
JAKARTA —
elitkita.com // Komandan Pusat Siber TNI Angkatan Darat (Danpussiberad) Brigjen TNI Dr. Fransiscus Ari Susetio S.E,. M.Han., mengisi kuliah umum penting dilingkungan Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM), pada Kamis (20/8/2026). Bertempat di Aula Lantai 3 Gedung B STHM, jalan Matraman Raya Jakarta Timur. Kegiatan ini, menjadi momen berharga memperkaya wawasan generasi calon penegak hukum militer menghadapi tantangan zaman yang terus berubah cepat.
Mengusung tema “Navigasi Hukum dan Keamanan Siber Peran Strategis Sarjana Hukum di Era Perang Kognitif dan Ancaman Digital”, penyampaian materi mengupas tuntas bagaimana ilmu hukum dapat menjadi landasan kokoh sekaligus penyeimbang di tengah derasnya kemajuan teknologi yang membawa peluang sekaligus risiko baru bagi keamanan bangsa dan negara.
Dalam uraiannya Danpussiberad, menegaskan kedudukan sarjana hukum bukan sekadar penegak aturan, melainkan arsitek pembangun ekosistem keamanan siber nasional. Ia, merinci empat pilar peran strategis yang wajib dijalankan secara sungguh - sungguh :
1. Mengkaji dan melengkapi kekosongan hukum, menyelidiki celah pengaturan yang muncul terkait batas kewenangan hukum lintas negara, tanggung jawab penggunaan kecerdasan buatan serta berbagai penemuan teknologi mutakhir yang belum terjangkau ketentuan yang ada.
2. Membangun kerja sama lintas keahlian, menjalin dialog sinergis dengan pakar teknologi informasi, kriminologi, psikologi dan ahli keamanan siber. Gabungan pandangan multidisiplin ini penting, agar solusi yang disusun utuh, mendalam dan tepat sasaran.
3. Menjadi penggerak literasi digital masyarakat, menyebarkan pemahaman luas agar setiap warga sadar akan hak melindungi data pribadi, waspada terhadap berita rekayasa dan manipulasi fakta, mengenali modus kejahatan dunia maya serta paham cara melindungi diri sesuai hak konstitusionalnya.
4. Merancang kerangka hukum yang dinamis dan berwawasan masa depan, menyusun konsep peraturan yang luwes namun tegas, mampu mengantisipasi gejala baru bentuk perang kognitif dan serangan siber yang terus berkembang strategi dan caranya.
“Keempat peran ini jika dilaksanakan bersama-sama akan melahirkan kepastian hukum yang diharapkan sekaligus memperkokoh benteng pertahanan keamanan ruang siber kita,” tegasnya.
Sementara itu Ketua STHM Brigjen TNI Dr. R. Deltanto S.D,. S.H,. M.H., menyambut baik kunjungan dan pemberian wawasan praktis serta strategis tersebut. Menurutnya, dunia hukum kini tidak lagi hanya menangani persoalan konvensional semata ; batas ruang persengketaan kini meluas ke dunia maya tanpa batas wilayah, menyangkut kedaulatan negara, perlindungan data penting dan penggunaan teknologi canggih yang harus tetap berjalan di jalur hukum yang benar.
“Oleh sebab itu mahasiswa STHM perlu melatih kepekaan melihat masalah secara utuh, tidak hanya dari sudut pandang pasal dan undang - undang, melainkan juga memahami latar belakang teknis teknologi serta kepentingan strategis pertahanan negara,” tambah Ketua STHM memberi arahan kepada seluruh peserta yang hadir.
Kegiatan kuliah umum berlangsung hangat dan interaktif, dihadiri Pejabat Menengah Golongan IV dan V, jajaran dosen serta seluruh mahasiswa STHM. Setelah penyampaian materi, dibuka sesi diskusi tanya jawab yang antusias diikuti peserta untuk mendalami hal - hal yang dikemukakan Danpussiberad.
Diharapkan melalui pertemuan ilmiah ini, mahasiswa semakin menyadari eratnya keterkaitan antara ilmu hukum, perkembangan teknologi dan keamanan pertahanan negara, sehingga kelak siap turun ke tengah masyarakat bertugas secara profesional, cerdas dan tangguh menjaga ketertiban hukum serta melindungi kedaulatan negara di tengah gelombang tantangan dunia digital yang semakin maju. (Redaksi)
Editor TM.
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)