CILAMAYA, JAWA BARAT —
Kilang LPG PT. Energi Nusantara Perkasa (ENP) yang dibangun di Cilamaya, Jawa Barat, akhirnya resmi beroperasi. Pembangunan kilang ini menelan waktu 13 bulan dengan total investasi mencapai US$36,93 juta, Kamis, 14/10/2026.
Kilang LPG Cilamaya dirancang untuk mengolah gas dengan kapasitas 40 MMSCFD, dengan target produksi ; LPG: 160 ton/hari, 52.800 ton/tahun (setara ±18,7 juta tabung LPG 3 kg/tahun), Konsensat: 320 barel/hari, ±105.600 barel/tahun.
Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyampaikan apresiasinya, "Saya mengapresiasi apa yang dilakukan PT. Energi Nusantara Perkasa. Ke depan, kami diharapkan juga bagaimana bisa melakukan konversi dengan energi - energi lain."Katanya.
Bahlil, menjelaskan kebutuhan LPG wilayah Jakarta - Jawa Barat berkisar 1.000-1.500 ton/hari. Dengan produksi 160 ton/hari, kilang ini mampu memenuhi sekitar 10-15% kebutuhan LPG di kedua wilayah tersebut.
“Potensi gas yang ada di Indonesia harus dioptimalkan, salah satunya menjadi LPG.”
Kilang ini menerapkan dua teknologi utama, Mechanical Refrigeration - proses pendingin gas, Turbo Expander - verifikasi dan pengolahan gas.
Sementara itu, lean gas (gas sisa setelah LPG dipisahkan) dikembalikan ke PT. Pertamina Hulu Energi ONWJ (Offshore North West Java) sehingga pemanfaatan gas menjadi lebih efisien dan terintegrasi.
Manfaat Strategis, memperkuat pasokan LPG dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, menciptakan lapangan kerja lokal, mendukung ketahanan energi nasional dan memberikan nilai tambah ekonomi dari pemanfaatan gas bumi.
Dengan beroperasinya kilang ini, diharapkan kontribusinya terhadap penyediaan kebutuhan energi masyarakat semakin nyata dan berkelanjutan. (IS)
TM.
