Dr. H. Sugandi Miharja
CIBIRU, BANDUNG
Setiap hari Rabu ba'da Isya, kegiatan pengajian keliling dari rumah ke rumah menjadi salah satu ikhtiar masyarakat untuk memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi dan membangun kehidupan sosial yang berlandaskan nilai – nilai Islam.
Pengajian yang berlangsung secara bergiliran di rumah warga ini memadukan sejumlah kegiatan keagamaan, meliputi pembacaan Barzanji, taklim kitabi, taklim lisani serta dzikir dan doa. Rangkaian tersebut, menghadirkan perpaduan antara ibadah, pembelajaran, keteladanan Rasulullah SAW., dan penguatan hubungan antar sesama.
Shalat berjamaah menanamkan kedisiplinan dan kebersamaan. Pembacaan Barzanji menjadi sarana mengenang perjalanan hidup serta menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Taklim kitabi memperkuat pemahaman agama melalui pembelajaran kitab, sedangkan taklim lisani menghadirkan nasehat dan pengingatan agar ilmu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir dan doa melengkapi kegiatan dengan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam suasana tersebut, tema “Hindari Syarrul Bariyyah dan Gapai Khairul Bariyyah” menjadi refleksi penting. Surah Al-Bayyinah ayat 6–8 menjelaskan syarrul bariyyah dalam konteks orang - orang yang kufur, sedangkan khairul bariyyah, merujuk kepada orang - orang yang beriman dan bekerja amal saleh.
Pesan ini, mengingatkan jamaah bahwa kesalehan tidak cukup diukur dari kehadiran dalam pengajian atau kemampuan melafalkan bacaan keagamaan. Keimanan perlu diwujudkan melalui kejujuran, amanah, kerendahan hati, kepedulian terhadap tetangga serta kemampuan menjaga lisan dari fitnah dan permusuhan.
Pengajian Keliling Setiap Rabu Ba'da Isya di Cibiru, Bandung
Pengajian keliling setiap hari Rabu ba'da Isya juga memiliki makna sosial. Rumah warga menjadi ruang perjumpaan, tempat berbagi ilmu, memperkuat persaudaraan dan membangun kepedulian terhadap persoalan lingkungan. Kedekatan semacam ini dapat membantu mencegah kesalahpahaman serta menumbuhkan budaya saling membantu.
Pada akhirnya, pengajian bukan hanya agenda rutin mingguan, melainkan proses pelatihan spiritual dan sosial yang berkelanjutan. Salat memperkuat kedisiplinan, taklim menambah pengetahuan, Barzanji menghidupkan kecintaan kepada Rasulullah dan dzikir-doa meneguhkan hubungan dengan Allah.
“Semoga kita semua termasuk dalam golongan Khairul Bariyyah, orang – orang yang beriman dan beramal saleh, membawa kebaikan bagi diri sendiri, keluarga, tetangga dan lingkungan sekitar.”
TM.

