Akademisi dan Praktisi
Kata Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah
رَبُّكَ يُحِبُّ حَيَاةَ نَفْسِكَ، وَأَنْتَ تُرِيدُ قَتْلَهَا، يُرِيدُ بِهَا الْيُسْرَ وَأَنْتَ تُرِيدُ الْعُسْرَ، يُرِيدُ بِهَا الْكَرَامَةَ وَأَنْتَ تُجَاهِدُ فِي إِهَانَتِهَا، مَا يَبْلُغُ الأَعْدَاءُ مِنْ جَاهِلٍ مَا يَبْلُغُ الْجَاهِلُ مِنْ نَفْسِهِ
Artinya :
"Rabbmu mencintai hidupnya jiwamu, namun engkau justru ingin membunuh dan mematikannya. Dia menghendaki kemudahan bagimu, sementara engkau malah memilih kesulitan. Dia menginginkan kemuliaan bagimu, tetapi engkau bersungguh-sungguh menghinakan dirimu sendiri. Sungguh, apa yang tidak mampu dilakukan musuh terhadap seorang yang bodoh, justru dilakukan oleh orang bodoh itu sendiri terhadap dirinya."
Sumber : Bada'iul Fawa'id, Hal. 1200, Cetakan Dar Athoat
Kata Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah
غَايَةُ أُمْنِيَّةِ الْمَوْتَى فِي قُبُورِهِمْ حَيَاةُ سَاعَةٍ يَسْتَدْرِكُونَ فِيهَا مَا فَاتَهُمْ مِنْ تَوْبَةٍ وَعَمَلٍ صَالِحٍ، وَأَهْلُ الدُّنْيَا يُفَرِّطُونَ فِي حَيَاتِهِمْ فَتَذْهَبُ أَعْمَارُهُمْ فِي الْغَفْلَةِ ضَيَاعًا، وَمِنْهُمْ مَنْ يَقْطَعُهَا بِالْمَعَاصِي
Artinya :
"Angan - angan terbesar orang - orang yang telah mati di alam kubur adalah hidup sesaat saja, agar mereka dapat menyempurnakan tobat dan amal saleh yang terlewatkan. Namun, orang - orang yang masih hidup di dunia justru menyia-nyiakan hidup mereka, sehingga umur mereka habis percuma dalam kelalaian. Bahkan sebagian di antara mereka menghabiskannya dalam kemaksiatan."
Sumber : Latha'iful Ma'arif, Hal. 727
E.TM.
Renungan
Allah SWT menginginkan yang terbaik bagi kita — hidup yang bermakna, kemudahan, dan kemuliaan. Namun sering kali kita sendiri yang justru menyulitkan diri, menyia-nyiakan waktu, dan menjauhkan diri dari kebaikan.
Orang yang sudah meninggal dunia tidak akan pernah kembali untuk beramal. Satu jam saja waktu yang terbuang tidak akan pernah bisa dibeli kembali dengan apa pun di dunia ini. Maka, janganlah sampai kita menunda kebaikan, karena esok hari bukan milik kita.
"Manfaatkanlah lima hal sebelum lima hal datang: Masa mudamu sebelum masa tua, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu."
— Hadis Riwayat Al-Hakim
Semoga kita termasuk golongan yang beruntung, dalam menggunakan waktu secepat, yang Allah titipkan kepada kita.
Kesimpulan:
jangan menentang takdir Allah; jadikan ingatan akan penyesalan orang mati sebagai dorongan untuk berbuat baik hari ini, sebelum waktu dan kesempatan benar-benar berakhir.
