Oleh : Dr. H. Sugandi Miharja Ph.D.
Inspirasi
Fenomena jamaah tertidur saat khutbah Jumat, merupakan hal yang sering kita jumpai di masjid. Kondisi ini menarik untuk dikaji dan dapat dijelaskan dari berbagai aspek mulai dari fisiologis, psikologis, lingkungan hingga spiritual.
Berikut adalah empat faktor utama yang dapat kita telaah bersama :
1. Sakinah : Ketenangan yang Memicu Relaksasi
Masjid, adalah tempat yang menghadirkan ketenangan (sakinah). Suasana yang damai, suara khatib yang kadang monoton, posisi duduk yang nyaman dan minimnya aktivitas fisik membuat tubuh secara alami memasuki kondisi relaksasi. Pada sebagian orang, relaksasi ini berubah menjadi rasa kantuk.
Namun perlu diingat; sakinah bukan berarti tidur. Ketenangan spiritual idealnya membantu kita memusatkan perhatian, menghayati nasihat dan meningkatkan ketakwaan. Tantangannya, adalah bagaimana kita menjadikan ketenangan itu sebagai sarana kehadiran hati, bukan alasan untuk terlelap.
2. Ritme Biologis : Waktu Jumat dan Jam Istirahat Tubuh
Salat Jumat berlangsung siang hari, berdekatan dengan waktu dimana tubuh secara alami mengalami penurunan kewaspadaan. Fenomena ini, dikenal secara ilmiah sebagai post-lunch dip, yaitu penurunan energi dan kewaspadaan setelah jam makan siang.
Kondisi ini diperberat apabila :
- Kurang tidur pada malam sebelumnya
- Kelelahan setelah bekerja sepanjang pagi
- Makan berlebihan sebelum berangkat ke masjid
Solusi sederhana : Cukupi waktu istirahat malam dan jaga pola makan yang wajar pada siang hari sebelum berangkat salat Jumat.
3. Mandi Jumat : Kebersihan yang Membawa Rasa Rileks
Mandi sebelum salat Jumat, adalah amalan yang dianjurkan untuk menjaga kesegaran dan kebersihan diri. Setelah mandi, tubuh terasa lebih nyaman dan pikiran lebih rileks. Namun, bagi mereka yang sudah lelah sejak pagi, rasa rileks ini justru bisa memicu rasa kantuk yang tertahan tadi.
Mandi tidak secara langsung membuat kita mengantuk tetapi tubuh lelah yang kemudian merasa nyaman dan duduk diam di tempat dengan tenang, cenderung lebih mudah terlelap. Maka, kebersihan fisik perlu disertai niat dan kesiapan batin untuk menyimak khutbah.
4. Mitos Oksigen : Apakah Jamaah Kekurangan Udara Segar ?
Sering terdengar ungkapan : "Masjid penuh, oksigen habis, jadi ngantuklah kita." Penjelasan ini perlu diluruskan.
Secara ilmiah, banyaknya jamaah memang meningkatkan kadar karbon dioksida di ruangan yang tertutup dan kurang ventilasi, hal ini bisa menurunkan kenyamanan dan konsentrasi. Namun, kekurangan oksigen bukanlah penyebab utama orang tertidur saat khutbah. Faktor yang lebih dominan tetaplah :
- Kualitas tidur malam sebelumnya
- Ritme biologis siang hari
- Suhu dan kenyamanan ruangan
- Durasi duduk tanpa aktivitas
Solusi praktis : Pastikan ventilasi masjid berfungsi baik, sirkulasi udara lancar dan suhu ruangan tidak terlalu panas atau terlalu dingin.
Kesimpulan
Faktor Penjelasan
Sikap yang Diperlukan
Sakinah Suasana tenang, memicu relaksasi Jadikan ketenangan untuk hadir dan menyimak.
Ritme Tubuh Siang hari, adalah jam alami tubuh ingin beristirahat Cukupkan tidur malam dan jaga asupan makanan.
Mandi Jumat
Kebersihan membuat tubuh terasa nyaman, siapkan niat untuk menyimak khutbah.
Ventilasi Udara Ruang padat dan kurang udara segar, mengurangi konsentrasi Perbaiki sirkulasi udara masjid.
Tujuan khutbah Jumat bukan sekadar membuat jamaah duduk tenang, melainkan membangkitkan hati, pikiran dan kesadaran untuk memperbaiki kehidupan. Sebab, tubuh boleh beristirahat tetapi ketika nasihat agama disampaikan, hati dan pikiran hendaknya tetap terjaga.
TM.
