Kabupaten Bandung Barat, —
Pengelolaan anggaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat periode tahun 2025 menjadi sorotan publik, pasalnya hingga tutup buku anggaran, tidak terlihat adanya keterbukaan informasi yang memadai kepada publik maupun media Jumat, 17/4/2026.
Minimnya transparansi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan, khususnya terkait penggunaan dan penyerapan anggaran yang dinilai belum disampaikan secara jelas dan terbuka.
Ketua Pokja Wartawan Kabupaten Bandung Barat M. Raup, menyampaikan bahwa Dinkes KBB seharusnya memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait realisasi anggaran. “Sudah sepatutnya Dinkes KBB, menyampaikan secara terbuka penggunaan anggaran. Jangan sampai terkesan ditutup-tutupi dan menimbulkan berbagai asumsi di masyarakat,” ujarnya pada Kamis, 16/4/2026.
Menurutnya, ketidakjelasan informasi tersebut berpotensi menimbulkan dugaan adanya kepentingan tertentu yang sengaja tidak dipublikasikan, sehingga luput dari pengawasan media dan publik. Ia, menegaskan bahwa transparansi bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bentuk pertanggungjawaban moral kepada masyarakat.
Beberapa aspek penting yang seharusnya menjadi perhatian dalam pengelolaan anggaran kesehatan antara lain :
- Kesesuaian dengan perencanaan ; anggaran harus mengacu pada dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD dan RKPD.
- Efektivitas dan efisiensi ; penggunaan anggaran harus berdampak nyata terhadap peningkatan layanan kesehatan masyarakat.
- Akuntabilitas publik ; pemerintah wajib mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran secara terbuka.
M. Raup menambahkan, dengan adanya transparansi dan akuntabilitas, masyarakat dapat ikut mengawasi serta memastikan bahwa anggaran benar - benar digunakan untuk kepentingan kesehatan publik. “Kalau terbuka, masyarakat bisa ikut mengawasi. Jadi jelas, anggaran itu benar - benar kembali untuk kebutuhan kesehatan warga,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinkes Kabupaten Bandung Barat, terkait realisasi penggunaan anggaran tahun 2025 tersebut. (YUSUF)
Editor TM.
