Oleh: Dr. H. Sugandi Miharja
Inspirasi
Masjid bukan sekadar tempat menunaikan shalat, melainkan ruang pembinaan iman, penataan akhlak dan refleksi perjalanan hidup seorang muslim. Program pelatihan satu malam setiap malam Jumat di Masjid An-Nabawi, Cingised, Bandung, menjadi kesempatan bagi jamaah untuk bercermin terhadap amalan diri, memperbaiki hubungan dengan Allah serta memperkuat kepedulian terhadap sesama melalui kegiatan taklim, ibadah dan musyawarah dakwah.
Rangkaian pelatihan diawali dengan taklim lisani, yaitu nasihat keagamaan yang mengingatkan jamaah tentang pentingnya iman, amal saleh, keikhlasan dan tanggung jawab menyampaikan kebaikan. Selanjutnya taklim kitabi menjadi sarana memperdalam pemahaman agama melalui pembacaan dan pengkajian kitab. Kegiatan kedua ini mengajak setiap peserta tidak hanya mendengar dan memahami ilmu, tetapi juga menerapkan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Shalat berjamaah menumbuhkan kedisiplinan, persaudaraan dan kesetaraan di hadapan Allah. Kegiatan dilanjutkan dengan dzikir dan doa, sebagai upaya menenangkan hati, memohon pengampunan, serta menguatkan tekad untuk memperbaiki diri. Dalam suasana kebersamaan, jamaah juga melaksanakan musyawarah peran dakwah guna membahas tanggung jawab, kesiapan dan langkah nyata dalam mengajak masyarakat berbuat baik secara santun serta bijaksana.
Kebersamaan semakin terasa melalui makan bersama dalam satu nampan, sebuah praktik yang dapat menumbuhkan persahabatan, kebersamaan dan semangat berbagi. Setelah itu, jamaah beristirahat atau tidur sebagai bagian dari pengaturan waktu dan pemeliharaan kondisi tubuh agar siap melanjutkan ibadah.
Pada malam hari atau menjelang fajar, sesuai jadwal yang disepakati, jamaah melaksanakan shalat sunah qiyamul lail. Dalam keheningan malam, setiap peserta mendapat ruang untuk bermuhasabah, mengakui kekurangan dan memohon kekuatan agar istiqamah dalam kebaikan.
Pada akhirnya, keberhasilan pelatihan malam Jumat tidak semata-mata diukur dari keseluruhan rangkaian kegiatan, melainkan dari perubahan perilaku setelah jamaah kembali ke rumah dan masyarakat. Ilmu hendaknya menjadi amal, ibadah melahirkan akhlak dan musyawarah menghasilkan pengabdian. Dari Masjid An-Nabawi, jamaah belajar memperbaiki diri sebelum mengajak orang lain, sehingga dakwah tumbuh melalui keteladanan, kasih sayang dan tanggung jawab sosial.
Dari Masjid An-Nabawi, Jamaah Belajar;
“Perbaiki diri terlebih dahulu, sebelum mengajak orang lain. Maka dakwah tidak tumbuh dari kata – kata semata, melainkan dari keteladanan, kasih sayang dan tanggung jawab sosial yang tulus”.
TM.

