Penulis : aeptatasurya@uinsgd.ac.id
Perjalanan waktu mengingatkan kita bukan berapa lama kita hidup, melainkan apakah kita menjadi lebih baik. Pertanyaan kuncinya :
- Sudahkah ilmu meningkatkan akhlak ?
- Sudahkah pengalaman memperbaiki cara bekerja ?
- Sudahkah amanah menghasilkan pelayanan yang lebih baik ?
- Sudahkah pengabdian kita lebih bermanfaat ?
Kita ingin berubah, tapi enggan mengevaluasi diri. Kita ingin maju, tapi belum disiplin belajar. Kita ingin pelayanan berkualitas, tapi belum memperbaiki cara melayani. Kita ingin pengabdian bermakna, tapi masih sibuk menghitung penghargaan.
Empat Ikhtiar Utama :
1. Muhasabah Diri, Pintu Perubahan
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ١٨
"Hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok." — QS. Al-Hasyr [59]: 18
Muhasabah sama dengan memeriksa niat, perkataan, tindakan dan tanggung jawab. Bukan sekadar menyesal, tapi taubat
"perbaikan sikap" tindakan nyata. Belajar mengakui kesalahan tanpa mencari kambing hitam.
2. Kompetensi & Karakter, Bekal Pengabdian :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْ ۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ ۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ ۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ١١
"Allah akan mengangkat orang - orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat." QS. Al-Mujadilah [58]: 11
Semakin tinggi ilmu/kedudukan → semakin baik akhlak → semakin tulus melayani. Ilmu bukan untuk kesombongan, tapi untuk kebermanfaatan. Rasulullah :
صلي الله عليه وسلم: "اللهم ارزقنا علماً نافعاً". (الموارد البشرية.ابن ماجه))
Berdoa :
"Ya Allah, berikanlah kami ilmu yang bermanfaat." (HR. Ibnu Majah)
3. Ubah Pola Pikir : Dari "Apa yang saya dapat ?" → "Apa yang saya bisa berikan?"
وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَ ؕ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ١٠٥
"Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu." QS. At-Taubah [9]: 105
Pekerjaan bisa menjadi ibadah jika niat benar, cara halal dan sungguh - sungguh. Dua orang bisa melakukan hal sama, tapi nilainya berbeda karena niat. Perbaikan diri harus berjalan bersama perbaikan sistem dan kebijakan.
4. Istiqamah & Ketulusan, Kekuatan Pengabdian
أحب الأعمال إلى الله أدامته وإن قل» (رواه مسلم).البخاري ومسلم))
"Amal yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus meskipun sedikit." (HR. Bukhari & Muslim)
Perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang konsisten; tepat waktu, jujur, melayani dengan ramah, membantu tanpa pujian.
Pembiasaan → karakter → integritas → kepercayaan.
Siklus Perubahan yang Berkelanjutan
Muhasabah → Kesadaran → Perubahan Diri → Kompetensi & Karakter → Pelayanan Berkualitas → Pengabdian Bermanfaat → Kembali Bermuhasabah
Mengubah Ukuran Keberhasilan
Bukan Hanya Bertanya. Tetapi Juga.
Berapa banyak yang saya miliki ? Berapa banyak kebaikan yang telah saya berikan ? Seberapa tinggi kedudukan saya ? Seberapa besar manfaat dari amanah saya ? Sudahkah saya menjadi lebih baik ? Sudahkah perubahan diri saya menjadikan pengabdian lebih bermanfaat ?
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ ۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ ١١
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri." QS. Ar-Ra'd [13]: 11
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang senantiasa bermuhasabah, istiqamah dalam kebaikan, bertambah ilmunya, semakin baik akhlaknya dan semakin luas kebermanfaatan pengabdiannya.
