
Oleh H. Sugandi Miharja, Ph.D
Perkembangan teknologi Tiongkok ikut membentuk arus transformasi global. Enam bidang perlu menjadi perhatian pendidikan tinggi Indonesia: Artificial Intelligence (AI), Integrated Circuit (IC) dan semikonduktor, robotika, Quantum Information Science, cyberspace security, serta embodied intelligence.
AI mengubah cara
belajar, riset, dan pekerjaan; semikonduktor menjadi fondasi ekonomi digital; robotika mendorong otomasi industri; teknologi kuantum membuka paradigma komputasi baru; keamanan siber melindungi data dan infrastruktur digital; sedangkan embodied intelligence mengintegrasikan AI dengan robot dan lingkungan fisik.
Implikasinya bagi pendidikan tinggi Indonesia sangat strategis. Perguruan tinggi perlu memperbarui kurikulum agar lebih adaptif terhadap teknologi, memperkuat laboratorium dan riset, serta membangun kolaborasi kampus dengan industri dan pemerintah. Pendidikan tidak cukup menghasilkan pengguna teknologi, tetapi harus mencetak perancang, peneliti, inovator, dan pengambil keputusan yang mampu menguasai teknologi sekaligus memahami aspek etika dan kemanusiaan.
Indonesia juga perlu memperkuat pendidikan STEM, talenta digital, keamanan siber, desain chip, robotika, dan AI. Di saat yang sama, literasi teknologi harus dipadukan dengan kemampuan berpikir kritis dan karakter.
Dengan demikian, arus teknologi global menjadi momentum bagi kampus Indonesia untuk bergerak dari konsumen teknologi menuju produsen pengetahuan, inovasi, dan sumber daya manusia unggul.