
H. Sugandi Miharja Ph.D.
Inspiratif
Bagaimana jika hari Minggu tidak sekadar menjadi hari libur, tetapi juga ruang untuk memulihkan jiwa, merawat keluarga dan membangun kedamaian ? Di Nusantara yang asri, kehidupan damai tumbuh melalui kedekatan dengan alam dan kehangatan hubungan antar manusia.
Pagi hari dapat dimulai dengan menjelajahi alam hijau melalui kegiatan hiking atau bersepeda di jalur khusus. Langkah kaki yang teratur, udara segar dan suara alam membantu seseorang menghadirkan kesadaran penuh atau mindfulness untuk menikmati pengalaman saat ini tanpa terjebak dalam penyesalan masa lalu maupun kecemasan tentang masa depan.
Di tepi kolam, warga dapat bersantai sambil memberi makan ikan atau bebek. Aktivitas sederhana ini mengajarkan kesabaran, kepedulian, dan penghargaan terhadap kehidupan. Siang hari menjadi kesempatan berkumpul bersama keluarga, menikmati hidangan, berbagi cerita, atau menjalankan hobi bersama komunitas. Kedekatan sosial memperkuat rasa memiliki, dukungan emosional, dan ketahanan psikologis.
Dalam teori kedamaian, perdamaian tidak hanya berarti ketiadaan konflik (negative peace), tetapi juga terwujudnya kondisi sosial yang mendukung kehidupan bermartabat (positive peace). Karena itu, kampung damai memerlukan lingkungan aman, hubungan harmonis, kepedulian, dan kesempatan bagi setiap warga untuk berkembang.
Bersama Sahabat
Sementara itu, teori kesejahteraan psikologis menekankan penerimaan diri, hubungan positif, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup dan pertumbuhan pribadi. Nilai - nilai tersebut dapat dirawat melalui aktivitas sederhana yang seimbang antara kebutuhan fisik, sosial serta spiritual.
Dalam perspektif religius, ketenangan jiwa berkaitan dengan sakinah, tawakal, syukur dan tadabbur terhadap ciptaan Tuhan. Dengan mengingat Tuhan, berterima kasih dan memuji-Nya, hati menjadi tenteram.
Menjelang malam, suasana tenang tanpa cahaya terang dan kebisingan memberi ruang bagi istirahat, refleksi, zikir dan doa. Dengan demikian, hari Minggu menjadi praktik kehidupan yang menyatukan mindfulness, kesehatan mental, kesejahteraan psikologis dan spiritualitas menuju masyarakat Nusantara yang damai.
TM.
