elitkita.com // Tren liburan ke Bandung Utara kini kembali menjadi pilihan favorit bagi wisatawan yang ingin melepaskan penat dari hiruk-pikuk perkotaan. Kawasan ini menawarkan pesona wisata alam Lembang yang asri, udara pegunungan yang menyejukkan, hingga deretan kuliner lokal legendaris. Namun, sebelum berangkat, memahami kondisi lalu lintas Bandung menuju arah atas sangatlah penting agar agenda rekreasi Anda bersama keluarga tetap berjalan nyaman tanpa hambatan kemacetan yang panjang.
Pesona Baru di Perbatasan KBB - Subang
Daya tarik wisata utara kini semakin lengkap dengan hadirnya Gapura Mendak Waluya, sebuah tugu batas wilayah estetis antara Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kabupaten Subang. Landmark megah berciri khas budaya Sunda modern ini digagas langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Dilengkapi penataan marka jalan merah menyala dan fasilitas lampu jalan yang memadai, area Ciater kini bertransformasi menjadi spot foto baru yang digemari pelancong saat beristirahat menikmati pemandangan.
Upaya Pembersihan PKL demi Kenyamanan Wisata
Untuk menjaga estetika pariwisata, Gubernur Dedi Mulyadi terus menggalakkan pembersihan dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) serta parkir liar di kawasan fasilitas publik tersebut. Penertiban yang dipimpin oleh KDM ini dilakukan secara tegas demi mengembalikan fungsi trotoar dan menjaga lingkungan perbatasan tetap asri, bersih, bebas dari tumpukan sampah, serta nyaman dilewati oleh para pejalan kaki dan wisatawan.
Tips Menghadapi Kondisi Lalu Lintas Lembang
Kawasan Bandung Utara sering kali mengalami kepadatan kendaraan saat akhir pekan atau musim libur nasional. Jalur utama seperti Jalan Setiabudi dan Jalan Raya Lembang biasanya dipadati oleh kendaraan luar kota. Guna menyiasatinya, disarankan untuk berangkat lebih pagi sebelum pukul 08.00 WIB atau memanfaatkan jalur alternatif via Dago Giri atau Punclut. (adv)-
