Kumparan Butiran Doa
﴿وَٱصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِٱللَّهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِى ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُونَ﴾
“Dan bersabarlah; dan kesabaranmu itu semata² dengan pertolongan Allah; dan janganlah engkau bersedih terhadap mereka dan janganlah engkau bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.” (QS. An-Nahl, Ayat 127).
Ya Allah ya Shabur, Engkau sumber kesabaran. Ajari kami sabar bukan karena lemah, tetapi karena yakin bahwa Engkau sedang menyiapkan kemenangan.
Ya Allah ya ‘Alim, Engkau Maha Mengetahui segala makar. Saat kami tak memahami apa yang terjadi di balik layar kekuasaan, cukupkan kami dengan keyakinan bahwa Engkau mengetahui segalanya.
Ya Allah ya Waliyy, jadilah pelindung kami dari tipu daya yang halus, dari jebakan yang tak terlihat, dari fitnah yang disusun rapi.
Ya Allah ya Hadi, tuntun kami agar tetap istiqomah dalam jalan perjuangan ini, hingga Engkau sendiri yang menutup perjalanan kami dengan husnul khatimah. Aamiin ya rabbal ‘alamin...
Ashsholatu khoirum minannaum... Selamat tahajud, saudaraku... Selamat menjemput dan meniti Jum'at yg penuh berkah...
Oleh : EdyMulyadi
Jakarta, 10 Oktober 2026.
وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
"...dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian/dendam dalam hati kami terhadap orang² yang beriman. Ya Tuhan kami, Sungguh, Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hasyr 59: Ayat 10).
Ya Allah, ya Salaam, ya Lathiif, malam ini kami membawa hati yang terasa berat dan sesak. Kami sering terluka oleh lisan manusia. Dikhianati oleh keadaan. Juga merasa kecewa atas perlakuan orang lain kepada kami. Di keheningan sepertiga malamMu yang sejuk ini, kami memohon: sentuh batin kami dengan kelembutanMu. Sapu bersih sisa rasa benci, dendam dan dongkol yang masih mengendap di dasar hati kami.
Ya Allah, ya Ghafuur, bersihkan jiwa kami dari beban dendam yang hanya akan mengeraskan hati kami sendiri.
Ya Allah, ya Jabbaar, ya Waduud, wahai Yang Maha Memulihkan, balutlah luka hati kami dengan kasih sayangMu. Gantikan rasa perih akibat perlakuan buruk manusia dengan kelapangan dada yang luas.
Ya Allah, ya Hayyu, ya Qayyuum, bebaskan jiwa kami dari belenggu sakit hati yang melelahkan fisik dan batin kami. Jadikan hati ini seperti tanah subur yang senantiasa menumbuhkan kedamaian, kasih sayang dan ketenangan bagi siapa saja yang berada di sekitar kami.
Ya Allah, ya Mujiibu, ya Dzal Jalaali wal Ikraam, jadikan tahajud malam ini sebagai penggugur segala penyakit hati dalam diri kami. Bangkitkan kami esok hari dengan senyuman yang tulus, dada yang lapang dan jiwa yang bersih tanpa menyimpan dendam pada siapa pun. Aamiin ya robbal alamiin...
Ashsholatu khoirum minannaum...
Selamat tahajud, saudaraku...
Oleh : Edy Mulyadi.
Jakarta, 20 Oktober 2026.
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۗ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۗ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 216).
Ya Allah… berapa banyak hal dalam hidup ini yang kami keluhkan. Kami menangis karena kehilangan, kecewa karena tak tercapai, dan marah saat takdir Mu tak sesuai harapan. Kami mengira Engkau menjauh. Padahal justru Engkau sedang menyelamatkan kami dari yang kami tak tahu.
Ya Allah ya Robb, kami terlalu sering menilai kebaikan dengan rasa senang, dan mengira keburukan itu yang menyakitkan. Padahal Engkau telah berfirman: "Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal itu baik bagimu." Ajari kami untuk percaya padaMu sepenuhnya, bahkan ketika hidup ini tak bisa kami mengerti.
Ya Allah ya Robb, jangan biarkan kami larut dalam sangka buruk kepadaMu. Jangan biarkan luka - luks ini mengikis iman kami. Justru di tengah tangis dan ujian, bangkitkan keyakinan bahwa semua ini bagian dari kasih sayangMu. Bahwa Engkau sedang menguatkan kami. Mendidik hati kami, dan menyiapkan sesuatu yang lebih indah di ujung sabar kami.
Ya Allah, Engkau Maha Tahu sedang kami tak tahu. Maka cukupkan kami dengan ridha atas apa yang Kau pilihkan. Jika jalan yang Kau beri terasa berat, kuatkan pundak ini. Jika yang kami minta belum Kau beri, tenangkan hati ini. Dan jika kami harus melewati jalan yang tak kami sukai, maka jadikan itu sebab kami semakin dekat kepadaMu. Aamiin ya rabbal alamiin...
Ashsholatu khoirum minannaum...
Selamat tahajud, saudaraku...
Oleh : Edy Mulyadi.
Jakarta, 25 Oktober 2026.
فَاِ نْ تَوَلَّوْا فَقَدْ اَبْلَغْتُكُمْ مَّاۤ اُرْسِلْتُ
بِهٖۤ اِلَيْكُمْ ۗ وَيَسْتَخْلِفُ رَبِّيْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ۚ وَلَا تَضُرُّوْنَهٗ شَيْــئًا ۗ اِنَّ رَبِّيْ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيْظٌ
Maka jika kamu berpaling, maka sungguh, aku telah menyampaikan kepadamu apa yang menjadi tugasku sebagai rasul kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti kamu dengan kaum yang lain, sedang kamu tidak dapat mendatangkan mudarat kepadaNya sedikit pun. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pemelihara segala sesuatu."" (QS. Hud 11: Ayat 57)
Ya Allah ya Hafidz, peliharalah kami dengan penjagaanMu yang tidak pernah tidur, tidak pernah berkurang. Tak pernah tertukar oleh waktu. Jauhkan kami dari iri dengki manusia. Dari lisan yang menfitnah. Dari mereka yang bekerja dalam gelap.
Ya Allah ya Robb, jika Engkau yang menjaga kami, maka tidak ada satu pun makhluk yang mampu menembus perlindunganMu. Buat hati kami yakin penuh bahwa kendali hidup ini ada di tanganMu. Bukan di genggaman manusia mana pun.
Ya Allah ya Robb, jagalah keluarga kami, kesehatan kami, rezeki kami, perjuangan kami, harga diri kami, dan masa depan kami. Peliharalah iman kami agar tetap hidup dan tetap tegak meski badai dunia menghempas.
Ya Allah ya Robb, jadikan malam ini saksi bahwa kami kembali mengetuk pintuMu. Dengan hati yang letih, tapi berharap. Dengan jiwa yang rapuh, tapi berpegang kepadaMu. Dengan keyakinan bahwa Engkau Maha Memelihara segala sesuatu, termasuk hidup kami yang rapuh ini. Aamiin ya robbal alamiin...
Ashsholatu khoirum minannaum... Selamat tahajud, Saudaraku...
Oleh : Edy Mulyadi.
Jakarta, 1 November 2026.
﴿فَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ﴾
“Maka janganlah kamu merasa lemah dan jangan (pula) bersedih hati, padahal kamulah orang² yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang² yang beriman.” (QS. Ali Imran, Ayat 139).
Ya Allah ya Qawiyy, Engkau Maha Kuat. Angkatlah kelemahan dari diri kami. Saat ini kami lelah melihat kezaliman yang seolah tak berujung. Bangkitkan kembali semangat kami untuk tetap istiqomah.
Ya Allah ya Rauf, Engkau Maha Pengasih. Hibur hati kami yang sering bersedih melihat ketidakadilan merajalela. Jangan biarkan kesedihan itu memadamkan perjuangan kami.
Ya Allah ya Jabbar, Engkau Maha Memperbaiki. Perbaiki keadaan negeri ini melalui tangan - tangan kecil kami yang Engkau pilih untuk tetap bersuara dan bekerja.
Ya Allah ya Hakim, Engkau Maha Bijaksana. Ajari kami membaca waktu, membaca keadaan, agar perjuangan kami tetap lurus, cerdas dan tidak gegabah.
Ya Allah ya Hadi, tuntun kami agar tetap tegak hingga akhir. Jadikan kami bagian dari orang² yang Engkau muliakan karena iman dan istiqomahnya. Aamiin ya rabbal ‘alamin...
Ashsholatu khoirum minannaum... Selamat tahajud, saudaraku...
Oleh : Edy Mulyadi.
Jakarta, 2 November 2026.
وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus..." (QS. Al-Bayyinah 98: Ayat 5)
Ya Allah, ya Hakiim, ya Raqiib, di keheningan sepertiga malam ini, kami bersujud memeriksa relung hati kami yang paling dalam. Kami takut, jangan - jangan amal ibadah kami selama ini hancur lebur karena terselip riya, sum'ah, dan rindu akan pujian manusia. Di hadapanMu yang Maha Mengawasi, kami memohon : Sucikanlah niat kami. Bersihkan batin kami dari segala kepalsuan yang merusak pahala amal kami.
Ya Allah, ya Baashir, ya Khabiir, Engkau Maha Melihat apa yang tersembunyi di balik senyuman dan kata-kata kami. Manusia bisa kami kelabui dengan topeng kesalehan. Namun di hadapanMu kami telanjang tanpa rahasia. Runtuhkanlah keinginan kami untuk terlihat mulia di mata makhluk. Biarlah kami menjadi hamba yang biasa - bisa saja di bumi. Tapi dikenal dan dicintai oleh penduduk langit karena keikhlasan kami.
Ya Allah, ya Dzal Jalaali wal Ikraam, jadikan sisa hidup kami hanya berporos pada ridaMu. Ajari hati kami untuk tetap tenang saat dicaci. Tetap menunduk saat dipuji. Bersihkan jiwa kami dari penyakit gila hormat dan kesombongan tersembunyi yang kerap merayap halus ke dalam dada tanpa kami sadari.
Ya Allah, ya Waliyy, ya Haadi, tuntun batin kami agar selalu menyembunyikan amal kebaikan sebagaimana kami dengan rapat menyembunyikan aib - aib kami. Biarlah sujud tahajud malam ini menjadi rahasia indah antara kami denganMu. Sebagai bukti cinta yang murni tanpa butuh pengakuan dari dunia yang fana ini.
Ya Allah, ya Mujiib, wahai yang Maha Mengabulkan, terima salat dan zikir kami yang masih jauh dari sempurna ini. Sucikan hati kami hingga menjadi hati yang ikhlas seikhlas-ikhlasnya. Hidupkan kami dalam keikhlasan menghamba. Dan, terimalah kami kelak sebagai hamba yang murni bertauhid kepadaMu. Aamiin ya robbal alamiin...
Ashsholatu khoirum minannaum... Selamat tahajud, saudaraku...
Oleh : Edy Mulyadi.
Jakarta, 3 November 2026.
وَهُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلۡوَدُودُ
"Dan Dia-lah Yang Maha Pengampun, Maha Pencinta." (QS. Al-Buruj 85:14).
Ya Allah ya Wadud, Engkau mencintai kami bahkan sebelum kami mengenal cinta. Saat kami lupa kepadaMu, Engkau tetap menjaga. Saat kami bermaksiat, Engkau masih menutup aib kami. Dan ketika kami kembali, Engkau bukan hanya menyambut… Engkau memeluk kami dengan ampunan dan kasih sayang yang tak terhingga.
Ya Allah ya Rahman, begitu sering kami mencari cinta dari manusia, padahal cinta mereka terbatas dan sering melukai. Sedangkan cintaMu tak pernah menuntut, tak pernah menyakiti, tak pernah meninggalkan. Engkau mencintai kami apa adanya, bukan karena apa yang kami miliki, tapi karena Engkau memang Maha Mencintai.
Ya Allah ya Ghafur, biarpun dosa kami menjulang setinggi langit, Engkau tetap membuka pintu taubat selebar samudera. Engkau tahu betapa lemahnya kami menjaga hati, tapi Engkau tetap sudi menampung air mata penyesalan kami. Maka malam ini, kami ingin kembali… bukan hanya karena takut neraka, tapi karena kami rindu padaMu.
Ya Allah ya Salam, di dunia yang riuh oleh kepalsuan, ajari kami merasakan ketenangan dalam cintaMu. Saat hati ini gelisah oleh kecewa, penuhi ia dengan damai dari cahaya kasihMu. CintaMu.
Ya Allah ya Karim, jangan biarkan kami mencari cinta selain dariMu. Jika hati ini mulai condong pada yang fana, tarik ia kembali kepadaMu. Jadikan Engkau satu-satunya tujuan cinta kami. Hingga kelak, kami bisa pulang dalam pelukan rahmatMu yang tak bertepi. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin…
Ashsholatu khoirum minannaum... Selamat tahajud, saudaraku...
Oleh : Edy Mulyadi.
Jakarta, 6 November 2026.
