Bandung | elitkita.com – Sentra industri sepatu Cibaduyut terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu ikon industri kreatif Kota Bandung. Di tengah berkembangnya tren fesyen modern, berbagai merek lokal mulai bermunculan dengan mengedepankan desain yang lebih kekinian, kualitas premium, serta inovasi dalam memberikan pengalaman kepada konsumen.
Salah satu jenama yang turut mewarnai perkembangan tersebut adalah Vinedrip Masterpiece. Berawal dari pengalaman sebagai mitra produksi (vendor) berbagai produk alas kaki, brand lokal ini kini hadir dengan identitas sendiri melalui koleksi sepatu bergaya kasual, minimalis, dan uniseks yang menyasar kalangan muda tanpa mengabaikan kualitas.
Founder Vinedrip Masterpiece, Kharel Sably Khosy, mengatakan bahwa pihaknya ingin membawa citra baru bagi produk sepatu buatan Cibaduyut agar semakin dikenal sebagai karya lokal yang mampu bersaing di tengah persaingan industri nasional maupun global.
"Kami ingin membuktikan bahwa sepatu buatan Cibaduyut memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk luar. Pengrajin di sini memiliki keterampilan tinggi dan mampu menghasilkan produk yang modern serta memiliki nilai jual," ujar Kharel.
Ia menjelaskan, Vinedrip Masterpiece menghadirkan dua lini produk yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Untuk segmen yang lebih terjangkau, produk dipasarkan melalui berbagai platform marketplace. Sementara lini premium dipasarkan melalui Vinedrip Lab yang menawarkan material pilihan serta kualitas eksklusif dengan target pasar yang lebih luas.
Selain mengutamakan mutu bahan baku, setiap produk juga dirancang dengan konsep sederhana namun tetap elegan sehingga mudah dipadukan dengan berbagai gaya berpakaian dan aktivitas sehari-hari.
Sebagai bagian dari pengembangan brand, Vinedrip Masterpiece juga akan menghadirkan experience store di kawasan M-Square Cibaduyut yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Agustus mendatang.
Konsep tersebut tidak hanya menghadirkan tempat berbelanja, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk melihat secara langsung proses pembuatan sepatu secara handmade oleh para pengrajin lokal, menikmati layanan pembuatan sepatu sesuai pesanan (custom), hingga mengenal lebih dekat proses kreatif di balik setiap produk.
Menurut Kharel, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen untuk mengangkat kembali nama Cibaduyut sebagai pusat industri alas kaki yang terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai craftsmanship yang telah diwariskan selama puluhan tahun.
"Kami berharap masyarakat datang ke Cibaduyut bukan hanya untuk membeli sepatu, tetapi juga merasakan pengalaman melihat proses pembuatannya secara langsung. Nilai itu menjadi bagian penting dari produk yang kami hadirkan," katanya.
Ia juga berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan industri kreatif berbasis produk lokal sehingga mampu membuka peluang usaha sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia.
Kehadiran Vinedrip Masterpiece menjadi salah satu gambaran bahwa industri alas kaki Cibaduyut terus bertransformasi. Dengan memadukan kualitas, inovasi, dan pendekatan yang lebih modern, brand lokal diyakini mampu memperkuat posisi Cibaduyut sebagai sentra sepatu yang tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar internasional. (B)



