Opini Publik,-
elitkita.com // Program Makan Bergizi Gratis (MBG), merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini bukan hanya tentang menyediakan makanan bagi anak - anak dan ibu hamil, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus menanamkan karakter bersyukur, disiplin, menghargai makanan, menghormati orang lain dan tidak menyia-nyiakan rezeki.
Bagi seorang Muslim, makanan yang diterima melalui program MBG hendaknya dipandang sebagai rezeki dari Allah SWT., yang sampai kepada kita melalui ikhtiar banyak manusia dan melalui kebijakan negara.
Allah SWT., berfirman :
فَكُلُوا۟ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلَـٰلًا طَيِّبًا وَٱشْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ إِن
كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
“Maka, makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.” (QS. An-Nahl: 114)
Dari Program Presiden Menjadi Pendidikan Akhlak
Ketika makanan MBG hadir di hadapan seorang anak, ada perjalanan panjang di balik satu kotak makanan.
Ada kebijakan pemerintah dan kepemimpinan Presiden Prabowo, ada para pengambil kebijakan dan pengelola program, ada anggaran negara, ada petugas yang menyiapkan bahan makanan, para juru masak, petugas pengemasan hingga para pengemudi dan petugas distribusi yang mengantarkan makanan sampai kepada penerima manfaat.
Karena itu, menghargai makanan MBG berarti juga menghargai ikhtiar dan kerja keras banyak orang. Bukan berarti makanan tersebut, menjadi milik pribadi Presiden atau pemberian pribadi Presiden. MBG, adalah program pemerintah untuk masyarakat dan para pelaksananya menjalankan amanah sesuai tugasnya.
Namun, sebagai bentuk pendidikan karakter, anak - anak dapat diajarkan : “Ketika menerima makanan MBG, kita bersyukur kepada Allah, berterima kasih kepada orang - orang yang telah bekerja menyiapkannya serta mendoakan kebaikan bagi semua pihak yang menjalankan amanah ini.”
Rasulullah SAW., bersabda :
مَنْ لَا يَشْكُرِ النَّاسَ لَا يَشْكُرِ اللَّهَ
“Barang siapa tidak berterima kasih kepada manusia, ia tidak bersyukur kepada Allah.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Doakan Pemimpin dan Seluruh Pengupaya
Anak - anak dapat dibiasakan mendoakan seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG, mulai dari pemimpin negara, pemerintah, pengelola program, tenaga masak, petugas distribusi, sekolah hingga semua pihak yang bekerja menyediakan makanan.
Doanya dapat sederhana :
اللَّهُمَّ بَارِكْ لِكُلِّ مَنْ سَاهَمَ فِي تَوْفِيرِ هَذَا الطَّعَامِ، وَبَارِكْ لِقَائِدِنَا وَحُكُومَتِنَا، وَاجْزِهِمْ خَيْرًا، وَوَفِّقْهُمْ لِمَا فِيهِ خَيْرُ الشَّعْبِ وَالْبِلَادِ
“Ya Allah, berkahilah semua yang telah berkontribusi menyediakan makanan ini. Berkahilah pemimpin dan pemerintah kami, balaslah mereka dengan kebaikan dan berikanlah mereka petunjuk untuk melakukan apa yang terbaik bagi rakyat dan negeri.”
Doa tersebut, mengajarkan bahwa program pemerintah dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian sosial, bukan sekadar kegiatan makan bersama.
Jangan Mencela Makanan MBG
Apabila menu MBG tidak sesuai dengan selera, jangan mencela atau menghina makanan. Rasulullah SAW., bersabda :
مَا عَابَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ طَعَامًا قَطُّ، إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ، وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ
“Rasulullah SAW., tidak pernah mencela makanan. Jika beliau menyukainya, beliau memakannya ; dan jika beliau tidak menyukainya, beliau meninggalkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jika ada kekurangan dalam menu, sampaikan masukan dengan sopan dan konstruktif agar pelaksanaan MBG semakin baik.
Ambil Secukupnya, Habiskan Sebaiknya ;
Makanan MBG, hendaknya tidak diperlakukan sebagai sesuatu yang boleh dibuang begitu saja. Allah SWT berfirman :
وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu), secara boros. Sesungguhnya orang - orang yang boros itu, adalah saudara - saudara setan.” (QS. Al-Isra: 26-27)
Maka prinsipnya : Ambil secukupnya, makan dengan baik, jangan menyia-nyiakan. Jika makanan disukai dan masih mampu dimakan, habiskan. Dengan demikian, tidak ada makanan yang terbuang sia-sia.
Gunakan Tangan Kanan, Makan Sambil Duduk
Rasulullah SAW., bersabda :
يَا غُلَامُ، سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
“Wahai anak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di dekatmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka sebelum menikmati MBG, biasakan membaca Bismillah, gunakan tangan kanan, makan dengan tertib. Makan dilakukan dengan tenang dan sambil duduk, kebiasaan sederhana ini dapat menjadi bagian dari pendidikan kedisiplinan dan kesopanan di lingkungan sekolah.
MBG : Bergizi Sekaligus Berkarakter
Pada akhirnya, keberhasilan MBG tidak hanya dapat dilihat dari berapa banyak makanan yang dibagikan, tetapi juga dari nilai yang tumbuh dari program tersebut.
Satu kotak makanan dapat mengajarkan banyak hal : Allah memberi rezeki. Negara hadir melalui program pemerintah. Presiden dan pemerintah mengemban amanah, ada banyak orang yang bekerja menyiapkan makanan. Maka, kita harus bersyukur dan menghargai.
Mari jadikan setiap makan MBG sebagai pembiasaan :
- Bersyukur kepada Allah.
- Mendoakan pemimpin dan para pengupaya.
- Tidak mencela makanan.
- Makan dengan tangan kanan.
- Makan sambil duduk.
- Mengambil secukupnya.
- Tidak menyia-nyiakan makanan.
- Mengucapkan Alhamdulillah.
Dengan demikian, bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya menghadirkan makanan bergizi, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun generasi yang sehat, bersyukur, berakhlak, disiplin dan menghargai setiap bentuk ikhtiar untuk kebaikan masyarakat dan bangsa.
