"Dorong Penjaminan Mutu dan Akreditasi Bertahap, 32.184 Madrasah Diniyah Takmiliyah"
BANDUNG,
Penguatan mutu Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di Jawa Barat memasuki babak baru. Dr. H. Cece Hidayat M.Si., mendapat amanah sebagai Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Diniyah Takmiliyah (LPM-DT) Jawa Barat. Pengukuhan dan pelantikan tersebut, dilakukan oleh Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Jawa Barat KH. Atep Abdul Kohar S.Pd.I,. M.M., Dr.KH. Aep Tata Suryana, SH,. MM,. MBA Dosen UIN Bandung, Dr. Rajaminsyah M.MPd, Dosen dan Ka Tim Diniyah PD Pontren Kanwil Kemenag Jabar pada Rabu, 22 September 2026 di Hotel Novotel Cihampelas, Bandung.
Acara tersebut, dihadiri Ahmad Syukri Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kanwil kemenag Jawa barat dan ratusan pengurus FKDT dari berbagai daerah di Jawa Barat. Kehadiran para pengurus FKDT, menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun sistem penjaminan mutu MDT yang sesuai dengan karakteristik pendidikan keagamaan Islam jalur nonformal.
Menurut Dr. H. Cece, lahirnya LPM DT diberi amanat untuk melakukan berbagai ikhtiar memperkuat penjaminan mutu MDT dan diarahkan untuk membangun sistem penjaminan mutu yang terukur, bertahap, adaptif dan sesuai dengan kondisi nyata MDT.
“LPM-DT tidak diarahkan untuk menyeragamkan seluruh MDT. Setiap MDT memiliki karakteristik, kapasitas sumber daya manusia, sarana prasarana, kemampuan pembiayaan, dukungan masyarakat serta tradisi pendidikan diniyah yang berbeda. Karena itu, penjaminan mutu akan dikembangkan dengan prinsip bahwa standar mutu memberikan arah, sedangkan karakteristik MDT menentukan cara pencapaiannya ".
Mantan Kepala Kemenag Kabuaten Bandung ini mengatakan, bahwa LPM DT, " Insya Allah. Siap, membangun sinergi dengan Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Pemda Prov jawa barat serta Kantor Kementerian Agama, Pemda Kabupaten/Kota se-Jawa Barat dan pemangku kebijakan di berbagai sektor. Sinergi tersebut, diarahkan untuk membangun mekanisme penjaminan mutu yang dapat berjalan secara berkelanjutan, mulai dari pemetaan kondisi MDT, evaluasi diri, pendampingan, peningkatan kapasitas, verifikasi mutu hingga akreditasi. " Ujarnya.
Ke depan LPM-DT juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara FKDT, Kementerian Agama, pemerintah daerah, pengelola MDT, ustaz/ustazah serta pemangku kepentingan lainnya dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan diniyah, " tambahnya.
Salah satu agenda besar yang akan menjadi perhatian LPM-DT Jawa Barat, adalah mendorong akreditasi MDT secara bertahap sekitar 32.184 MDT di Jawa Barat. Proses akreditasi tidak dilakukan sekaligus, tetapi melalui tahapan yang realistis berdasarkan kesiapan dan kapasitas masing - masing lembaga.
Program tersebut, membutuhkan pemetaan yang akurat agar setiap MDT dapat mengetahui posisi kelembagaannya, kekuatan yang telah dimiliki serta aspek yang masih perlu diperbaiki sebelum memasuki proses akreditasi.
Pendekatan bertahap ini penting, agar akreditasi tidak dipahami semata-mata sebagai proses penilaian administratif, tetapi sebagai instrumen untuk mendorong perbaikan mutu secara berkelanjutan.
Menuju MDT Bermutu Tanpa Kehilangan Jati Diri
LPM-DT Jawa Barat akan membawa gagasan, bahwa peningkatan mutu tidak berarti mengubah MDT menjadi sekolah formal atau lembaga pendidikan lainnya. MDT memiliki posisi dan karakter tersendiri, sebagai lembaga pendidikan keagamaan Islam jalur nonformal.
Penguatan mutu justru diarahkan untuk memperkuat kemampuan MDT dalam menjalankan fungsi pendidikan diniyah, meningkatkan kapasitas ustaz dan pengelola, memperbaiki tata kelola, memperkuat pembelajaran, mengoptimalkan sumber daya serta membangun kepercayaan masyarakat.
“MDT harus terus berkembang, tetapi perkembangan tersebut tidak boleh menghilangkan jati diri dan kekhasan pendidikan diniyah,” menjadi semangat yang mendasari pengembangan penjaminan mutu MDT di Jawa Barat.
Dengan terbentuknya LPM-DT Jawa Barat, diharapkan agenda penjaminan mutu MDT dapat bergerak dari pendekatan administratif menuju budaya mutu, sehingga proses akreditasi menjadi bagian dari perjalanan peningkatan kualitas MDT secara bertahap dan berkelanjutan. " Pungkas Dr. H. Cece. (redaksi)
Editor TM.