Bandung | elitkita.com – Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bukan sekadar agenda penyambutan peserta didik baru, tetapi menjadi momentum penting dalam membangun karakter, mental, dan kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan zaman.
Hal itu disampaikannya saat menutup kegiatan MPLS peserta didik baru kelas X Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMAN 28 Bandung yang berlangsung di GOR Laga Satria Sport Jabar Arcamanik, Selasa (21/7/2026).
Dalam sambutannya, Erwin mengajak para siswa memanfaatkan masa pendidikan sebagai bekal untuk meraih cita-cita sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.
Menurutnya, tantangan masa depan menuntut generasi muda memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter yang kuat.
"Kalian adalah calon pemimpin masa depan. Karena itu, jadilah generasi yang inovatif, kreatif, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi, termasuk AI," katanya.
Erwin menuturkan, MPLS merupakan langkah awal dalam perjalanan pendidikan di tingkat SMA. Karena itu, para peserta didik diharapkan mengikuti proses belajar dengan sungguh-sungguh agar mampu meraih prestasi dan membanggakan keluarga.
"MPLS bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk membangun masa depan yang lebih baik," ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Erwin juga memaparkan lima kesadaran yang perlu dimiliki setiap pelajar. Salah satunya adalah kesadaran beragama sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter dan moral generasi muda.
Ia menilai pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari keluarga. Karena itu, ia mengajak para guru untuk terus membimbing peserta didik agar terbiasa menjalankan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Erwin mendorong para siswa untuk terus meningkatkan semangat belajar, memperluas pergaulan yang positif, serta aktif mengikuti organisasi di sekolah maupun lingkungan masyarakat.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi mampu melatih kemampuan komunikasi, kerja sama, hingga kepemimpinan yang akan menjadi bekal penting di masa depan.
"Organisasi merupakan tempat belajar memimpin, bekerja sama, dan bertanggung jawab. Banyak pemimpin lahir dari proses tersebut," ujarnya.
Ia menambahkan, seorang pemimpin ideal harus memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual agar mampu menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Menutup sambutannya, Erwin mengapresiasi pelaksanaan MPLS di SMAN 28 Bandung yang dinilai berjalan tertib, edukatif, dan mampu memberikan pengalaman positif bagi seluruh peserta didik baru.
"Semoga MPLS ini menjadi awal lahirnya generasi Bandung yang berkarakter, inovatif, serta siap menyongsong masa depan," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 28 Bandung, Ai Sumiati, menyampaikan seluruh rangkaian MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027 berlangsung lancar. Sebanyak 252 peserta didik baru mengikuti kegiatan dengan disiplin, aktif, dan memenuhi seluruh ketentuan yang ditetapkan sekolah.
Ia mengungkapkan, seluruh peserta dinyatakan lulus setelah mengikuti seluruh rangkaian MPLS dengan baik. (B)


