Kabupaten Bandung,-
Pemilihan Ketua OSIS biasanya identik dengan surat suara, bilik pencoblosan dan penghitungan suara secara manual. Namun, SMP Prima Cendekia Islami (PCI) menghadirkan cara berbeda. Melalui PCI Election Day 2026, sekolah ini menerapkan sistem electronic voting (e-voting) dalam Pemilihan Ketua OSIS SMP PCI Periode 2026–2027, bertempat Jl. Prima Raya Blk. A No.1, Malakasari Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung Jawa Barat 40375.
Pemilihan yang digelar pada Jumat, (11/9/2026) kemarin menjadi bagian dari pembelajaran demokrasi sekaligus literasi digital bagi seluruh warga sekolah. Melalui sistem e-voting, pemilih memberikan suara secara digital, sementara data pemilihan tercatat secara terintegrasi sehingga hasil dapat diketahui secara real time segera setelah proses pemungutan suara selesai.
Penerapan e-voting membuat proses berlangsung lebih cepat dan efisien, dibandingkan mekanisme konvensional. Pada saat yang sama, sistem dirancang untuk menjaga transparansi sekaligus kerahasiaan pilihan setiap pemilih.
Menariknya, hak suara tidak hanya diberikan kepada siswa. Seluruh civitas akademika mulai ; siswa, guru hingga tenaga kependidikan turut menggunakan hak pilih untuk menentukan Ketua OSIS periode berikutnya. Dengan demikian, Election Day bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan simulasi demokrasi yang menyatukan seluruh warga sekolah dengan pemanfaatan teknologi.
Demokrasi Bertemu Literasi Digital
Kepala SMP Prima Cendekia Islami, Beny Saputro S.Pd,. M.Pd., menyampaikan bahwa Pemilihan Ketua OSIS merupakan bagian inti dari pendidikan karakter dan pembelajaran demokrasi.
"Siswa tidak hanya belajar menentukan pilihan, tetapi juga mempertimbangkan kualitas calon pemimpin, menghargai perbedaan serta menerima hasil yang ditetapkan bersama," ujarnya.
Penggunaan teknologi sekaligus memberikan pengalaman, bahwa transformasi digital dapat diterapkan dalam pengambilan keputusan demokratis. Meski berbasis digital, pelaksanaan tetap mengedepankan prinsip LUBER JURDIL: Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Lugie Firdaus Agusna S.Pd,. Gr., menekankan bahwa OSIS adalah ruang nyata bagi siswa untuk belajar memimpin, bekerja sama, bertanggung jawab dan berkontribusi. Pemimpin yang terpilih diharapkan tak hanya menjalankan program, tetapi menjadi teladan yang menggerakkan partisipasi aktif seluruh warga sekolah.
Sementara itu, Ketua Pelaksana sekaligus Pembina OSIS, Bilqhisti Rahmah Mutmainah S.Psi,. Gr., menilai seluruh rangkaian kegiatan dari mengenal kandidat, menentukan pilihan hingga menerima hasil menjadi proses pembelajaran langsung tentang kepemimpinan, tanggung jawab dan sportivitas.
Tiga Kandidat, Satu Pilihan Bersama
PCI Election Day 2026 diikuti tiga kandidat :
- Mayka Nabila Fitri ; Kelas 7A
- Muhammad Reynard Agha ; Kelas 8D
- Syahla Murran Fathina ; Kelas 8C
Ketiganya, menyampaikan gagasan dan semangat masing - masing untuk memajukan OSIS serta berkontribusi bagi kemajuan sekolah.
Setelah seluruh hak pilih tersalurkan melalui sistem e-voting, hasil resmi menetapkan Syahla Murran Fathina dari kelas 8C sebagai Ketua OSIS SMP PCI Periode 2026–2027.
Apresiasi setinggi-tingginya juga diberikan kepada seluruh kandidat yang telah berani tampil, menyampaikan gagasan, dan mengikuti proses dengan sportivitas tinggi.
E-Voting, sebagai Pembelajaran Masa Depan
Lebih dari sekadar memilih pemimpin, PCI Election Day 2026 membuktikan bahwa pendidikan demokrasi dapat berjalan beriringan dengan literasi digital. Sekolah berharap lahir generasi yang tidak hanya cakap memakai teknologi, tetapi memahami nilai demokrasi, kepemimpinan dan tanggung jawab.
Sebab di era digital, demokrasi bukan hanya soal bagaimana suara diberikan melainkan bagaimana teknologi digunakan secara bertanggung jawab untuk menjaga kepercayaan bersama. (Redaksi)
Editor TM.

