Fakhruroji M.Ag., diperkenalkan sebagai penulis dan penelaah jurnal internasional bereputasi serta anggota editorial jurnal terindeks Scopus. Pengalaman tersebut menjadi landasan untuk memusatkan pendampingan pada satu sama lain substansi, klarifikasi dan kesiapan naskah menyajikan penilaian ilmiah.
Perumusan masalah dan kebaruan. Kajian diarahkan pada cara mengubah tema yang luas menjadi pertanyaan penelitian yang terukur. Pendahuluan perlu mempertemukan persoalan – persoalan nyata, termasuk dalam kepustakaan, keinginan pengetahuan dan tujuan penelitian. Kebaruan dijelaskan melalui posisi artikel terhadap studi terdahulu, bukan sekadar perbedaan lokasi atau judul.
Struktur dan kesinambungan naskah. Pembahasan mencakup hubungan antara judul, abstrak, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan dan simpulan. Setiap bagian harus mendukung pertanyaan penelitian yang sama. Temuan perlu dibedakan dari penafsiran; simpulan harus menjawab tujuan tanpa melampaui kekuatan data.
Argumentasi dan kontribusi. Peserta dapat berlatih menyusun paragraf yang memuat gagasan utama, bukti, penjelasan dan hubungan dengan teori. Pembahasan tidak berhenti pada pernyataan hasil, tetapi arti temuan, kesesuaian atau perbedaannya dengan penelitian lain serta menjamin bagi pengembangan pengetahuan.
Perspektif penelaah dan kesiapan jurnal. Naskah dibaca untuk mengenali klaim yang belum didukung, metode yang belum transparan dan kontribusi yang masih samar. Pemilihan jurnal mempertimbangkan mencakup ruang dan keseimbangan pembaca. Luaran yang dituju ialah kerangka artikel yang lebih kokoh, rumusan kontribusi yang jelas serta daftar revisi substansi yang dapat dikerjakan.
Pemanfaatan AI dan Penyempurnaan Naskah
Dr. H. Enjang Muhaemin M.Ag.
Sumber informasi memperkenalkan Dr. Enjang Muhaemin M.Ag., sebagai penulis dan penelaah jurnal internasional bereputasi serta spesialis AI agentik. Fokus kajian yang terjadi, adalah pemanfaatan kecerdasan buatan untuk membantu pekerjaan akademik secara terarah, disertai pemeriksaan sumber, pengawasan manusia dan tanggung jawab penulis.
Pemetaan kebutuhan dan alur kerja. Kajian dimulai dengan menentukan pekerjaan yang memerlukan bantuan, misalnya menata kerangka, merangkum catatan milik penulis, memeriksa konsistensi istilah atau menyusun daftar perbaikan. Agen AI dipahami sebagai sistem yang dapat menjalankan rangkaian tugas melalui beberapa langkah. Sasaran, sumber masukan, batas tindakan dan titik pemeriksaan harus ditentukan sejak awal.
Penyusunan instruksi yang jelas. Peserta dapat berlatih memberikan konteks penelitian, tujuan, batasan, sumber yang diperbolehkan serta bentuk keluaran yang diharapkan. Instruksi untuk memperbaiki paragraf, misalnya; perlu menegaskan agar sistem mempertahankan makna, tidak menambah data dan menandai bagian yang membutuhkan referensi. Keluaran kemudian dibandingkan dengan naskah asli.
Mengedit dan mengoreksi. QuillBot serta Grammarly Ditempatkan sebagai alat bantu untuk meninjau tata bahasa, keterbacaan dan pilihan ungkapan. Perubahan bahasa perlu diperiksa kembali agar tidak menggeser istilah teknis, hubungan sebab-akibat atau kadar kepastian temuan. Parafrasa harus tetap Menyebutkan sumber dan mencerminkan pemahaman penulis terhadap gagasan yang dirujuk.
Validasi dan integritas akademik. Setiap referensi, kutipan, angka dan pernyataan faktual yang muncul dari bantuan AI harus diperiksa pada sumber aslinya. Data penelitian tidak boleh direkayasa. Dokumen rahasia dan data partisipan perlu dilindungi. Penggunaan AI juga diselaraskan dengan kebijakan lembaga dan tujuan jurnal, termasuk mengungkapkan penggunaannya jika diperlukan.
Luaran pendampingan. Hasil yang dituju berupa alur penggunaan AI yang dapat ditelusuri, catatan perubahan naskah serta versi tulisan yang lebih jelas tanpa mengurangi presisi isi. Keputusan mengenai analisis, interpretasi dan kesimpulan tetap berada pada penulis. Efisiensi penggunaan teknologi diukur dari perbaikan kualitas pekerjaan, bukan hanya kecepatan menghasilkan teks.
Manajemen Referensi dan Proses Editorial
Dr. Khoirudin M.Si.
Pada sumber informasi, Dr. Khoirudin M.Si., diperkenalkan sebagai penulis dan penelaah jurnal internasional bereputasi serta pemimpin redaksi jurnal nasional bereputasi. Fokus pendampingan yang mencakup kesiapan administrasi naskah, pengelolaan referensi, alur pengajuan melalui OJS dan komunikasi profesional selama proses editorial.
Pengelolaan sumber dan sitasi. Kajian dapat mencakup penyusunan pustaka kerja menggunakan Mendeley atau Zotero, pengelompokan bacaan, penghapusan entri ganda, serta pemeriksaan metadata. Nama penulis, tahun, judul, identitas jurnal dan DOI perlu dicocokkan dengan sumber asli. Setiap kutipan dalam teks harus memiliki pasangan pada daftar pustaka, begitu pula sebaliknya.
Pemeriksaan sebelum Pengajuan. Peserta diarahkan untuk membaca panduan penulis dan memeriksa ruang lingkup jurnal, jenis artikel, panjang naskah, gaya referensi serta ketentuan berkas. Abstrak, kata kunci, tabel, gambar, identitas penulis dan pernyataan yang diminta jurnal perlu diperiksa sebagai satu kesatuan. Kelengkapan administrasi mendukung penilaian, tetapi tidak menggantikan saling ilmiah.
OJS dan alur publikasi. Pembahasan mengikuti alur umum pendaftaran akun, pengisian metadata, pengunggahan naskah dan dokumen pendukung, pemeriksaan awal, telaah sejawat, revisi hingga keputusan editorial. Tampilan serta tahapan rinci dapat berbeda antar jurnal. Peserta perlu menyimpan bukti pengajuan dan memantau pemberitahuan pada sistem maupun surat elektronik.
Korespondensi dengan editor dan penelaah. Surat pengantar perlu menjelaskan kesesuaian artikel dengan jurnal secara ringkas. Dalam menanggapinya, setiap komentar dijawab secara sopan dan spesifik; jelaskan tindakan revisi dan lokasi perubahannya. Jika suatu saran tidak diikuti, penulis perlu menyampaikan alasan ilmiah yang didukung bukti, tanpa menyerang pribadi penelaah.
Luaran dan keterpaduan materi. Luaran yang dituju ialah perpustakaan yang tertata, berkas pengajuan yang lengkap serta draf tanggapan terhadap penelaah. Fokus editorial ini mencakup substansi dan pemanfaatan teknologi. Pemetaan materi tidak menetapkan tambahan JP bagi masing-masing narasumber; total program tetap mengacu pada 25 JP yang tercantum pada materi pelatihan.
Rekomendasi agar Pelatihan Berkelanjutan
Manfaat pelatihan akan semakin kuat jika peserta memiliki tindak lanjut yang nyata. Scripta Indonesia, diharapkan dapat menjaga kesinambungan pendampingan, sedangkan peserta perlu menetapkan target kerja sesuai keadaan naskah masing - masing.
Tetapkan satu naskah prioritas. Pilih artikel yang datanya paling siap dan kontribusinya paling jelas. Susun daftar masalah utama, agar konsultasi dengan pembimbing dapat fokus pada perbaikan yang paling dibutuhkan.
Kerjakan revisi secara bertahap. Dahulukan masalah substansi, seperti; pertanyaan penelitian, analisis dan kontribusi. Setelah alur utama kuat, rapikan bahasa, kutipan serta format naskah.
Bangun kebiasaan membaca dan menulis. Sediakan waktu rutin untuk menelaah artikel terkait dan memperbarui draf. Catat setiap masukan pembimbing, perubahan yang dilakukan dan permasalahan yang masih perlu dibahas.
Pilih jurnal secara cermat. Periksa ruang lingkup, kebijakan editorial, proses penelaahan, biaya dan status pengindeksan melalui sumber resmi. Menyesuaikan tujuan jurnal dengan bidang serta kekuatan artikel.
Jaga integritas akademik. Pastikan data disampaikan secara jujur, referensi benar -benar diperiksa dan kutipan sesuai dengan sumbernya. Pembimbingan perlu memperkuat kemampuan penulis mempertanggungjawabkan isi artikelnya.
Ajakan mengikuti Pendampingan Privat
Dosen, peneliti, pelajar dan penulis dapat mengembangkan mutu artikelnya melalui pendampingan yang terarah. Bawalah gagasan atau draf terbaik, petakan kesulitan utama dan gunakan setiap masukan sebagai dasar untuk memperkuat naskah.
Untuk memperoleh informasi mengenai kemungkinan lanjutan program, jadwal, mekanisme pendampingan dan ketentuan keikutsertaan, calon peserta dapat menghubungi Scripta Indonesia. Ketersediaan pendampingan perlu diklarifikasi kepada penyelenggara.
Dimulai dari satu gagasan yang jelas, dilanjutkan dengan satu draf yang sungguh – sungguh dikerjakan dan menumbuhkan keberanian untuk menerima telaah ilmiah. Pendampingan yang terarah akan bernilai, ketika disertai disiplin serta tanggung jawab penulis terhadap karyanya.
Harapan untuk Pengembangan Karya
Kegiatan ini diharapkan memperkuat budaya menulis ilmiah, membuka ruang kolaborasi dan meningkatkan kemandirian peserta. Kemajuan terlihat dari permasalahan penelitian yang semakin jelas, argumentasi yang lebih tertata serta draf yang semakin siap dikemukakan. Penerimaan artikel tetap mengikuti penilaian editor dan proses jurnal tujuan.
Dokumentasi dan Kebersamaan
Percakapan akademik dan kebersamaan selama pelatihan memberi ruang bagi peserta untuk bertukar pengalaman, memperjelas kesulitan menulis dan menjaga semangat belajar. Dokumentasi ini, merekam suasana kegiatan Scripta Indonesia di Lamerica Villas Cilengkrang.
Dari Pertemuan Menuju Karya
Pendampingan akan terus bernilai ketika diterjemahkan menjadi pekerjaan nyata; membaca sumber, menata kerangka, menulis draf dan memperbaiki bagian yang masih lemah. Semoga kebersamaan ini terus berlanjut menjadi karya ilmiah yang bermanfaat bagi pendidikan dan masyarakat.
Galeri Kegiatan
Suasana Pelatihan
Sertifikat keikutsertaan Dr. H. Hery Saparudin M.Pd.I., dalam Academic Writing Course AWC 2 yang diselenggarakan oleh Scripta Indonesia pada tanggal 28–31 Oktober 2026.
TM.









