Oleh : Dr. H. Sugandi Miharja S.PhD.
Opini Publik
Ketika sebuah keluarga terbentuk, semuanya bermula dari akad yang dibangun atas iman, kesepahaman dan tanggung jawab. Dari sanalah lahir kehidupan yang saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan, menghadapi ujian, serta mewujudkan cita - cita bersama.
Keluarga memiliki hubungan yang sangat konkret dengan kemajuan seseorang. Di dalam keluargalah seseorang pertama kali belajar ; Disiplin, kejujuran, tanggung jawab, menghargai orang lain, mengelola emosi, menyelesaikan masalah.
Nilai - nilai tersebut, kemudian dibawa ke sekolah, tempat kerja, dunia usaha dan lingkungan sosial. Anak yang tumbuh dalam keluarga yang memberikan perhatian, keteladanan dan dorongan akan memiliki modal karakter untuk belajar lebih baik, bekerja lebih tekun, berani memikul tanggung jawab serta mengembangkan potensi dirinya seutuhnya.
Tiga Pilar yang Membentuk Kemajuan. Karena itu, Sakinah, Mawaddah, Warahmah bukan sekadar konsep keharmonisan rumah tangga, melainkan fondasi kemajuan yang nyata.
Pilar Makna Dampak bagi Kemajuan Sakinah ; ketenangan jiwa di rumah menciptakan ruang berpikir jernih, tempat tumbuh dan berkembang. Mawaddah ; kasih sayang yang tulus, tak pudar menumbuhkan motivasi saling mendukung, tak mudah menyerah. Warahmah ; kebijaksanaan & belas kasih, melahirkan kesabaran, kekuatan bangkit saat gagal, kepedulian pada sesama.
Contoh paling nyata dapat kita teladani dari keluarga Sayyidah Fatimah az-Zahra r.a., dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a., kesederhanaan kehidupan mereka tidak menghalangi tumbuhnya keluarga yang kokoh dalam iman, teguh dalam tanggung jawab dan luar biasa dalam mendidik generasi penerus. Kemajuan mereka bukan diukur dari harta, melainkan dari kualitas pribadi yang lahir dari ketulusan rumah tangga.
Kemajuan Bermula dari Rumah
Simpulannya, bahwa kemajuan seseorang tidak berdiri sendiri.
Kualitas keluarga → membentuk kualitas pribadi → menentukan kualitas karya → berkontribusi pada kemajuan masyarakat.
Dari rumah yang sehat lahir manusia yang kuat, produktif, berintegritas dan mampu memberi manfaat bagi sesama. Maka, membangun keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah bukan sekadar urusan pribadi melainkan cara paling nyata untuk membangun masa depan bangsa.