(Analisis Manajemen Kolaboratif)
Oleh : Dr. KH. Aep Tata Suryana S.H,. M.M,. MBA.
Ringkasan Sejarah
Sejarah Mathla’ul Anwar (MA), Nahdlatul Ulama (NU) dan ormas Islam lainnya memang saling berkaitan dalam perjuangan pendidikan, dakwah, pembaruan masyarakat serta kebangsaan. Namun perlu dibedakan, hubungan historis yang erat tidak sama dengan kesamaan identitas kelembagaan. Mathla’ul Anwar tidak sama dengan NU, meskipun sebagian tokoh dan basis perjuangannya memiliki ikatan yang kuat.
Sejarah Singkat Mathla’ul Anwar
Mathla’ul Anwar lahir di Menes Pandeglang Banten pada tahun 1916. Organisasi ini, bermula dari lembaga pendidikan yang didirikan para ulama Banten, antara lain : KH. E. Muhammad Yasin, KH. Tb. Muhammad Sholeh dan KH Mas Abdurrahman. Tujuan awalnya, membangun pendidikan Islam dan meningkatkan pengetahuan masyarakat yang kala itu tertinggal akibat kolonialisme.
Secara kronologis :
- Muhammadiyah → 1912.
- Mathla’ul Anwar → 1916.
- Nahdlatul Ulama → 1926.
Dengan demikian, bahwa Mathla’ul Anwar berdiri lebih dahulu daripada NU, namun kemudian menjalin hubungan historis yang sangat dekat.
Hubungan Mathla’ul Anwar dengan NU
Hubungan ini tak lepas dari jaringan keilmuan para ulama pendirinya. Sejumlah pendiri MA, pernah belajar di lingkungan ulama yang sama termasuk jaringan keilmuan Syekh Nawawi al-Bantani dan para ulama di Makkah. KH. Mas Abdurrahman dikenal memiliki hubungan erat dengan KH. Hasyim Asy’ari, pendiri NU.
Setelah NU berdiri pada 1926. Mathla’ul Anwar di Banten menjadi salah satu basis penting perkembangan NU, sumber sejarah mencatat bahwa pada 1928, lembaga pendidikan Mathla’ul Anwar di Menes dijadikan basis cabang NU pertama di Banten.
Namun perlu dipahami dengan hati - hati : Mathla’ul Anwar, sebagai organisasi tetap memiliki sejarah dan identitas sendiri. Terdapat lembaga bernama Mathla’ul Anwar Linahdlatil Ulama (MALNU) yang berafiliasi dengan tradisi NU tetapi ini tidak mewakili keseluruhan organisasi Mathla’ul Anwar.
Bentuk Sinergitas dengan Ormas Islam diantaranya :
Kesatu Bidang Pendidikan ;
Pendidikan menjadi titik temu utama :
- MA → membangun madrasah & lembaga pendidikan, berakar kuat di Banten.
- NU → mengembangkan pesantren, madrasah, pendidikan berbasis tradisi.
- Muhammadiyah → sekolah, perguruan tinggi, sistem pendidikan modern.
- Al-Irsyad & Persis → pendidikan Islam dengan pendekatan pembaruan dan pemurnian ajaran.
Strategi berbeda, tetapi tujuan besarnya sama : Mencerdaskan umat dan membangun masyarakat berakhlak.
Kedua Bidang Dakwah ;
MA, NU dan ormas Islam lain sama - sama berdakwah melalui pengajian, majelis taklim, lembaga pendidikan, pembinaan pemuda, penerbitan serta kegiatan sosial - keagamaan. Perbedaannya terletak pada corak. NU kental dengan tradisi pesantren & kearifan lokal ; Muhammadiyah menonjolkan tajdid & rasionalisasi ; Mathla’ul Anwar berakar pada pendidikan Islam masyarakat Banten.
Ketiga Bidang Kebangsaan ;
Seluruhnya berperan membangun kesadaran kebangsaan dan mempertahankan kehidupan umat di masa kolonial. Forum bersama seperti Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI), menjadi bukti koordinasi antar organisasi. Sinergi ini bukan peleburan organisasi, melainkan kerja sama atas isu bersama diantaranya ; pendidikan, kemerdekaan, pelayanan sosial, kepentingan rakyat.
Keempat Bidang Sosial & Kemanusiaan ;
Kini sinergi dapat diperluas melalui penanggulangan bencana, pengelolaan zakat & wakaf, pemberdayaan ekonomi, pelayanan kesehatan, pengentasan kemiskinan, perlindungan anak-perempuan serta pembinaan moral generasi muda. Jaringan luas, masing - masing ormas dapat memperbesar dampak pelayanan.
Apakah “Tak Terpisahkan” ?
Aspek Mathla’ul Anwari lil Nahdiyin Ulama'i Berdiri 1916 Menes Banten 1926 termasuk Surabaya
Fokus utama Pendidikan, sosial, dakwah ; pergerakan Hizbullah–Sabilillah Pesantren, tradisi, kebangsaan
Hubungan sejarah Jaringan ulama Banten–Makkah ; basis cabang NU pertama di Banten Jaringan pesantren se-Nusantara
Status organisasi Mandiri, identitas sendiri Mandiri, identitas sendiri
Secara historis dan cita - cita perjuangan, tak terpisahkan. Secara organisatoris serupa, tetapi tidak sama.
Simpulan
Sejarah MA, NU dan ormas Islam lain, memang saling mengindahkan Mathla’ul Anwar, bahkan lebih dahulu lahir dan menjadi basis penting perkembangan NU di Banten. Hubungan ini, diperkuat jaringan keilmuan, persahabatan antar ulama, kesamaan paham keislaman serta perjuangan pendidikan dan kebangsaan.
Akan tetapi, secara kelembagaan : MA dan NU tidak dapat terpisahkan. Relasi yang tepat, adalah relasi historis, kultural, keilmuan dan sosial yang menjadi dasar sinergi tanpa menghilangkan otonomi masing - masing.
Perbedaan khas corak gerakan — pesantren, pendidikan modern, pembaruan pemikiran — tidak meniadakan kerja sama. Semua dapat berkolaborasi dalam pendidikan, kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, moderasi beragama dan pembangunan bangsa.
Mathla’ul Anwar dan NU : Dua organisasi serupa tapi tak sama karena terikat sejarah yang kuat. Titik temu utamanya ; pengabdian untuk Islam, umat dan tanah air. Demi Makna “NKRI Harga Mati”, berarti keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan prinsip yang tidak dapat ditawar, diganti dengan negara federal atau diubah menjadi bentuk negara lain. Secara konstitusional, bahwa Indonesia ditegaskan sebagai negara kesatuan berbentuk republik dalam Pasal 1 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 dan bentuk NKRI tidak dapat diubah berdasarkan Pasal 37 ayat (5).
Editor Toni Mardiana S. IKom.