
Opini Publik,-
Bukankah apa yang dahulu mereka lukiskan sebagai kemajuan dan pembangunan, kini kian terbuka apa adanya ? Yang disebut pembangunan nyatanya kerap berubah menjadi perusakan atas alam maupun kehidupan rakyat kecil.
Bukankah janji kemakmuran yang digembar-gemborkan, kini makin terlihat wajah aslinya, bukan menyejahterakan semua, melainkan justru memperlebar jurang kemiskinan bagi mayoritas penduduknya ?
Bukankah upaya yang diklaim sebagai pencerahan dan kemajuan pengetahuan, kini kian terungkap seringkali justru menumpulkan kesadaran, membingungkan akal sehat serta menjauhkan rakyat dari kebenaran sejati ?
Siapakah gerangan mereka itu ? Mereka, adalah kekuatan - kekuatan yang berpusat semata pada kepentingan sendiri baik yang bergerak di panggung dunia maupun sekutunya yang berakar di dalam negeri yang haus kekuasaan kembali menjajah dengan cara - cara baru, semata-mata demi mengeruk dan merampas segala kekayaan yang ada.
Burhan Rosyidi
Mereka, adalah pihak yang menjadikan keserakahan tanpa batas sebagai bahan bakar utama yang terus dipakai untuk menyebut segala sesuatu sebagai pertumbuhan ekonomi, padahal keuntungannya hanya mengalir ke segelintir tangan saja.
Dari pola pikir dan tindakan semacam inilah dunia, selama ini terbelah tajam menjadi dua sisi yang tak seimbang, sejumlah kecil kelompok maupun negara yang makin berlimpah harta serta berkuasa penuh, kian terus mengatur dan memanfaatkan, sementara sebagian besar bangsa serta rakyatnya tertinggal, lemah dan terus dirugikan.
Bila keadaan mulai sulit, bila akibat keserakahan mereka sendiri meledak menjadi masalah besar, mereka dengan gampang melontarkan alasan bahwa semua itu semata-mata akibat krisis dunia yang datang begitu saja.
Sementara kenyataannya kini makin tampak jelas, di tengah segala gejolak dan perubahan besar yang melanda dunia saat ini, merekalah yang gelisah, berusaha menutupi kekurangan dengan menciptakan kekacauan baru, mengubah aturan sesuka hati. Sebab, mereka sadar betul bahwa cara - cara lama itu sudah makin tidak bisa lagi menutupi kebusukannya. Dan ironisnya, seringkali merekalah yang justru menjadi sumber utama masalah itu sendiri sejak semula.
Karena itu wahai saudaraku sebangsa dan setanah air, sadarilah sepenuhnya, tetaplah waspada setahap demi setahap. Teguhkan hati dan tekad seluruh bangsa, jangan pernah sekalipun kita lepaskan, tinggalkan maupun khianati cita - cita luhur yang tertulis tegas dalam Pembukaan Undang - Undang Dasar 1945, arah sejati bangsa ini, melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jalan itulah yang harus tetap kita junjung tinggi, di tengah arus perubahan dunia bagaimanapun hebatnya.
Editor TM.